- Lagi, Lagi dan Lagi! Kotabaru Dikepung Banjir
- Sabu Senilai 2,5 Miliar Dimusnahkan Ditresnarkoba Polda Kalsel
- Pemprov Kalsel Launching E-Optima TJSLP Guna Perkuat Tata Kelola CSR
- Talkshow Radio RGS Kenalkan Forum GenRe, Figur Remaja Teladan dan Berkualitas
- Ambin Demokrasi | Siapa Yang Salah, Ketika Perumda PALD Tak Bergaji?
- Gubernur Kalsel Anugerahkan Satyalencana Karya Satya Kepada 446 PNS Pemprov
- Munthe FC Kotabaru Incar Kampium pada Gubernur Cup Mini Soccer 2025
- FBS 2025 Sukses Digelar, Kadisparpora Sampaikan Terima Kasih Kepada Warga Saijaan
- Kepala Disparpora Kotabaru, Sonny Apresiasi PT. Indocement Yang Hijaukan Bumi Perkemahan
- Media Gathering ke-2 Tahun 2025: Indocement Tanam Puluhan Pohon di Bumi Perkemahan Kotabaru
Angin Kencang dan Gelombang Terjang Desa Tanjung Samalantakan, 50 Rumah Rusak!

Keterangan Gambar : Rumah warga yang terdampak angin kencang dan gelombang tinggi, Selasa (1/4/2025).
Kotabaru, Borneopos.com – Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Wakil Bupati Syairi Mukhlis memberikan bantuan simbolis kepada warga Desa Tanjung Samalantakan, Kecamatan Pamukan Selatan, yang terdampak bencana gelombang tinggi dan angin kencang pada Selasa (1/4/2025).
Baca Lainnya :
- Pemkab. Kotabaru Resmi Tutup Festival Gebyar Ramadhan 20250
- Bupati Kotabaru Serahkan LKPD T.A 2024 ke BPK Perwakilan Kalsel0
Penyerahan bantuan dilakukan pada Rabu (2/4/2025) pukul 12.10 WITA, dihadiri pejabat daerah, Forkopimda, serta perwakilan warga terdampak.
Bencana dipicu hujan lebat disertai angin kencang yang mengakibatkan gelombang tinggi menerjang permukiman pesisir Desa Tanjung Samalantakan. Akibatnya, puluhan rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan. Data sementara menunjukkan 50 rumah terdampak (27 rusak berat, 23 rusak ringan), 12 perahu nelayan hancur dan 3 jembatan kayu terputus.
Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis menyerahkan bantuan disaksikan Kabagops Polres Kotabaru AKP Abdul Rauf, Danramil, BPBD, dan Kepala Desa Tanjung Samalantakan Hasnaini.
Kepala Desa Hasnaini, menyatakan bencana ini sebagai yang terparah dalam sejarah desa.
"Kami membutuhkan pemecah gelombang untuk mitigasi jangka panjang," ujarnya.
Wakil Bupati Syairi Mukhlis, menegaskan komitmen pemulihan pascabencana.
"Bantuan hari ini bersifat simbolis. Proses verifikasi data korban masih berlangsung untuk memastikan bantuan tepat sasaran," jelasnya.
Kegiatan berlangsung aman hingga pukul 14.15 WITA dengan pengamanan Polsek Pamukan Selatan. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mendistribusikan bantuan sesuai kebutuhan.
Rencana ke depan, terus dilakukan verifikasi data korban, perbaikan infrastruktur rusak dan Kajian pembangunan pemecah gelombang. (ril/red)
Baca Lainnya :
- Laporan Dugaan Korupsi Kadis PUPR Kini Ditangani Kejari Kotabaru, Muslim: BP3K RI Akan Kawal0
- Suwanti Kandidat Kuat Gantikan Posisi Ketua DPRD Kotabaru, Jika Syairi Mundur0
