- Gubernur Muhidin Turun Langsung Padamkan Titik Api di Kawasan Rumah Sakit Sambang Lihum
- Pemprov Kalsel Perkuat Pengembangan Meratus UNESCO Global Geopark
- Pemprov Kalsel Terus Jaga Kestabilan Harga, Pantau Distrubusi Pangan di Daerah
- Ayo Bersantai Sambil Nikmati Live Musik di Bukit Mamake
- Bupati Rusli Sambangi Balai KSDA Kalsel, Bahas Soal Pengembangan Pelabuhan di Kotabaru
- Perkuat Keberagaman, Koalisi Beragama Berkeyakinan Gelar Seminar Nasional di Banjarmasin
- Uji Publik Roadmap Geopark di Kotabaru, Sejumlah Obyek Wisata Masuk Daftar
- Gubernur Kalsel Terima Penghargaan Adhi Bhakti Tani Nelayan Utama 2026
- Disparpora Kotabaru Lestarikan Budaya Suku Mandar Lewat Festival Katir Race Mini dan Pesta Rakyat
- Ditengah Terik Musim Kemarau, Bangunan Eks PT. Misaya Mitra Kotabaru Diamuk Sijago Merah
Presentasi Penurapan Segmen Soetomo, Tarmidzi dan Teras Samarinda, Wali Kota Terus Genjot Pekerjaan

Keterangan Gambar : (istimewa)
Borneopos.com, SAMARINDA - Wali Kota Samarinda Dr Andi Harun terus menggenjot beberapa pekerjaan fisik diantaranya proyek penurapan SKM segmen Dr Sutomo, penurapan segmen Tarmizi dan penurapan Teras Samarinda tahap 2 melalui presentasi dari pihak Dinas PUPR Samarinda dan konsultan di ruang rapat wali kota, Senin (15/7/2024).
Baca Lainnya :
Dalam presentasi yang sekaligus sebagai langkah wali kota memantau pekerjaan tersebut dihadiri Sekda Samarinda Hero Mardanus Satyawan, Plh Asisten II Marnabas Patiroy, Kepala Dinas PUPR Desy Damayanti Fauzi, Kabid SDA Dinas PUPR Hendra Kusuma dan PPK Dedy Sumbawardana serta konsultan proyek penurapan Sutomo dan Tarmizi, dan konsultan Teras Samarinda.
Dalam kesempatan itu, Dedy bersama konsultan menyampaikan bahwa progres penurapan Sutomo mencapai 15 persen, Tarmizi 71 persen dan turap Teras Samarinda tahap 2 sebesar 5 persen.
Berbicara proyek penurapan Sutomo, Dedy memaparkan menggunakan pompa lumpur 250 liter/detik dengan jenis pompa submersible.
Dalam paparan kedua proyek penurapan SKM dalam mendukung program pengendalian banjir kota Samarinda tersebut tidak ada masalah krusial.
Beralih ke proyek penurapan Teras Samarinda tahap 2 dikemukakan bahwa harus dilakukan penebangan beberapa pohon terkait metode pekerjaan.
“Pemotongan ini untuk mobilitas crane saat pemancangan sheetpile dan angkur,” terang Dedy.
Namun lanjutnya tidak menghabiskan semua pohon yang ada di tahap 2. Karena masih ada beberapa yang tidak menganggu tetap dibiarkan.
Wali Kota sendiri mengharapkan agar pekerjaan bisa terus berjalan lancar dan jika ada kendala segera dikomunikasikan serta dicarikan penyelesaiannya sehingga tidak berlarut-larut.
“Jangan sampai masyarakat yang semestinya sudah bisa menikmati hasil pembangunan, malah tertunda juga menikmatinya,” tegas Andi Harun. (rls/red)


Baca Lainnya :














