- Perkuat Sinergi, DPD KNPI Silaturahmi Dengan Bupati Hulu Sungai Selatan
- DPD KNPI Kalsel Gelar Rakerda, Susun Program Kerja Tiga Tahun ke Depan
- Byar Pret! Byar Pret! LBH Borneo Nusantara Resmi Gugat PLN di PTUN Banjarmasin
- Pelindo Kotabaru Perkuat Sinergi Maritim, Dukung Open Ship KRI Banjarmasin-592 di Pelabuhan Stagen
- Menko Polkam Apresiasi Penanganan Karhutla di Kalsel, BPBD Perkuat Lima Posko Lapangan
- Menko Polkam Optimistis Karhutla Kalsel Terkendali, Tekankan Sinergi dan Kepedulian Masyarakat
- Hasnuryadi Sulaiman: Sinergi Kuat Banua Hebat Jadi Fondasi Pembangunan dan Keamanan Kalsel
- FKG ULM Selaraskan Persepsi Instruktur Klinik melalui Workshop Clinical Teaching Berbasis OBE
- Ratusan Pesepakbola Ikut Seleksi Pembentukan Tim Peseban Jelang Piala Soeratin U-17 Kalsel
- Puluhan Warga Rantau Bakula Geruduk PT Merge Mining Industri Tuntut Hentikan Operasi
Ambin Demokrasi | Fantasi Profesor dan Pertaruhan Integritas
1.jpg)
Keterangan Gambar : Noorhalis Majid
Oleh: Noorhalis Majid
Banjarmasin, Borneopos.com - Entah benar atau tidak, berita pencabutan 17 profesor merupakan tsunami susulan yang menimpa Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Setelah sebelumnya pencopotan 11 profesor, meninggalkan duka lara, rasa malu yang belum pulih.
Baca Lainnya :
- Sekda Kotabaru Hadiri Penyerahan Pasukan Kodam VI/Mulawarman ke Kodam XXII/Tambun Bungai0
- Dorong Budaya Literasi, Pemkab Kotabaru Gelar Pemilihan Duta Baca0
Kalau berita tersebut tidak benar, sesuai bantahan yang sudah disampaikan. Sebaiknya dilanjutkan dengan tuntutan dan aksi protes. Karena hal ini menyangkut harga diri, martabat dan kehormatan ribuan orang yang emosionalnya terhubung dengan ULM.
Namun kalau benar, segera dibuka sejelas-jelasnya, kenapa sampai terjadi? Apakah disebabkan kesalahan manusia atau sistem? Kalau benar-benar karena manusianya, beri sanksi setimpal dan segera lakukan pembenahan, agar tidak terulang kembali dan tidak berdampak pada runtuhnya maruah serta harga diri ULM itu sendiri. Ini tidak sekedar harga diri seorang rektor, tapi sudah harga diri Kalimantan Selatan.
Harus dipahami, kasus ini bukanlah soal sederhana. Di dalamnya ada integritas yang sedang ditercabik-cabik. Kalau benar profesor tersebut palsu dengan berbagai bentuk kecurangan yang dituduhkan, menggambarkan krisis integritas yang sangat parah. Apa gunanya kampus tanpa integritas? Bukankah kampus tempat menyemai dan memupuk integritas? Kampus adalah laboratorium kehidupan ideal, bekal mahasiswa mengarungi kehidupan nyata.
Tidak dapat dipungkiri. Sejak profesor mendapat tunjangan melebihi gaji pokok yang didapatkan. Sejak deretan gelar profoser menjadi syarat utama akreditasi sebuah kampus. Ketika itulah profesor menjadi fantasi – menjadi khayalan. Kampus merasa bergengsi karena memiliki sederet profesor. Kesejahteraan meningkat, kampus pun jadi bergengsi. Walau pun profesornya tidak pernah menulis buku, namanya tidak menjadi referensi dan sumber ilmu.
Profesor tidak lagi menjadi gelar akademik dengan mahkota keilmuan tertinggi. Tereduksi sekedar level kepangkatan untuk kesejahteraan. Tidak ada lagi ilmu, pengetahuan dan segala yang membuatnya agung.
Profesor yang sekedar memenuhi fantasi, sangat mungkin menempuh jalan pintas yang culas. Mau membayar, sebab yakin ongkos yang dikeluarkan kelak akan balik modal.
Tanpa bermaksud menggurui, sebaiknya dibentuk tim pemulihan kehormatan ULM. Apapun yang terjadi, tim ini bekerja secara transparan mengusut tuntas segala kebenaran dan ketidak benaran terkait persoalan profesor. Ada baiknya anggota tim merupakan orang-orang independent yang emosi dan jiwanya masih terhubung dengan ULM. Diharapkan hasil kerja tim, dapat memperjelas dan merekomendasikan apa dan bagaimana yang harus dilakukan ULM, termasuk sanksi dan koreksi sistem. (nm)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250














