- Perkuat Pondasi Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi, LK3 Banjarmasin Gelar Expo Religi Ke-11
- MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana, Hadirkan Tokoh
- Opini | Tegas! KBB Keluarkan Tiga Rekomendasi Soal Demokrasi dan Kebangsaan
- Karhutla Kalsel, Gubernur Minta 300 Perusahaan di Banua Aktif Bantu Tangani Kebakaran
- Menhut dan Kepala BNPB Monitoring Karhutla di Kalsel, Lebih 23 ribu Hektar Lahan Terbakar
- Tandatangani PKS, Pemkab Kotabaru Optimis Pelayanan Administrasi Kependudukan Semakin Meningkat
- Gubernur Muhidin Turun Langsung Padamkan Titik Api di Kawasan Rumah Sakit Sambang Lihum
- Pemprov Kalsel Perkuat Pengembangan Meratus UNESCO Global Geopark
- Pemprov Kalsel Terus Jaga Kestabilan Harga, Pantau Distrubusi Pangan di Daerah
- Ayo Bersantai Sambil Nikmati Live Musik di Bukit Mamake
Banjir Kalsel: 926 Sekolah Rusak

Keterangan Gambar : Kondisi salah satu sekolah di Kalsel yang terkena banjir.
Banjarbaru, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus melakukan pembaruan data terkait sekolah-sekolah yang terdampak bencana banjir. Langkah ini diambil guna memastikan percepatan penanganan dan penyaluran bantuan bagi fasilitas pendidikan di Bumi Lambung Mangkurat.
Baca Lainnya :
- Rapat di DPRD, Dishut Kalsel Klaim Keberhasilan Tekan Luas Lahan Kritis0
- Sekjen Kemensos RI Datangi Korban Banjir Banjarbaru Bawa Ribuan Paket Sembako0
Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 926 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, baik negeri maupun swasta, mengalami kerusakan akibat banjir.
“Total sekolah terdampak itu ada 926, terdiri dari negeri dan swasta dari setiap jenjang. Rinciannya, PAUD sebanyak 372, SD 421, SMP 83, serta SMA dan SMK sederajat sebanyak 50 sekolah,” ujar Tantri saat ditemui usai mengikuti rapat daring bersama Kemendikdasmen RI di Banjarbaru, Jum’at (9/1/2026).
Ia menjelaskan, selain infrastruktur, dampak banjir juga dirasakan langsung oleh para peserta didik. Khusus untuk jenjang SMA dan SMK, tercatat sekitar 700 siswa yang terdampak secara ekonomi dan fasilitas belajar. Banyak di antara mereka yang kehilangan perlengkapan sekolah seperti tas, seragam, hingga buku-buku pelajaran.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalsel melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Fokus utama dari koordinasi ini adalah alokasi anggaran untuk program revitalisasi sekolah yang akan diprioritaskan pada tahun 2026.
“Fokus dari Kemendikdasmen sendiri, mereka ada alokasi anggaran untuk revitalisasi, khususnya prioritas tahun 2026 adalah sekolah yang terdampak banjir di Provinsi Kalimantan Selatan,” tambahnya.
Tak hanya perbaikan fisik bangunan, Disdikbud Kalsel juga berkomitmen untuk turun langsung memberikan bantuan kepada para siswa yang terdampak. Bantuan berupa perlengkapan sekolah diharapkan dapat membangkitkan semangat para siswa untuk kembali belajar.
“Kami nanti akan turun langsung memberikan bantuan langsung kepada siswa yang terdampak, karena kami dengar ada yang kehilangan tas sekolah, seragam, hingga buku-buku. Harapannya, mereka bisa lebih bersemangat kembali ke sekolah dan mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa,” pungkas Tantri. (Red/MC)

Baca Lainnya :
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0
- Asri-Praya Ditarget Selesaikan Bangunan Tahap I Jembatan Pulau Laut Sepanjang 400 M,Selama 175 Hari0














