- Perkuat Pondasi Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi, LK3 Banjarmasin Gelar Expo Religi Ke-11
- MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana, Hadirkan Tokoh
- Opini | Tegas! KBB Keluarkan Tiga Rekomendasi Soal Demokrasi dan Kebangsaan
- Karhutla Kalsel, Gubernur Minta 300 Perusahaan di Banua Aktif Bantu Tangani Kebakaran
- Menhut dan Kepala BNPB Monitoring Karhutla di Kalsel, Lebih 23 ribu Hektar Lahan Terbakar
- Tandatangani PKS, Pemkab Kotabaru Optimis Pelayanan Administrasi Kependudukan Semakin Meningkat
- Gubernur Muhidin Turun Langsung Padamkan Titik Api di Kawasan Rumah Sakit Sambang Lihum
- Pemprov Kalsel Perkuat Pengembangan Meratus UNESCO Global Geopark
- Pemprov Kalsel Terus Jaga Kestabilan Harga, Pantau Distrubusi Pangan di Daerah
- Ayo Bersantai Sambil Nikmati Live Musik di Bukit Mamake
Panggung Apung Siring Laut, Teater : Banyu Mata Bawang, Simak Filosofinya!

Keterangan Gambar : Suasana pagelaran teater "Banyu Mata Bawang", ditanggung apung Siring Laut Kotabaru, Sabtu (12/7/2025)
Kotabaru, Borneopos.com - Program Malam Tempo Doeloe yang digagas Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kotabaru rutin digelar setiap malam Minggu di Siring Laut Kotabaru. Pada Sabtu (12/6/2025) malam dipentaskan pertunjukan teater Japin Cerita bertajuk "Banyu Mata Bawang" di panggung apung Siring Laut.
Baca Lainnya :
- Mengenal Wisata Religi Bumi Saijaan : Makam Raja Pulau Laut0
- Disparpora Kotabaru Kenalkan Kesenian Japin Kepada Generasi Muda0
Ernanda Rizki Aprisya, S.Pd, yang kerap disapa Nanda, adalah salah satu guru SMKN 1 Kotabaru sekaligus pelatih teater di sekolah tersebut.
Ia diundang untuk bergabung dalam pementasan teater ini oleh grup teater Ikatan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga
Japin Cerita merupakan teater tradisi yang berasal dari daerah pesisir Kalimantan Selatan. Sangat erat kaitannya dengan seni lainnya seperti tari, musik, dan teater, dan dibawakan dengan bahasa Banjar yang kental.
Pertunjukan teater Banyu Mata Bawang menceritakan tentang tokoh Nur Aini yang diperankan oleh Nanda. Ia mendapatkan petuah-petuah dari almarhum umanya (ibunya) untuk selalu tersenyum walaupun menghadapi berbagai masalah dalam hidup, karena dari situlah orang-orang terdekat juga bisa merasakan kebahagiaan.
Nanda menjelaskan bahwa teater Banyu Mata Bawang mengandung filosofi yang mendalam. "Filosofi banyu mata bawang adalah, ibarat rela mengupas bawang hingga jatuh banyu mata (air mata), untuk membuat masakan enak," jelas Nanda, Sabtu (12/7/2025).
Hasil kerja keras dari latihan yang dilakukan sejak hari Kamis hingga Sabtu sore pun sukses membuahkan hasil. Penonton berdatangan berbondong-bondong untuk menyaksikan dan larut dalam berbagai macam ekspresi hingga pertunjukan berakhir. (Ali)


Baca Lainnya :
- Mengenal Wisata Religi Bumi Saijaan : Makam Raja Pulau Laut0
- PORSENI Pelkat PKB Kalsel-Teng GPIB Sukses Digelar, Kotabaru Raih Juara Umum dan Dirigen Terbaik0














