- Usung Visi Besar, Tokoh muda Tanah Bumbu Andi Rustianto Siap Maju Jadi Ketua KONI Kalsel 2026-2030
- KONI Kalsel Siap Gelar Pemilihan Ketua Umum, Anda Berminat dan Memenuhi Syarat Silahkan Daftar!
- Meski Dana Transfer Dipangkas, Andi Rudi Genjot Pertumbuhan Ekonomi Tanbu Tertinggi 5 Tahun Terakhir
- Pemprov Kalsel Sampaikan LKPJ 2025, Indikator Pembangunan Tunjukkan Tren Positif
- Pinky Manarul Alam Siap Bertarung di KNPI Barito Kuala, Berikut Rekam Jejaknya!
- KNPI Tanah Bumbu Apresiasi Musrenbang sebagai Wadah Aspirasi Pembangunan Daerah
- Menteri Lingkungan Hidup dan Rektor ULM Perkuat Sinergi Penanganan Sampah Berbasis Kampus
- Usai Cuti Bersama Idulfitri, Walikota Banjarbaru Lisa Ingatkan ASN Tingkatkan Etos Kerja
- Kepala UPT Wisata, Dian: 8.000 Wisatawan Berlibur Dengan Aman di Pantai Gedambaan
- Dalam 5 Hari, Wisata Air Terjun Tumpang Dua Kotabaru Layani 1.300 Wisatawan
Panggung Apung Siring Laut, Teater : Banyu Mata Bawang, Simak Filosofinya!

Keterangan Gambar : Suasana pagelaran teater "Banyu Mata Bawang", ditanggung apung Siring Laut Kotabaru, Sabtu (12/7/2025)
Kotabaru, Borneopos.com - Program Malam Tempo Doeloe yang digagas Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kotabaru rutin digelar setiap malam Minggu di Siring Laut Kotabaru. Pada Sabtu (12/6/2025) malam dipentaskan pertunjukan teater Japin Cerita bertajuk "Banyu Mata Bawang" di panggung apung Siring Laut.
Baca Lainnya :
- Mengenal Wisata Religi Bumi Saijaan : Makam Raja Pulau Laut0
- Disparpora Kotabaru Kenalkan Kesenian Japin Kepada Generasi Muda0
Ernanda Rizki Aprisya, S.Pd, yang kerap disapa Nanda, adalah salah satu guru SMKN 1 Kotabaru sekaligus pelatih teater di sekolah tersebut.
Ia diundang untuk bergabung dalam pementasan teater ini oleh grup teater Ikatan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga
Japin Cerita merupakan teater tradisi yang berasal dari daerah pesisir Kalimantan Selatan. Sangat erat kaitannya dengan seni lainnya seperti tari, musik, dan teater, dan dibawakan dengan bahasa Banjar yang kental.
Pertunjukan teater Banyu Mata Bawang menceritakan tentang tokoh Nur Aini yang diperankan oleh Nanda. Ia mendapatkan petuah-petuah dari almarhum umanya (ibunya) untuk selalu tersenyum walaupun menghadapi berbagai masalah dalam hidup, karena dari situlah orang-orang terdekat juga bisa merasakan kebahagiaan.
Nanda menjelaskan bahwa teater Banyu Mata Bawang mengandung filosofi yang mendalam. "Filosofi banyu mata bawang adalah, ibarat rela mengupas bawang hingga jatuh banyu mata (air mata), untuk membuat masakan enak," jelas Nanda, Sabtu (12/7/2025).
Hasil kerja keras dari latihan yang dilakukan sejak hari Kamis hingga Sabtu sore pun sukses membuahkan hasil. Penonton berdatangan berbondong-bondong untuk menyaksikan dan larut dalam berbagai macam ekspresi hingga pertunjukan berakhir. (Ali)


Baca Lainnya :
- PORSENI Pelkat PKB Kalsel-Teng GPIB Sukses Digelar, Kotabaru Raih Juara Umum dan Dirigen Terbaik0
- RDP Pedagang Pasar Wadai ke Dewan Buahkan Hasil,Pedagang: Terima Kasih DPRD Kotabaru dan Disparpora0














