- Perkuat Pondasi Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi, LK3 Banjarmasin Gelar Expo Religi Ke-11
- MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana, Hadirkan Tokoh
- Opini | Tegas! KBB Keluarkan Tiga Rekomendasi Soal Demokrasi dan Kebangsaan
- Karhutla Kalsel, Gubernur Minta 300 Perusahaan di Banua Aktif Bantu Tangani Kebakaran
- Menhut dan Kepala BNPB Monitoring Karhutla di Kalsel, Lebih 23 ribu Hektar Lahan Terbakar
- Tandatangani PKS, Pemkab Kotabaru Optimis Pelayanan Administrasi Kependudukan Semakin Meningkat
- Gubernur Muhidin Turun Langsung Padamkan Titik Api di Kawasan Rumah Sakit Sambang Lihum
- Pemprov Kalsel Perkuat Pengembangan Meratus UNESCO Global Geopark
- Pemprov Kalsel Terus Jaga Kestabilan Harga, Pantau Distrubusi Pangan di Daerah
- Ayo Bersantai Sambil Nikmati Live Musik di Bukit Mamake
Angin Kencang dan Gelombang Terjang Desa Tanjung Samalantakan, 50 Rumah Rusak!

Keterangan Gambar : Rumah warga yang terdampak angin kencang dan gelombang tinggi, Selasa (1/4/2025).
Kotabaru, Borneopos.com – Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Wakil Bupati Syairi Mukhlis memberikan bantuan simbolis kepada warga Desa Tanjung Samalantakan, Kecamatan Pamukan Selatan, yang terdampak bencana gelombang tinggi dan angin kencang pada Selasa (1/4/2025).
Baca Lainnya :
- Pemkab. Kotabaru Resmi Tutup Festival Gebyar Ramadhan 20250
- Bupati Kotabaru Serahkan LKPD T.A 2024 ke BPK Perwakilan Kalsel0
Penyerahan bantuan dilakukan pada Rabu (2/4/2025) pukul 12.10 WITA, dihadiri pejabat daerah, Forkopimda, serta perwakilan warga terdampak.
Bencana dipicu hujan lebat disertai angin kencang yang mengakibatkan gelombang tinggi menerjang permukiman pesisir Desa Tanjung Samalantakan. Akibatnya, puluhan rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan. Data sementara menunjukkan 50 rumah terdampak (27 rusak berat, 23 rusak ringan), 12 perahu nelayan hancur dan 3 jembatan kayu terputus.
Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis menyerahkan bantuan disaksikan Kabagops Polres Kotabaru AKP Abdul Rauf, Danramil, BPBD, dan Kepala Desa Tanjung Samalantakan Hasnaini.
Kepala Desa Hasnaini, menyatakan bencana ini sebagai yang terparah dalam sejarah desa.
"Kami membutuhkan pemecah gelombang untuk mitigasi jangka panjang," ujarnya.
Wakil Bupati Syairi Mukhlis, menegaskan komitmen pemulihan pascabencana.
"Bantuan hari ini bersifat simbolis. Proses verifikasi data korban masih berlangsung untuk memastikan bantuan tepat sasaran," jelasnya.
Kegiatan berlangsung aman hingga pukul 14.15 WITA dengan pengamanan Polsek Pamukan Selatan. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mendistribusikan bantuan sesuai kebutuhan.
Rencana ke depan, terus dilakukan verifikasi data korban, perbaikan infrastruktur rusak dan Kajian pembangunan pemecah gelombang. (ril/red)

Baca Lainnya :
- 35 Anggota DPRD Kotabaru Periode 2024-2029 Resmi Dilantik0
- Laporan Dugaan Korupsi Kadis PUPR Kini Ditangani Kejari Kotabaru, Muslim: BP3K RI Akan Kawal0














