- Kadisparpora: FBS 2026 Akan Tonjolkan Keragaman Budaya di Bumi Saijaan
- Atlet Gantole Asal Jawa Tengah, Sulis Widodo Akui Keindahan Buni Saijaan
- Mutasi Besar-besaran di Polda Kalsel, Sejumlah PJU dan Kapolres Berganti Posisi
- Direktur RSUD Kotabaru Angkat Bicara Soal Pasien Meningal Dunia Usai Menerima Obat Suntik/Infus
- Pelindo Kotabaru Perkuat Budaya Sadar Risiko Melalui Pelatihan Risk Awareness
- Kunjungan PB FASI Jadi Momentum Promosi Wisata Dan Dorong Pengembangan Olahraga Dirgantara Kotabaru
- 20 Klien Disabilitas Angkatan VIII Tahun 2026 Lulus Program Rehabilitasi Sosial di PRSPD
- Kampung Putra Bulu, Destinasi Wisata Berbasis BUMDes yang Memberdayakan Pemuda Lokal
- Gubernur Muhidin Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel
- Pemprov Kalsel Komitmen Tingkatkan Tata Kelola Aset Pasca Raih WTP ke-13
Panggung Apung Siring Laut, Teater : Banyu Mata Bawang, Simak Filosofinya!

Keterangan Gambar : Suasana pagelaran teater "Banyu Mata Bawang", ditanggung apung Siring Laut Kotabaru, Sabtu (12/7/2025)
Kotabaru, Borneopos.com - Program Malam Tempo Doeloe yang digagas Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kotabaru rutin digelar setiap malam Minggu di Siring Laut Kotabaru. Pada Sabtu (12/6/2025) malam dipentaskan pertunjukan teater Japin Cerita bertajuk "Banyu Mata Bawang" di panggung apung Siring Laut.
Baca Lainnya :
- Mengenal Wisata Religi Bumi Saijaan : Makam Raja Pulau Laut0
- Disparpora Kotabaru Kenalkan Kesenian Japin Kepada Generasi Muda0
Ernanda Rizki Aprisya, S.Pd, yang kerap disapa Nanda, adalah salah satu guru SMKN 1 Kotabaru sekaligus pelatih teater di sekolah tersebut.
Ia diundang untuk bergabung dalam pementasan teater ini oleh grup teater Ikatan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga
Japin Cerita merupakan teater tradisi yang berasal dari daerah pesisir Kalimantan Selatan. Sangat erat kaitannya dengan seni lainnya seperti tari, musik, dan teater, dan dibawakan dengan bahasa Banjar yang kental.
Pertunjukan teater Banyu Mata Bawang menceritakan tentang tokoh Nur Aini yang diperankan oleh Nanda. Ia mendapatkan petuah-petuah dari almarhum umanya (ibunya) untuk selalu tersenyum walaupun menghadapi berbagai masalah dalam hidup, karena dari situlah orang-orang terdekat juga bisa merasakan kebahagiaan.
Nanda menjelaskan bahwa teater Banyu Mata Bawang mengandung filosofi yang mendalam. "Filosofi banyu mata bawang adalah, ibarat rela mengupas bawang hingga jatuh banyu mata (air mata), untuk membuat masakan enak," jelas Nanda, Sabtu (12/7/2025).
Hasil kerja keras dari latihan yang dilakukan sejak hari Kamis hingga Sabtu sore pun sukses membuahkan hasil. Penonton berdatangan berbondong-bondong untuk menyaksikan dan larut dalam berbagai macam ekspresi hingga pertunjukan berakhir. (Ali)


Baca Lainnya :
- PORSENI Pelkat PKB Kalsel-Teng GPIB Sukses Digelar, Kotabaru Raih Juara Umum dan Dirigen Terbaik0
- Mengenal Wisata Religi Bumi Saijaan : Makam Raja Pulau Laut0
Berita Kotabaru










