- Karhutla Kalsel, Gubernur Minta 300 Perusahaan di Banua Aktif Bantu Tangani Kebakaran
- Menhut dan Kepala BNPB Monitoring Karhutla di Kalsel, Lebih 23 ribu Hektar Lahan Terbakar
- Tandatangani PKS, Pemkab Kotabaru Optimis Pelayanan Administrasi Kependudukan Semakin Meningkat
- Gubernur Muhidin Turun Langsung Padamkan Titik Api di Kawasan Rumah Sakit Sambang Lihum
- Pemprov Kalsel Perkuat Pengembangan Meratus UNESCO Global Geopark
- Pemprov Kalsel Terus Jaga Kestabilan Harga, Pantau Distrubusi Pangan di Daerah
- Ayo Bersantai Sambil Nikmati Live Musik di Bukit Mamake
- Bupati Rusli Sambangi Balai KSDA Kalsel, Bahas Soal Pengembangan Pelabuhan di Kotabaru
- Perkuat Keberagaman, Koalisi Beragama Berkeyakinan Gelar Seminar Nasional di Banjarmasin
- Uji Publik Roadmap Geopark di Kotabaru, Sejumlah Obyek Wisata Masuk Daftar
Sejak Pekan Pertama, Presiden Prabowo Turunkan Helikopter untuk Penanganan Bencana Aceh

Keterangan Gambar : Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya saat live stream melalui kanal Youtube resmi Ditjen KPM Kemkomdigi, Senin (29/12/2025)
Jakarta, Borneopos.com - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara langsung mengerahkan helikopter pribadinya ke Aceh untuk mendukung penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor. Helikopter tersebut digunakan oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana di wilayah terdampak.
Baca Lainnya :
- Pemerintah Percepat Pemulihan Infrastruktur dan Layanan Kesehatan Pascabencana Sumatera0
- Balangan Diterjang Banjir Bandang, WALHI Kalsel: Ini Kegagalan Tata Kelola Lingkungan0
Hal tersebut disampaikan Teddy dalam Konferensi Pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pasca Bencana Sumatera Menjelang Akhir Tahun yang ditayangkan live stream melalui kanal Youtube resmi Ditjen KPM Kemkomdigi, Senin (29/12/2025). Ia menjelaskan bahwa langkah cepat tersebut dilakukan sejak pekan pertama bencana terjadi.
“Sejak minggu pertama bencana, Bapak Presiden langsung mengirimkan helikopter pribadi beliau ke Aceh untuk digunakan oleh Gubernur Aceh beserta tim dalam penanganan bencana,” ujar Teddy.
Menurut Teddy, helikopter tersebut sangat membantu mobilitas Gubernur Aceh dan tim dalam menjangkau berbagai wilayah terdampak yang sulit diakses. Helikopter itu digunakan untuk meninjau langsung kondisi lapangan di sejumlah daerah di Aceh.
“Helikopter tersebut bisa digunakan untuk berkeliling ke berbagai wilayah di Aceh yang terdampak. Ini dilakukan sejak minggu pertama bencana,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Teddy juga menanggapi pertanyaan publik terkait kabar pengerahan puluhan helikopter ke wilayah bencana. Ia menyebutkan, total terdapat 53 helikopter yang dikerahkan untuk mendukung penanganan bencana di Aceh.
Helikopter tersebut berasal dari berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pertamina, serta pihak swasta.
Teddy menambahkan, keberadaan helikopter-helikopter tersebut berperan penting dalam pendistribusian logistik dan bantuan kemanusiaan, terutama ke daerah-daerah yang tidak dapat dijangkau melalui jalur darat akibat akses jalan terputus.
“Helikopter digunakan untuk menerbangkan logistik ke wilayah-wilayah yang tidak terjangkau jalur darat, seperti desa-desa terdampak, posko peninjauan, hingga ke kepala desa,” ujarnya. (Red/MC)

Baca Lainnya :
- Gabungan Ormas Gelar Unjuk Rasa Damai di Kantor DPRD Kotabaru0
- Balangan Diterjang Banjir Bandang, WALHI Kalsel: Ini Kegagalan Tata Kelola Lingkungan0


.jpg)
1.jpg)










