- Pemprov Kalsel Bentuk Forum Bersama Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Perempuan dan Anak
- Byar Pret, Gubernur Minta Masyarakat Bantu Jaga Kestabilan Pasokan Listrik
- Manfaatkan Turnamen Golf Gubernur Kalsel Cup 2026, Disdukcapil Kalsel Hadirkan Layanan IKD
- Disdukcapil Kalsel Perkuat Keamanan Data Kependudukan Melalui Bimtek PIAK, Siapkan Audit SMKI ISO/IE
- Disdukcapil Kalsel Perkuat Tertib Adminduk Melalui Sosialisasi Dokumen Pencatatan Sipil di HSU
- Disdukcapil Kalsel Goes to School, Jemput Bola Pelayanan Adminduk di MAN Kotabaru
- Open Drag Bike Dhira Brata Cup 2026 Resmi Dibuka di Samarinda dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-80
- Menpar RI Widiyanti Apresiasi Pelaksanan Festival Budaya Saijaan 2026
- Kadisparpora Kotabaru Optimis FBS 2026 Dongkrak Kunjungan Wisatawan dan Kembangkan UMKM
- Disparpora Kotabaru Gelar Diskusi dan Bercerita Foto bertema Magic From the Lens
LSM Ultimatum Kejati Kalsel: Tindak Korupsi dan Tambang Liar di Kotabaru

Keterangan Gambar : Massa LSM saat menyambangi Kejati Kalsel, Selasa (9/12/2025).
Banjarbaru, Borneopos.com - (10/12/2025) — Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) se-Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel pada Selasa (9/12).
Baca Lainnya :
- Gabungan LSM Banua Geruduk Kejati Kalsel, Pertanyakan Kasus Mandek dan Tambang Ilegal0
- HAKORDIA 2025; Upaya Sistematis Pemkab Kotabaru Berantas Korupsi 0
Diawal orasi, massa LSM mengakui adanya semangat baru di tingkat Kejati Kalimantan Selatan dalam menjerat pejabat tinggi. Namun, mereka menyoroti kinerja Kejari Kotabaru, yang dinilai tak profesional dalam bekerja, sehingga Kotabaru menjadi "wilayah yang tak mampu menyentuh" koruptor besar.
Salah satu pimpinan aksi asal Kotabaru, pentolan LSM AKGUS, Hardiyandi SH atau sering disapa Bang Tungku menuntut Kejati Kalimantan Selatan lebih tegas dan profesional dalam menindak pelaku korupsi dan praktik penambangan liar yang merusak lingkungan Kalsel, khususnya di Kotabaru.
Bang Tungku secara spesifik membeberkan beberapa kasus proyek infrastruktur di Kotabaru yang sudah dilaporkan LSM ke Kejari Kotabaru, tapi hingga kini tak jelas ujung pangkalnya.
"Di Kotabaru, ada banyak kasus yang tidak ada kejelasan. Beberapa di antaranya adalah Proyek Jembatan Sulangkit-Tanjung Semelantakan dan Proyek Jembatan Gantung Gendang Timburu," jelas Bang Tungku.
Menurutnya, kasus tersebut sudah ditetapkan ada kerugian negara, hingga miliaran rupiah, namun sampai akhir 2025 belum selesai.
"Sudah ada hasil pemeriksaan BPK dan Inspektorat Kotabaru kerugian negara lebih 2 miliaran rupiah di proyek jembatan tersebut, tapi belum ditindaklanjuti,"jelas beliau.
Disela-sela aksi bang Tungku berharap tim jaksa di Kejaksaan Negeri Kotabaru benar-benar menjalankan tugas sesuai visi misi Kejaksaan, menjaga integritas, bekerja secara profesional, mandiri, jujur dan adil serta memberikan pelayanan prima kepada masyarakat pencari keadilan.
"Kami minta Kejaksaan Negeri Kotabaru bekerja secara profesional, tindak semua pelaku Korupsi, jangan terbang pilih," tutup Bang Tungku, Selasa (9/12/2025).
Ditempat yang sama, aktivis lainnya, Husaini, yang turut berorasi, menyoroti peringatan Hari Anti Korupsi yang dirayakan setiap tahun.
Ia menilai peringatan tersebut akan menjadi hampa jika tidak diikuti dengan transparansi dan penindakan nyata.
"Padahal hari anti korupsi ini diperingati setiap tahun, cuman seperti seremonial aja," sindir Husaini.
Gabungan LSM se Kalimantan Selatan mendesak Kejat Kalseli untuk membuka diri terhadap aspirasi masyarakat.
"Kami mendesak Kejati agar kasus-kasus yang sudah dikerjakan agar lebih transparan. Selama ini jika melaporkan, tidak ada kelanjutannya, tidak ada kejelasan," tambahnya.
Husaini menekankan bahwa pengawasan harus dilakukan bersama-sama oleh berbagai pihak.
"Baiknya kita bersama-sama, baik masyarakat, mahasiswa, (maupun) APH (Aparat Penegak Hukum), selalu mengawasi karena uang rakyat ini harus untuk peruntukan, bukan untuk dikorupsi," jelas beliau.
Orator LSM ini mencontohkan, kemirisan hukum di Kalsel melalui kasus mantan Bupati Tanah Bumbu, Zairullah Azhar, di mana kasus jual beli tanah negara yang melibatkan bupati tidak tersentuh, sementara staf administrasi yang hanya membuat kuitansi justru dihukum.
Diakhir Aksi damai ini, gabungan LSM se Kalimantan Selatan mendorong agar agar Kejati Kalsel segera mengambil langkah tegas untuk menindaklanjuti semua laporan, menjamin transparansi dan memastikan keadilan ditegakkan, khususnya bagi masyarakat kecil yang terdampak korupsi dan kerusakan lingkungan. (red/nita)



Baca Lainnya :
- Proyek Jembatan Gantung Dinas PUPR, Kastel Kejari Kotabaru: Kerugian Negara Harus Dikembalikan 0
- Bang Tungku Apresiasi Inspektorat Kotabaru Tindaklanjuti Dugaan Korupsi Jembatan Sulangkit0
Berita KALSEL











