Perjuangan Wali Kota Lisa Gaungkan Cempaka Sebagai Living Museum, Menteri Fadli Zon Siap Dukung

Reported By Ronal 07 Feb 2026, 05:05:51 WIB BANJARBARU
Perjuangan Wali Kota Lisa Gaungkan Cempaka Sebagai Living Museum, Menteri Fadli Zon Siap Dukung

Keterangan Gambar : Rombongan Walikota Banjarbaru saat menemui Menteri Fadli Zon di Jakarta, Jumat (6/2/2026)




BANJARBARU, Borneopos.com – Keinginan Pemerintah Kota Banjarbaru menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan daerah terus diperkuat. Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby bersama rombongan Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Banjarbaru, melanjutkan rangkaian pertemuan strategis dengan mengunjungi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (RI), Jakarta, Jumat (06/02/2026).

 

Baca Lainnya :

Kedatangan rombongan disambut hangat langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. Pertemuan tersebut membawa satu misi utama, yakni meminta dukungan pemerintah pusat untuk penetapan Kecamatan Cempaka sebagai Living Museum, kawasan budaya hidup yang berbasis sejarah, tradisi dan kearifan lokal masyarakat Banjarbaru.

 

Dalam pertemuan itu, Wali Kota Lisa menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar pelestarian sejarah, melainkan strategis pembangunan berkelanjutan yang memadukan budaya, edukasi dan ekonomi kreatif.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Kebudayaan yang telah menerima pertemuan ini. Kehadiran kami adalah ikhtiar untuk menyelaraskan arah kebijakan pusat dan daerah, agar pembangunan kebudayaan di Banjarbaru berjalan seiring dan saling menguatkan,” ucapnya.


Masih kata Wali Kota Lisa, dirinya menjelaskan pengembangan daerah Cempaka sebagai Living Museum tidak hanya bertujuan melestarikan sejarah dan budaya, namun menjadi fondasi Banjarbaru menuju Kota Kreatif Nasional 2027.

 

“Kami memohon arahan dan dukungan Bapak Menteri, khususnya terkait pengembangan Kecamatan Cempaka sebagai Living Museum. Besar harapan kami, Cempaka dapat menjadi ruang hidup kebudayaan yang berkelanjutan. Sekaligus sebagai penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya,” ujarnya.

 




Pada kesempatan ini juga, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon turut memberikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Kota Banjarbaru dan KEK Banjarbaru yang dinilai serius menempatkan kebudayaan sebagai kekuatan strategis daerah.

 

“Kementerian Kebudayaan terbuka untuk memberikan dukungan maksimal, termasuk pendampingan teknis agar pengembangan Cempaka dapat berjalan terarah dan berkelanjutan. Melalui Kementerian Kebudayaan, saya mendorong Pemerintah Kota Banjarbaru untuk berkoordinasi aktif dengan satuan kerja Kementerian didaerah agar langkah-langkah yang dilakukan bisa lebih optimal,” katanya.

 

Cempaka, khususnya kawasan Pumpung, dikenal sebagai jantung pendulangan intan tradisional. Dari tanah inilah lahir kisah besar penemuan Intan Trisakti, intan mentah terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia dengan berat 166,75 karat.

 

Penemuan bersejarah itu terjadi pada 26 Agustus 1965, ditemukan oleh 24 pendulang yang dipimpin H. Matsam. Intan tersebut kemudian dinamai langsung oleh Presiden Soekarno sebagai simbol kesaktian dan kedaulatan bangsa. Nilainya ditaksir mencapai Rp10 triliun.

 

Namun di balik kilaunya, tersimpan perjuangan panjang para pendulang yang selama ini jarang tersorot.

 

Melalui gagasan Cempaka Living Museum, cerita waktu itu dihidupkan kembali. Bukan sekadar dikenang, tetapi dijadikan ruang edukasi, destinasi wisata sejarah, serta motor penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya.

Konsep ini diharapkan mampu menjadikan Cempaka sebagai laboratorium kebudayaan terbuka tempat generasi muda belajar sejarah, wisatawan merasakan pengalaman autentik, dan masyarakat lokal memperoleh manfaat ekonomi secara langsung.

 

Dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah, Banjarbaru optimistis Cempaka akan tumbuh bukan hanya sebagai saksi masa lalu, tetapi juga sebagai episentrum masa depan kebudayaan dan ekonomi kreatif Kalimantan Selatan. (red/mcbjb)







Baca Lainnya :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment