- Bupati H.M Rusli Lantik Ahmad Romansa Jadi Kepala Disdikbud Kotabaru
- OPINI Ambin Demokrasi | CeO Di Bali, Kada Mambuang Taruh
- WALHI Kalsel | Krisis Sungai Barito Bukan Takdir Ilahi, Melainkan Rakusnya Oligarki
- Pesan Menkomdigi Pada HPN 2026, Pers Yang kredibel Dan Independen Bukan pilihan Tapi Kebutuhan
- Perjuangan Wali Kota Lisa Gaungkan Cempaka Sebagai Living Museum, Menteri Fadli Zon Siap Dukung
- Gubernur Muhidin Lantik 292 Pejabat, Evaluasi 6 Bulan Jika kurang Baik Non Job
- Tiga Kampus Bumi Saijaan Apresiasi Terobosan Pendidikan Bupati Rusli
- Sekjen KNPI Kalsel Andi Rustianto Himbau Pemuda Jauhi Judi Online
- Perkuat Integritas, Pelindo Kotabaru Gandeng Kejaksaan Sosialisasikan Larangan Pungli dan Gratifikas
- Banjarbaru Dorong Ekonomi Kreatif, Wali Kota Lisa Perkuat Sinergitas Dengan Menteri Ekraf RI
Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Sinoman Hadrah, 12 Grup Ikuti Berpartisipasa Lestarikan Seni Banjar

Keterangan Gambar : Suasana lomba Sinoman Hadrah, Sabtu (6/9/2025).
Banjarmasin, Borneopos.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan melalui UPTD Taman Budaya Kalsel menggelar Lomba Sinoman Hadrah sebagai upaya melestarikan seni budaya khas Banjar. Kegiatan ini diikuti 12 grup peserta dari tiga daerah, yakni Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, dan Kota Banjarbaru.
Baca Lainnya :
- Gubernur Kalsel Diminta Segera Tetapkan Status Darurat Karhutla 0
- Perkuat Implementasi Pembangunan Adil dan Inklusif, BPSDMD Kalsel Gelar Pelatihan PUG bagi ASN0
Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra dalam sambutannya yang dibacakan Kepala UPTD Taman Budaya, Suharyanti menyampaikan, bahwa lomba ini dilaksanakan dengan dukungan anggaran DAK UPTD Taman Budaya Tahun 2025. Tujuannya adalah untuk pengembangan dan pelestarian seni hadrah Banjar.
“Saya berharap acara ini menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan sekaligus menambah pengetahuan para peserta dalam melestarikan kesenian tradisional Banua,” ujarnya, Banjarmasin, Sabtu (6/9/2025).
Sementara itu, salah satu dewan juri, Firhansyah menjelaskan, bahwa penilaian lomba meliputi kekompakan pemain musik dan penari, kualitas vokal, penampilan dan adab, serta aspek pendukung lainnya seperti properti.
“Sinoman hadrah spiritnya adalah kekompakan. Bagaimana membuat suasana menjadi riang dan meriah,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan dewan juri lainnya, Muhammad Budi Zakia Sani. Ia menegaskan bahwa sinoman hadrah adalah kesenian Islami, sehingga adab dalam melantunkan sholawat menjadi aspek penting.
“Sholawat yang dibawakan dengan khusyuk dan penuh kegembiraan pasti akan memberikan dampak positif bagi pendengar,” katanya.
Juri lainnya, Setia Budi, berharap kesenian sinoman hadrah terus dilestarikan oleh generasi muda Banua.
“Ke depan, kita berharap lomba ini dapat diikuti sanggar kesenian sinoman hadrah dari 13 kabupaten/kota di Kalsel agar semakin berkembang dan lestari,” ujarnya.
Sebagai informasi, sinoman hadrah merupakan kesenian tradisional khas suku Banjar yang memadukan seni tari, seni suara, dan musik rebana. Biasanya ditampilkan untuk menyambut tamu kehormatan, acara keagamaan, hingga pernikahan adat. Kesenian ini merupakan hasil akulturasi budaya Islam-Arab dan Melayu, dengan syair-syair berisi pujian kepada Nabi Muhammad SAW. (Red/MCKalsel)
5
Baca Lainnya :
- Disdag Kalsel Dukung Koperasi Merah Putih Desa Indrasari, Harga Gas LPG 3 Kg Rp. 18.500 per Tabung0
- Diauddin, Kadinkes Prov Kalsel: Setiap Koperasi Merah Putih Nanti Akan Miliki Apotek Dan Klinik Desa0
Berita KALSEL



.jpg)
.jpg)

.jpg)
1.jpg)




