- Pemkab Kotabaru Sapa Jamaah Haji, melalui Live Info Haji
- Tampil memukau, Kontingen Kotabaru ikuti Pawai Taaruf MTQ Nasional ke-37 tingkat Kalsel
- Wujudkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan, Pemkab Kotabaru gelar seminar Regional se - KalSel
- Indocement Tarjun Latih Karyawan dan Stakeholder Terkait Penyelamatan di Ruang Terbatas
- Perenang Muda Kalsel Sabet Dua Medali di A-Stream Open Water Swimming Bali 2026
- Ratusan Gamer Ramaikan Axis Cup 2026, ESI Kalsel Dorong Regenerasi Atlet Esports
- 516 Siswa RA-MI Maarif NU Kalsel Diwisuda, Gubernur Kalsel Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter
- Lokakarya Tari Topeng Srikandi Jadi Upaya Taman Budaya Kalsel Revitalisasi Topeng Banjar
- RSUD Ulin Perkuat Transformasi Pelayanan Kesehatan Lewat Forum Konsultasi Publik
- Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dilaksanakan di Kotabaru
Polresta Samarinda Gagalkan Peredaran Sabu 501,7 Gram, Dua Tersangka Warga Kalsel Ditangkap

Keterangan Gambar : Dua terduga oelaku dan barang bukti
Samarinda, Borneo Pos -- Satresnarkoba Polresta Samarinda berhasil menggagalkan peredaran narkotika golongan I jenis sabu dengan total berat 501,7 gram bruto. Pengungkapan ini dilakukan pada Sabtu, (11/01/2025) sekitar pukul 05.00 WITA di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.
Baca Lainnya :
- Awalnya Diduga Pelaku Pencurian, Ujungnya AW Diciduk Tim Polsek Sungai Pinang Lantaran Bawa Sabu0
- Curi Sepeda Motor Kenalannya, SI Ditangkap Polisi 0
Dalam operasi ini, polisi berhasil mengamankan dua tersangka yang diduga terlibat dalam transaksi narkoba. Kedua tersangka tersebut adalah SU (41), seorang wiraswasta asal Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan Muhammad RD (46), seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang juga berasal dari kabupaten yang sama.
Pengungkapan Berawal dari Informasi Masyarakat. Lokasi yang menjadi sasaran pengungkapan sudah lama diawasi oleh polisi, karena sering digunakan sebagai tempat transaksi narkoba. Petugas yang mendapatkan informasi terkait aktivitas mencurigakan di sekitar Jalan Slamet Riyadi, kemudian melakukan patroli rutin.
Saat tiba di lokasi, petugas melihat sebuah mobil Mitsubishi Expander putih terparkir dalam posisi mencurigakan.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, petugas menemukan sebuah paper bag hitam yang berisi lima bungkus narkotika jenis sabu, yang masing-masing dibungkus dalam amplop cokelat. Total berat sabu yang berhasil diamankan mencapai 501,7 gram.
Selain narkoba, petugas juga menyita sejumlah barang bukti lain yang berkaitan dengan aktivitas ilegal ini, seperti uang tunai sebesar Rp. 900.000, dua unit ponsel, serta kendaraan yang digunakan kedua tersangka. Barang bukti ini semakin memperkuat dugaan bahwa kedua tersangka terlibat dalam jaringan peredaran narkoba.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, melalui Kasi Humas Polresta Samarinda, Iptu Muh. Rizal M Zain, menjelaskan bahwa saat ini kedua tersangka sudah diamankan di Polresta Samarinda untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Kedua tersangka dan barang bukti sudah kami amankan dan sedang menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Kami juga terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini,” ujar Iptu Rizal.
Kasus ini diproses berdasarkan Pasal 114 ayat (2), subsider Pasal 112 ayat (2), junto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan bukti yang cukup kuat, kedua tersangka terancam hukuman berat, sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Kombes Pol Hendri Umar mengungkapkan, pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari komitmen Polresta Samarinda dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Kalimantan Timur. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk turut berperan aktif dalam memerangi peredaran narkoba dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan.
“Pemberantasan narkoba menjadi prioritas kami, dan kami terus melakukan upaya maksimal untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Kami juga berharap agar masyarakat dapat lebih peka dan bekerjasama dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba,” kata Kapolresta.
Dengan keberhasilan ini, Polresta Samarinda berharap dapat memberikan dampak positif dalam upaya memutus mata rantai peredaran narkoba yang marak di beberapa wilayah, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba. (ril/saiful)
Baca Lainnya :
- Delapan Warga Samarinda Jadi Tersangka Pembunuhan Akibat Main Hakim Sendiri0
- Pemkot Samarinda Gelar Acara Purna Bakti Polisi Cilik Angkatan I Tahun 20240
Berita KALTIM

.jpg)












