- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
Delapan Warga Samarinda Jadi Tersangka Pembunuhan Akibat Main Hakim Sendiri

Keterangan Gambar : Depan tersangka di tunjukan di hadapan wartawan saat konferensi pers, Jumat [25/10/24].
Samarinda - Borneopos.com - Polresta Samarinda telah menetapkan 8 tersangka dalam Kasus Kematian Muhammad Ramlan. Peristiwa yang terjadi pada Kamis malam, 17 Oktober 2024 lalu sempat menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat.
Baca Lainnya :
- Pukul Anak Dibawah Umur Hingga Memar, MR Ditangkap Reskrim Polsek Samarinda Ulu0
- Polsek Samarinda Kota Amankan LHR, Pelaku Keributan Di Pasar Sungai Dama0
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, menuturkan bahwa penyelidikan telah menghasilkan penetapan delapan orang sebagai tersangka.
“Kejadian itu bermula sekitar pukul 20.30 WITA, saat Ramlan, yang memegang senjata tajam, menciptakan suasana tegang di sekitar,” ucap Kombes Pol Ary Padli, dihadapan awak media, Jum’at (25/10/2024) siang.
"Akibatnya, warga yang merasa terancam berusaha mengejar dan menyerang Ramlan,” lanjutnya.
Berdasarkan hal tersebut, Polresta Samarinda Kombes Pol Ary Padli kembali menerangkan bahwa Ramlan menunjukkan perilaku yang membuat warga merasa tidak aman, yang akhirnya memicu tindakan emosional dari masyarakat.
“Sehingga menyebabkan Ramlan terluka dan meskipun Ramlan dilarikan ke rumah sakit, upaya untuk menyelamatkannya tidak berhasil,” jelasnya.
Polisi menerima laporan resmi dari pihak keluarga pada 20 Oktober, beberapa hari setelah kejadian.
Tim penyidik segera melakukan olah tempat kejadian dan mengumpulkan keterangan dari saksi.

Dari hasil penyelidikan, kedelapan tersangka yang dikenal dengan inisial ST, ID, AB, IS, AM, AR, SR, dan RH diancam dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan serta Pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP terkait tindakan kekerasan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.
Kapolresta menegaskan komitmen Polresta Samarinda untuk menegakkan hukum secara profesional dan transparan.
Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa tindakan main hakim sendiri tidak bisa dibenarkan.
“Kejadian ini menunjukkan pentingnya mengendalikan emosi dan tidak bertindak di luar hukum,” tambahnya.
Ia mengajak masyarakat untuk menyelesaikan masalah melalui jalur hukum dan tidak terlibat dalam kekerasan.
“Mari kita ciptakan lingkungan yang aman dengan saling menghormati dan menjaga ketertiban,” tutupnya, menekankan pentingnya kerjasama dalam menciptakan keamanan di Kota Samarinda. (ril/saiful)

Baca Lainnya :
- Pemkot Samarinda Gelar Acara Purna Bakti Polisi Cilik Angkatan I Tahun 20240
- Polsek Samarinda Kota Amankan LHR, Pelaku Keributan Di Pasar Sungai Dama0
Berita Kotabaru













