- DPKP Kalsel Terima Penghargaan Gubenur Soal Keterbukaan Informasi Publik
- HSS Peringkat Terbaik se Kalsel Pengelolaan Pengaduan LAPOR pada AMPK 2025
- Dinsos Provinsi Kalsel: Penggalangan Dana Untuk Bencana di Jalan Umum, Harus Ada Izin
- Sambut Agenda Rutin Akhir Tahun, DLH Kalsel Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan
- IPKD 2025 : Balangan, Tanah Laut dan HSS Jadi Daerah Terbaik di Kalsel
- Pelindo Kotabaru Siap Maksimalkan Pelayanan Nataru 2025-2026
- Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor 2025, Wajib Pajak Teladan Terima Penghargaan
- LSM Ultimatum Kejati Kalsel: Tindak Korupsi dan Tambang Liar di Kotabaru
- Gabungan LSM Banua Geruduk Kejati Kalsel, Pertanyakan Kasus Mandek dan Tambang Ilegal
- Polda Kalsel Bantu Korban Bencana Alam di Aceh, Sumut dan Sumbar
Dipicu Hujan Deras dan Pasang Sungai Mahakam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Keterangan Gambar : Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Samarinda, Suwarso.
Samarinda Borneopos.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda sejak Selasa (27/5/2025) dini hari menyebabkan banjir di sejumlah wilayah kota. Tinggi genangan air dilaporkan mencapai 50 hingga 100 sentimeter di beberapa titik.
Baca Lainnya :
- Andi Harun dan Kapolresta Samarinda Meriahkan CFD Spesial HUT Bhayangkara ke-790
- Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri Buka Rakerkot KONI Samarinda 20250
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat intensitas hujan berada pada kisaran 50 hingga 85 milimeter per jam hingga pukul 08.00 Wita.
Kondisi ini diperparah oleh fenomena pasang besar Sungai Mahakam yang menimbulkan efek backwater pada anak-anak sungainya, seperti Sungai Karang Mumus, Karang Asam Kecil, dan Karang Asam Besar.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan kombinasi hujan deras dan pasang sungai menyebabkan air tertahan sehingga meluap ke wilayah dataran rendah.
“Pasang besar di Sungai Mahakam dan curah hujan tinggi mengakibatkan air tertahan, sehingga masih terjadi genangan di beberapa titik kota,” ujar Suwarso, Selasa (27/5/2025).
Beberapa kawasan terdampak cukup parah antara lain Kecamatan Samarinda Utara, Palaran, Sambutan, dan Samarinda Ilir.
Sejumlah ruas jalan turut terendam, seperti Jalan Panjang, Kebun Agung, Simpang 4 Lemiswana, dan Simpang 4 Sembajak. Di wilayah Palaran bahkan dilaporkan terjadi longsor akibat tingginya intensitas hujan. Meski begitu, kondisi mulai menunjukkan tanda-tanda membaik.
BPBD memperkirakan permukaan air akan terus surut dalam dua jam ke depan seiring berkurangnya curah hujan.
Untuk penanganan darurat, BPBD Kota Samarinda telah mengerahkan seluruh armada siaga, termasuk kendaraan penyelamat, perahu evakuasi, serta mobil operasional di sejumlah titik.
Jalur menuju Bandara APT Pranoto juga mendapat perhatian khusus dengan disiagakannya armada Dalmas untuk memastikan kelancaran akses warga.
“Kami sudah sediakan semua kendaraan untuk evakuasi di titik-titik genangan air cukup dalam,” tambah Suwarso yang juga menjabat Plh. Asisten I Pemkot Samarinda.
Data terakhir menunjukkan curah hujan tertinggi terjadi di wilayah Samarinda Ulu dan Samarinda Utara, masing-masing mencapai 85 mm dan 81,5 mm per jam.
“Kami mengimbau warga tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan, terutama bagi yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor,” tutup Suwarso. (ril/red)
Baca Lainnya :
- Lagi, Polres Kotabaru Bekuk Penjual Zenith0
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
Berita KALTIM













