- WALHI Sebut RSPO is Greenwashing! Buyers Diminta Hentikan Pembelian Dari Pemasok Terkait Karhutla
- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
Dua Pencuri Sawit di Kotabaru Serahkan Diri ke Kantor Perusahaan Didampingi Aparat Desa

Keterangan Gambar : Dua terduga pelaku dan batang bukti.
Kotabaru, Borneopos.com – Polsek Pamukan Utara mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan buah kelapa sawit milik PT Laguna Mandiri (LMI) Matalok Estate di Desa Bepara, Kecamatan Pamukan Utara. Kedua pelaku yang sempat melarikan diri akhirnya menyerahkan diri ke perusahaan sepekan setelah kejadian.
Baca Lainnya :
- Peringati Wafatnya Pangeran Antasari Ke-163, Gubernur Kalsel : Teladani Nilai-Nilai Kepahlawanan0
- Gubernur Kalsel Muhidin, Buka Suara Soal Keracunan MBG di Kalimantan Selatan0
Berdasarkan laporan polisi (LP) Nomor: LP/B/07/X/2025/SPKT/Polsek Pamukan Utara/Polres Kotabaru/Polda Kalsel, kejadian bermula pada Jumat (3/10/2025) sekitar pukul 23.00 WITA. Saat itu, pelapor yang merupakan askep PT Minamas, M. Mukhlis, bersama sejumlah saksi dari tim security PT LMI sedang melakukan patroli rutin di area kebun.
Dalam patroli tersebut, mereka menemukan buah kelapa sawit yang sudah ditumpuk di 13 Titik Penitipan Hasil (TPH), padahal pada hari itu tidak ada jadwal panen. Mencurigai adanya aktivitas ilegal, tim kemudian melakukan pengintaian.
“Dalam pengintaian selama kurang lebih 40 menit, pelapor dan saksi melihat dua cahaya senter dan mendengar suara seperti memotong tangkai serta buah sawit jatuh,” bunyi rilis resmi dari Polsek Pamukan Utara, Jumat (10/10/2025).
Saat dua pelaku keluar dari kebun dan hendak melarikan diri menggunakan sepeda motor, tim berusaha menangkap. Namun, kedua pelaku berhasil kabur dengan meninggalkan motor beserta sejumlah barang bukti di tempat kejadian.
Perkembangan signifikan terjadi pada Jumat (10/10/2025) pagi. Kedua pelaku, yang didampingi oleh aparat desa dan tetua adat setempat, datang ke kantor PT LMI Matalok Estate untuk menyerahkan diri.
“Para pelaku menyerahkan diri dan siap bertanggung jawab atas perbuatannya,” jelas laporan tersebut.
Kedua pelaku kemudian diserahkan oleh pihak perusahaan kepada Polsek Pamukan Utara untuk proses hukum lebih lanjut.
Kedua terduga pelaku, dengan inisial PE (46 tahun), warga Desa Bepara dan AK (47 tahun) warga Desa Bepara. Keduanya mengakui perbuatannya dalam penyelidikan (introgasi) polisi.
Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain:
· 1 unit sepeda motor Honda Beat hitam (KT 4131 EW)
· 2 buah egrek (alat panen)
· 1 buah senter kepala
· 1 buah tas ransel ungu
· 1 buah batu asah
· 124 buah kelapa sawit hasil curian
· 1 lembar nota timbang buah
Polsek Pamukan Utara saat ini masih mendalami kasus ini. Pelaku dijerat dengan Pasal 363 Ayat (1) ke-4 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, subsider Percobaan Pencurian sebagaimana diatur dalam Pasal 53 KUHP. Ancaman pidananya dapat mencapai 7 tahun penjara. (sumber: Humas Polres Kotabaru)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita Hukum & Kriminal













