- Direktur RSUD Kotabaru Angkat Bicara Soal Pasien Meningal Dunia Usai Menerima Obat Suntik/Infus
- Pelindo Kotabaru Perkuat Budaya Sadar Risiko Melalui Pelatihan Risk Awareness
- Kunjungan PB FASI Jadi Momentum Promosi Wisata Dan Dorong Pengembangan Olahraga Dirgantara Kotabaru
- 20 Klien Disabilitas Angkatan VIII Tahun 2026 Lulus Program Rehabilitasi Sosial di PRSPD
- Kampung Putra Bulu, Destinasi Wisata Berbasis BUMDes yang Memberdayakan Pemuda Lokal
- Gubernur Muhidin Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel
- Pemprov Kalsel Komitmen Tingkatkan Tata Kelola Aset Pasca Raih WTP ke-13
- Ribuan Goweser Taklukkan Jalur Ekstrem Kiram, Hadiah Umrah Jadi Magnet Utama
- Dinsos Kalsel Lepas 20 Klien Program Rehabilitasi Sosial Angkatan VIII PRSPD Iskaya Banaran
- Pemprov Kalsel Siapkan 5 Lima Langkah Strategis Tingkatkan Kinerja GWPP
OPINI Ambin Demokrasi | CeO Di Bali, Kada Mambuang Taruh
1.jpg)
Keterangan Gambar : Noorhalis Majid
Oleh: Noorhalis Majid
Calender of Events (CeO) Kota Banjarmasin 2026, sudah digelar di Bali. Sekalipun menuai banyak kritik, Pemko tetap bersikukuh bahwa kegiatan tersebut sangat strategis, berpotensi meningkatkan PAD dan perekonomian masyarakat, sebab akan mengundang kunjungan pariwisata nasional dan mancanegara.
Baca Lainnya :
Tulisan ini sekedar mengingatkan, bahwa dalih efisiensi, mestinya disertai dengan tindakan yang juga menggambarkan penghematan. Bahkan, tercermin dari gaya hidup, sikap dan penampilan dari para pejabatnya.
Tidak sekedar selaras dengan kebijakan lainnya, juga harus seiring dengan gaya hidup keseharian para pejabatnya. Kalau pejabatnya masih naik mobil mewah, bergaya borju, tentu saja tidak relevan dengan semangat efisiensi. Dalam hal demikian, para ahli menyebutnya tidak sensitif, kurang peka dan tidak pandai menentukan skala prioritas.
Apapun alasan tentang Bali sebagai etalase pariwisata mancanegara paling strategis, publik tetap melihat kegiatan tersebut sebagai tindakan “tidak sensitif, bukan prioritas”. Bayangan publik langsung tertuju pada pemotongan bonus atlit Porprov 2025 yang dilakukan sekehendak hati. Emosi publik seketika berkecamuk teraduk-aduk, teringat penghentian iuran BPJS 1.400 petugas kebersihan. Dan berbagai bentuk penghematan lainya yang dirasa menghimpit banyak pihak.
Kalau dalihnya efisiensi, maka segala hal yang dilakukan, haruslah atas dasar penghematan. Bahkan yang pertama dan utama mesti dihemat adalah segala fasilitas, tunjangan, sarana-prasarana dan berbagai kebutuhan yang biasa diterima para pejabatnya, termasuk perjalanan dinas, events ceremonial, serta berbagai acara yang dapat dibuat lebih sederhana namun tetap memiliki dampak luas.
Nasi sudah menjadi bubur, CeO telah dilaksanakan di Bali, maka publik hanya dapat menunggu apakah kegiatan tersebut benar-benar memberi dampak bagi pemajuan pariwisata kota Banjarmasin. Syukur-syukur kalau kemudian turut menumbuhkan perekonomian warga. Dan apakah Pemko sudah mempersiapkan langkah lanjutan jikalau benar seketika wisatawan mancanegara antusias datang ke Banjarmasin, terutama menyaksikan perayaan 500 tahun Banjarmasin yang tentu begitu heboh.
Mungkin Pemko sudah mempersiapkan semacam kaleidoskop perjalanan 500 tahun kota Banjarmasin yang layak untuk disaksikan. Pun apakah sudah disiapkan destinasi unggulan yang disajikan, rute perjalanan wisatanya? pemandu wisatanya? kelompok sadar wisata berbasis komunitas? transportasi publik yang unik, efektif, aman dan ramah? Serta segala produk UMKM sebagai penunjang bagi pariwisata itu sendiri.
Tidak cukup sekedar penyelenggaraan CeO, harus ada langkah lanjutan yang lebih strategis serta kolaboratif, agar Bali benar-benar tepat sebagai tempat penyelenggaraan CeO. Keyakinan atas kebenaran dan ketepatan kegiatan tersebut harus dibuktikan, kebudayaan Banjar menyebutnya “kada mambuang taruh”.
Ungkapan “kada mambuang taruh” bermakna, apa yang dilakukan boleh dibuktikan, silahkan diuji, sebab sudah pasti benar dan strategis, sangat tepat menggambarkan keyakinan yang diperlihatkan Pemko. Tinggal dibuktikan. (red/nm)
Baca Lainnya :
- OPINI | Kesetaraan Pejabat dan Warga, Ala Swedia0
- Sungai Dan Sampah, Jadi Prioritas 100 Hari Kerja Walikota dan Wawali Banjarmasin Terpilih0














