- Perkuat Pondasi Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi, LK3 Banjarmasin Gelar Expo Religi Ke-11
- MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana, Hadirkan Tokoh
- Opini | Tegas! KBB Keluarkan Tiga Rekomendasi Soal Demokrasi dan Kebangsaan
- Karhutla Kalsel, Gubernur Minta 300 Perusahaan di Banua Aktif Bantu Tangani Kebakaran
- Menhut dan Kepala BNPB Monitoring Karhutla di Kalsel, Lebih 23 ribu Hektar Lahan Terbakar
- Tandatangani PKS, Pemkab Kotabaru Optimis Pelayanan Administrasi Kependudukan Semakin Meningkat
- Gubernur Muhidin Turun Langsung Padamkan Titik Api di Kawasan Rumah Sakit Sambang Lihum
- Pemprov Kalsel Perkuat Pengembangan Meratus UNESCO Global Geopark
- Pemprov Kalsel Terus Jaga Kestabilan Harga, Pantau Distrubusi Pangan di Daerah
- Ayo Bersantai Sambil Nikmati Live Musik di Bukit Mamake
Sekdaprov Kalsel : Proyek Pengendalian Banjir Riam Kiwa Ditargetkan Rampung 2027

Keterangan Gambar : ?Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin saat memberi keterangan kepada awak media, Senin (12/1/2026).
Banjarbaru, Borneopos.com - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin, menyampaikan rasa syukur atas kedatangan Presiden Republik Indonesia ke Kalimantan Selatan dalam rangka peresmian groundbreaking program sekolah rakyat.
Baca Lainnya :
- Dari Banjarbaru, Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi0
- Pelatihan Kerja Gratis 2026! Segera Daftar di BLK Kalsel0
Ia mengungkapkan, Kalimantan Selatan mendapat tiga lokasi pelaksanaan program tersebut, yakni di Banjarbaru, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kabupaten Barito Kuala. Program ini dinilai sebagai langkah strategis pemerintah pusat dalam upaya mengentaskan kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Alhamdulillah, Kalimantan Selatan dipercaya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program nasional ini. Tadi juga disampaikan langsung oleh Bapak Presiden bagaimana program-program ini diarahkan agar anak-anak yang tidak mampu tetap bisa bersekolah,” kata Syarifuddin, Banjarbaru, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan siap melaksanakan dan mendukung penuh seluruh program nasional yang telah dicanangkan. Pemprov Kalsel juga siap membackup pemerintah kabupaten/kota agar pelaksanaannya berjalan optimal.
“Kami siap melaksanakan program-program nasional dan membackup provinsi serta kabupaten/kota, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Selain berdampak pada sektor pendidikan dan sosial, Syarifuddin menilai kunjungan Presiden juga memberikan efek positif terhadap perekonomian daerah. Tingkat hunian penginapan meningkat, sektor transportasi dan kuliner bergerak, serta memberi peluang besar bagi pelaku UMKM.
“Dari sisi ekonomi jelas sangat berdampak. Penginapan penuh, transportasi dan makanan bergerak, UMKM juga ikut merasakan manfaatnya. Mudah-mudahan ke depan Kalimantan Selatan bisa terus menjadi tuan rumah berbagai kegiatan kenegaraan dan ekonomi,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden juga didampingi sejumlah menteri kabinet, termasuk Menteri Sosial dan Menteri PUPR. Salah satu isu yang turut menjadi perhatian adalah penanganan banjir di Kalimantan Selatan.
Syarifuddin menyebutkan, proyek pengendalian banjir Riam Kiwa menjadi fokus utama dan diharapkan mampu mengatasi sekitar 70 persen persoalan banjir di wilayah terdampak. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2027.
“Insya Allah dua tahun ke depan bisa selesai. Progresnya sudah mulai berjalan dengan baik, dan mudah-mudahan nantinya banjir bisa teratasi,” tutupnya. (Red/MC)
Baca Lainnya :
- Gabungan Ormas Gelar Unjuk Rasa Damai di Kantor DPRD Kotabaru0
- Pelatihan Kerja Gratis 2026! Segera Daftar di BLK Kalsel0














