- Kadisparpora: FBS 2026 Akan Tonjolkan Keragaman Budaya di Bumi Saijaan
- Atlet Gantole Asal Jawa Tengah, Sulis Widodo Akui Keindahan Buni Saijaan
- Mutasi Besar-besaran di Polda Kalsel, Sejumlah PJU dan Kapolres Berganti Posisi
- Direktur RSUD Kotabaru Angkat Bicara Soal Pasien Meningal Dunia Usai Menerima Obat Suntik/Infus
- Pelindo Kotabaru Perkuat Budaya Sadar Risiko Melalui Pelatihan Risk Awareness
- Kunjungan PB FASI Jadi Momentum Promosi Wisata Dan Dorong Pengembangan Olahraga Dirgantara Kotabaru
- 20 Klien Disabilitas Angkatan VIII Tahun 2026 Lulus Program Rehabilitasi Sosial di PRSPD
- Kampung Putra Bulu, Destinasi Wisata Berbasis BUMDes yang Memberdayakan Pemuda Lokal
- Gubernur Muhidin Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel
- Pemprov Kalsel Komitmen Tingkatkan Tata Kelola Aset Pasca Raih WTP ke-13
Tiga Kampus Bumi Saijaan Apresiasi Terobosan Pendidikan Bupati Rusli
.jpg)
Keterangan Gambar : Akademisi Kotabaru
Kotabaru, Borneopos.com – Langkah Bupati Kotabaru, H. Muhammad Rusli, dalam mengurai benang kusut birokrasi pendidikan tinggi di wilayahnya berbuah apresiasi.
Baca Lainnya :
- Dedikasi Membangun Banua, Wali Kota Banjarbaru Dianugerahi Penghargaan Perempuan Inspiratif0
- Dorong Peningkatan Kinerja, Bupati Lantik Pejabat Administrator Pengawas dan Kepala Puskesmas0
Penghargaan bergengsi Antasari Award 2026 resmi disematkan kepadanya, memicu gelombang dukungan dari kalangan akademisi yang menilai penghargaan tersebut sebagai pengakuan atas terobosan kebijakan yang konkret.
Forum Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Kabupaten Kotabaru menyebut apresiasi ini bukan sekadar seremoni. Di bawah kepemimpinan Rusli, sejumlah masalah menahun mulai dari sengketa hibah aset hingga akses finansial mahasiswa akhirnya menemukan jalan keluar.
Salah satu pencapaian yang paling disorot adalah keberanian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru dalam menuntaskan urusan hibah aset. H. Zulkifli, Pembina Yayasan STKIP Paris Barantai, mengungkapkan bahwa pihaknya telah terjebak dalam pusaran administrasi selama hampir 15 tahun.
"Kami sudah mengurus hibah aset ini bolak-balik selama belasan tahun. Baru di masa pemerintahan beliau, aset tersebut dilepaskan dan dihibahkan secara resmi kepada kami," ujar Zulkifli.
Kepastian hukum atas lahan dan bangunan ini menjadi fondasi krusial bagi PTS untuk melakukan pengembangan infrastruktur pendidikan secara mandiri.
Selain urusan aset, terobosan Rusli yang paling dirasakan dampaknya adalah skema bantuan beasiswa. Mengingat kewenangan pendidikan tinggi berada di tangan pemerintah pusat, Pemkab Kotabaru melakukan "solusi cerdas" dengan menyalurkan bantuan melalui pos bantuan sosial pendidikan.
Ketua STID Darul Ulum, Dr. Muhammad Zaim, mencatat lompatan signifikan pada alokasi anggaran:
Tahun 2025: Alokasi Rp500 juta per perguruan tinggi.
Tahun 2026: Diproyeksikan naik tajam menjadi Rp2 miliar per perguruan tinggi.
"Prinsipnya, pemerintah daerah bukan membantu institusinya, melainkan membantu masyarakat agar bisa kuliah. Ini adalah investasi SDM yang nyata," tegas perwakilan Politeknik Kotabaru, Mohamad Erfan.
Bagi Forum PTS, visi "Kotabaru Hebat" mustahil tercapai tanpa ketersediaan sarjana yang kompetitif. Dukungan finansial dan kemudahan administratif yang diberikan Pemkab saat ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mencetak tenaga kerja lokal yang mumpuni di Bumi Saijaan.
Dengan diraihnya Antasari Award 2026, H. Muhammad Rusli dianggap telah meletakkan standar baru bagi kepala daerah di Kalimantan Selatan dalam hal keberpihakan pada pendidikan tinggi di daerah. (ril)
Baca Lainnya :
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0
- 28 Rumah Ludes Dijilat Sijago Merah Di Kotabaru, Kerugian Capai Milyaran Rupiah0
Berita Kotabaru










