- Perkuat Pondasi Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi, LK3 Banjarmasin Gelar Expo Religi Ke-11
- MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana, Hadirkan Tokoh
- Opini | Tegas! KBB Keluarkan Tiga Rekomendasi Soal Demokrasi dan Kebangsaan
- Karhutla Kalsel, Gubernur Minta 300 Perusahaan di Banua Aktif Bantu Tangani Kebakaran
- Menhut dan Kepala BNPB Monitoring Karhutla di Kalsel, Lebih 23 ribu Hektar Lahan Terbakar
- Tandatangani PKS, Pemkab Kotabaru Optimis Pelayanan Administrasi Kependudukan Semakin Meningkat
- Gubernur Muhidin Turun Langsung Padamkan Titik Api di Kawasan Rumah Sakit Sambang Lihum
- Pemprov Kalsel Perkuat Pengembangan Meratus UNESCO Global Geopark
- Pemprov Kalsel Terus Jaga Kestabilan Harga, Pantau Distrubusi Pangan di Daerah
- Ayo Bersantai Sambil Nikmati Live Musik di Bukit Mamake
Warga Sebut, Banjir 28 Agustus 2025 di Kotabaru Terparah Dalam 5 Tahun

Keterangan Gambar : Kondisi banjir Kotabaru, Kamis (28/8/2025).
Kotabaru, Borneopos.com - Kotabaru kembali dikepung banjir besar pada Kamis dini hari (28/8/2025) setelah hujan deras mengguyur sejak malam sebelumnya. Air yang naik cepat membuat warga tak sempat berbuat banyak, rumah-rumah terendam, jalan raya lumpuh, hingga fasilitas umum ikut menjadi korban. Kecamatan Pulau Laut Utara dan Pulau Laut Sigam tercatat sebagai wilayah yang paling parah terdampak.
Baca Lainnya :
- DLH Kotabaru Sosialisasikan Penanganan dan Pengelolaan Sampah di SMAN 2 Melalui Buku Saku Digital0
- Sertijab Kasat Lantas Polres Kotabaru, Kapolres Sampaikan Apresiasi0
Banjir kali ini disebut beberapa warga, salah satunya datang dari pustakawan dan epidemiolog kesehatan, Mario Hikmat, sebagai yang terparah dalam lima hingga enam tahun terakhir.
Air yang mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa melumpuhkan aktivitas masyarakat, merendam rumah, kendaraan bermotor, mobil, hingga berkas-berkas penting milik warga.
"Pukul 3 dini hari tante saya menelpon sambil menangis. Saat terbangun, rumahnya sudah terendam. Tak ada yang bisa diselamatkan. Motor, pakaian, berkas penting, dan semua yang ada di lemari. Saya kaget dan segera ingin membantunya. Namun, setelah membuka pintu rumah, air sudah sampai di teras. Kurang dua jari sebelum menyelinap ke dalam rumah," ungkap Mario, Jumat pagi (29/08/2025)
Mario menuturkan, dalam waktu singkat air masuk ke rumahnya. Ia hanya bisa bergegas menyelamatkan barang yang sempat diangkat ke tempat lebih tinggi.
"Buku-buku di bagian bawah rak saya selamatkan pertama kali. Kemudian kasur, lalu alat elektronik, pakaian dan terakhir barang-barang lainnya. Tak sampai 10 menit, air mulai masuk lewat sela-sela pintu dan lantai kayu. Warnanya kecoklatan. Baunya tak sedap. Dan saya, hanya bisa terduduk mengamati air itu masuk pelan-pelan sambil mengutuk pemerintah daerah yang tak pernah bisa menyelesaikan persoalan banjir di Kotabaru," katanya.
Biasanya, rumah Mario relatif aman setiap kali banjir melanda. Namun kali ini berbeda, hampir seluruh titik di Kotabaru terendam. Tidak hanya rumah warga, sekolah dan kantor pemerintahan pun ikut menjadi korban.
Saat air mulai surut, genangan meninggalkan tanah dan tumpukan sampah berserakan. Kondisi tersebut membuat warga kian resah, terlebih persoalan banjir dianggap belum pernah ditangani secara serius oleh pemerintah daerah.
"Saya pikir pemerintah harus berbenah. Pembangunan mesti sejalan dengan keberlanjutan lingkungan. Karena banjir bukan sebab, tapi dampak. Pembangunan harus menyelamatkan, bukan malah merusak hutan, mengintensifkan pertambangan, memasifkan sawit, mengganggu kehidupan pegunangan, dan sebagainya yang jadi sebab munculnya bencana alam seperti banjir. Semua ini perlu diperbaiki dari urusan perspektif sampai ke soal teknis semisal pembuatan gorong-gorong," ujar Mario. (Ali)




Baca Lainnya :
- 35 Anggota DPRD Kotabaru Periode 2024-2029 Resmi Dilantik0
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0














