- Gubernur Muhidin Turun Langsung Padamkan Titik Api di Kawasan Rumah Sakit Sambang Lihum
- Pemprov Kalsel Perkuat Pengembangan Meratus UNESCO Global Geopark
- Pemprov Kalsel Terus Jaga Kestabilan Harga, Pantau Distrubusi Pangan di Daerah
- Ayo Bersantai Sambil Nikmati Live Musik di Bukit Mamake
- Bupati Rusli Sambangi Balai KSDA Kalsel, Bahas Soal Pengembangan Pelabuhan di Kotabaru
- Perkuat Keberagaman, Koalisi Beragama Berkeyakinan Gelar Seminar Nasional di Banjarmasin
- Uji Publik Roadmap Geopark di Kotabaru, Sejumlah Obyek Wisata Masuk Daftar
- Gubernur Kalsel Terima Penghargaan Adhi Bhakti Tani Nelayan Utama 2026
- Disparpora Kotabaru Lestarikan Budaya Suku Mandar Lewat Festival Katir Race Mini dan Pesta Rakyat
- Ditengah Terik Musim Kemarau, Bangunan Eks PT. Misaya Mitra Kotabaru Diamuk Sijago Merah
Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Sinoman Hadrah, 12 Grup Ikuti Berpartisipasa Lestarikan Seni Banjar

Keterangan Gambar : Suasana lomba Sinoman Hadrah, Sabtu (6/9/2025).
Banjarmasin, Borneopos.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan melalui UPTD Taman Budaya Kalsel menggelar Lomba Sinoman Hadrah sebagai upaya melestarikan seni budaya khas Banjar. Kegiatan ini diikuti 12 grup peserta dari tiga daerah, yakni Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, dan Kota Banjarbaru.
Baca Lainnya :
- Gubernur Kalsel Diminta Segera Tetapkan Status Darurat Karhutla 0
- Perkuat Implementasi Pembangunan Adil dan Inklusif, BPSDMD Kalsel Gelar Pelatihan PUG bagi ASN0
Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra dalam sambutannya yang dibacakan Kepala UPTD Taman Budaya, Suharyanti menyampaikan, bahwa lomba ini dilaksanakan dengan dukungan anggaran DAK UPTD Taman Budaya Tahun 2025. Tujuannya adalah untuk pengembangan dan pelestarian seni hadrah Banjar.
“Saya berharap acara ini menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan sekaligus menambah pengetahuan para peserta dalam melestarikan kesenian tradisional Banua,” ujarnya, Banjarmasin, Sabtu (6/9/2025).
Sementara itu, salah satu dewan juri, Firhansyah menjelaskan, bahwa penilaian lomba meliputi kekompakan pemain musik dan penari, kualitas vokal, penampilan dan adab, serta aspek pendukung lainnya seperti properti.
“Sinoman hadrah spiritnya adalah kekompakan. Bagaimana membuat suasana menjadi riang dan meriah,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan dewan juri lainnya, Muhammad Budi Zakia Sani. Ia menegaskan bahwa sinoman hadrah adalah kesenian Islami, sehingga adab dalam melantunkan sholawat menjadi aspek penting.
“Sholawat yang dibawakan dengan khusyuk dan penuh kegembiraan pasti akan memberikan dampak positif bagi pendengar,” katanya.
Juri lainnya, Setia Budi, berharap kesenian sinoman hadrah terus dilestarikan oleh generasi muda Banua.
“Ke depan, kita berharap lomba ini dapat diikuti sanggar kesenian sinoman hadrah dari 13 kabupaten/kota di Kalsel agar semakin berkembang dan lestari,” ujarnya.
Sebagai informasi, sinoman hadrah merupakan kesenian tradisional khas suku Banjar yang memadukan seni tari, seni suara, dan musik rebana. Biasanya ditampilkan untuk menyambut tamu kehormatan, acara keagamaan, hingga pernikahan adat. Kesenian ini merupakan hasil akulturasi budaya Islam-Arab dan Melayu, dengan syair-syair berisi pujian kepada Nabi Muhammad SAW. (Red/MCKalsel)
5
Baca Lainnya :
- Disdag Kalsel Dukung Koperasi Merah Putih Desa Indrasari, Harga Gas LPG 3 Kg Rp. 18.500 per Tabung0
- Diauddin, Kadinkes Prov Kalsel: Setiap Koperasi Merah Putih Nanti Akan Miliki Apotek Dan Klinik Desa0










