- Bupati H.M Rusli Lantik Ahmad Romansa Jadi Kepala Disdikbud Kotabaru
- OPINI Ambin Demokrasi | CeO Di Bali, Kada Mambuang Taruh
- WALHI Kalsel | Krisis Sungai Barito Bukan Takdir Ilahi, Melainkan Rakusnya Oligarki
- Pesan Menkomdigi Pada HPN 2026, Pers Yang kredibel Dan Independen Bukan pilihan Tapi Kebutuhan
- Perjuangan Wali Kota Lisa Gaungkan Cempaka Sebagai Living Museum, Menteri Fadli Zon Siap Dukung
- Gubernur Muhidin Lantik 292 Pejabat, Evaluasi 6 Bulan Jika kurang Baik Non Job
- Tiga Kampus Bumi Saijaan Apresiasi Terobosan Pendidikan Bupati Rusli
- Sekjen KNPI Kalsel Andi Rustianto Himbau Pemuda Jauhi Judi Online
- Perkuat Integritas, Pelindo Kotabaru Gandeng Kejaksaan Sosialisasikan Larangan Pungli dan Gratifikas
- Banjarbaru Dorong Ekonomi Kreatif, Wali Kota Lisa Perkuat Sinergitas Dengan Menteri Ekraf RI
Angin Kencang dan Gelombang Terjang Desa Tanjung Samalantakan, 50 Rumah Rusak!

Keterangan Gambar : Rumah warga yang terdampak angin kencang dan gelombang tinggi, Selasa (1/4/2025).
Kotabaru, Borneopos.com – Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Wakil Bupati Syairi Mukhlis memberikan bantuan simbolis kepada warga Desa Tanjung Samalantakan, Kecamatan Pamukan Selatan, yang terdampak bencana gelombang tinggi dan angin kencang pada Selasa (1/4/2025).
Baca Lainnya :
- Pemkab. Kotabaru Resmi Tutup Festival Gebyar Ramadhan 20250
- Bupati Kotabaru Serahkan LKPD T.A 2024 ke BPK Perwakilan Kalsel0
Penyerahan bantuan dilakukan pada Rabu (2/4/2025) pukul 12.10 WITA, dihadiri pejabat daerah, Forkopimda, serta perwakilan warga terdampak.
Bencana dipicu hujan lebat disertai angin kencang yang mengakibatkan gelombang tinggi menerjang permukiman pesisir Desa Tanjung Samalantakan. Akibatnya, puluhan rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan. Data sementara menunjukkan 50 rumah terdampak (27 rusak berat, 23 rusak ringan), 12 perahu nelayan hancur dan 3 jembatan kayu terputus.
Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis menyerahkan bantuan disaksikan Kabagops Polres Kotabaru AKP Abdul Rauf, Danramil, BPBD, dan Kepala Desa Tanjung Samalantakan Hasnaini.
Kepala Desa Hasnaini, menyatakan bencana ini sebagai yang terparah dalam sejarah desa.
"Kami membutuhkan pemecah gelombang untuk mitigasi jangka panjang," ujarnya.
Wakil Bupati Syairi Mukhlis, menegaskan komitmen pemulihan pascabencana.
"Bantuan hari ini bersifat simbolis. Proses verifikasi data korban masih berlangsung untuk memastikan bantuan tepat sasaran," jelasnya.
Kegiatan berlangsung aman hingga pukul 14.15 WITA dengan pengamanan Polsek Pamukan Selatan. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mendistribusikan bantuan sesuai kebutuhan.
Rencana ke depan, terus dilakukan verifikasi data korban, perbaikan infrastruktur rusak dan Kajian pembangunan pemecah gelombang. (ril/red)

Baca Lainnya :
- Laporan Dugaan Korupsi Kadis PUPR Kini Ditangani Kejari Kotabaru, Muslim: BP3K RI Akan Kawal0
- 35 Anggota DPRD Kotabaru Periode 2024-2029 Resmi Dilantik0
Berita Kotabaru

.jpg)
.jpg)

.jpg)


1.jpg)





