- Usung Visi Besar, Tokoh muda Tanah Bumbu Andi Rustianto Siap Maju Jadi Ketua KONI Kalsel 2026-2030
- KONI Kalsel Siap Gelar Pemilihan Ketua Umum, Anda Berminat dan Memenuhi Syarat Silahkan Daftar!
- Meski Dana Transfer Dipangkas, Andi Rudi Genjot Pertumbuhan Ekonomi Tanbu Tertinggi 5 Tahun Terakhir
- Pemprov Kalsel Sampaikan LKPJ 2025, Indikator Pembangunan Tunjukkan Tren Positif
- Pinky Manarul Alam Siap Bertarung di KNPI Barito Kuala, Berikut Rekam Jejaknya!
- KNPI Tanah Bumbu Apresiasi Musrenbang sebagai Wadah Aspirasi Pembangunan Daerah
- Menteri Lingkungan Hidup dan Rektor ULM Perkuat Sinergi Penanganan Sampah Berbasis Kampus
- Usai Cuti Bersama Idulfitri, Walikota Banjarbaru Lisa Ingatkan ASN Tingkatkan Etos Kerja
- Kepala UPT Wisata, Dian: 8.000 Wisatawan Berlibur Dengan Aman di Pantai Gedambaan
- Dalam 5 Hari, Wisata Air Terjun Tumpang Dua Kotabaru Layani 1.300 Wisatawan
Meratus Resmi Berstatus UNESCO Global Geopark, Pemprov Kalsel Komitmen Pengelolaan Berkelanjutan

Keterangan Gambar : Panorama Geopark Meratus.
Banjarmasin, Borneopos.com - Penetapan Geopark Meratus sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) membawa kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi Kalimantan Selatan. Status bergengsi ini dipandang bukan sebagai tujuan akhir, tetapi sebagai pijakan awal untuk memperkuat pengelolaan kawasan Meratus secara berkelanjutan.
Baca Lainnya :
Hal ini disampaikan oleh Tenaga Ahli Gubernur Kalimantan Selatan sekaligus pencetus Geopark Meratus, Nurul Fajar Desira, dalam wawancara terkait pengembangan kawasan pasca-penetapan UGGp di Sekretariat Geopark Meratus Bappeda Provinsi Kalsel, Jum’at (18/7/2025).
Ia menegaskan, pengelolaan kawasan Meratus akan terus berorientasi pada tiga pilar utama UNESCO, yaitu konservasi, pendidikan, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
“Penetapan sebagai UNESCO Global Geopark ini adalah langkah awal bersama untuk menjaga kelestarian warisan geologi, alam, dan budaya, sekaligus mendorong manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat,” ujarnya.
Menurut Fajar, harapan besar Pemerintah Provinsi adalah agar status UGGp benar-benar membawa implikasi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Banua.
“Kami ingin masyarakat merasakan manfaat langsung melalui peningkatan ekonomi, misalnya lewat pengembangan produk lokal, jasa wisata berbasis alam dan budaya, hingga atraksi budaya yang lebih dikenal luas. Selain itu, masyarakat Banua diharapkan semakin mengenal nilai historis dan kebanggaan terhadap kekayaan alam dan budaya kita sendiri,” jelasnya.

Sejalan dengan pedoman UNESCO, pengelolaan kawasan Geopark Meratus ke depan tidak lepas dari evaluasi berkelanjutan. UNESCO dijadwalkan melakukan revalidasi pada tahun 2028 untuk menilai apakah pengelolaan kawasan berjalan sesuai standar. Hasil penilaian asesor tahun lalu pun menyisakan beberapa catatan penting yang kini menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama seluruh pemangku kepentingan baik di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota terus berkolaborasi dan berinovasi. Kami berupaya melaksanakan program yang tepat sasaran, seperti peningkatan infrastruktur dan fasilitas di situs-situs geopark, pengembangan riset biodiversitas hutan hujan tropis Meratus di Kahung dan Loksado, serta memperkuat program-program edukasi tentang nilai ilmiah Geopark Meratus,” terang Fajar.
Upaya-upaya tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Geopark Meratus tidak hanya sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai kawasan pendidikan dan konservasi yang memiliki dampak luas terhadap pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Fajar juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat, terutama generasi muda dan akademisi, dalam menjaga kelestarian kawasan Geopark Meratus. Menurutnya, pelibatan masyarakat merupakan salah satu kunci keberhasilan pengelolaan geopark.
“Tujuan utama geopark adalah untuk generasi mendatang. Karena itu kami melibatkan masyarakat sejak dini melalui program Geopark Goes to School dan Edutalk, yang menyasar sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Banyak siswa dan mahasiswa yang sudah melakukan studi dan riset di kawasan Meratus,” jelasnya.
Di tingkat tapak, lanjutnya, pengelolaan situs-situs geopark juga melibatkan site manager dan masyarakat yang bermukim di kawasan tersebut. Mereka memiliki peran penting sebagai penjaga warisan alam dan budaya yang dimiliki Banua.
Selain itu, Pemprov Kalsel juga membentuk Meratus Geopark Youth Forum sebagai wadah bagi generasi muda untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan berpartisipasi aktif dalam berbagai program pembangunan berkelanjutan, mitigasi bencana, hingga perlindungan lingkungan.
“Kami berharap seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, dapat lebih sadar terhadap isu-isu penting seperti keberlanjutan, pelestarian warisan geologi, budaya, hayati, dan lingkungan. Kolaborasi ini sangat penting demi memastikan Geopark Meratus tetap terjaga dan membawa manfaat nyata bagi Banua,” tutupnya.
Dengan komitmen kuat dari pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat, Geopark Meratus diharapkan terus berkembang sebagai kebanggaan Kalimantan Selatan yang tidak hanya dikenal di tingkat nasional tetapi juga dunia. (ril/MC Kalsel)

Baca Lainnya :
Berita KALSEL











