- OPINI Ambin Demokrasi | CeO Di Bali, Kada Mambuang Taruh
- WALHI Kalsel | Krisis Sungai Barito Bukan Takdir Ilahi, Melainkan Rakusnya Oligarki
- Pesan Menkomdigi Pada HPN 2026, Pers Yang kredibel Dan Independen Bukan pilihan Tapi Kebutuhan
- Perjuangan Wali Kota Lisa Gaungkan Cempaka Sebagai Living Museum, Menteri Fadli Zon Siap Dukung
- Gubernur Muhidin Lantik 292 Pejabat, Evaluasi 6 Bulan Jika kurang Baik Non Job
- Tiga Kampus Bumi Saijaan Apresiasi Terobosan Pendidikan Bupati Rusli
- Sekjen KNPI Kalsel Andi Rustianto Himbau Pemuda Jauhi Judi Online
- Perkuat Integritas, Pelindo Kotabaru Gandeng Kejaksaan Sosialisasikan Larangan Pungli dan Gratifikas
- Banjarbaru Dorong Ekonomi Kreatif, Wali Kota Lisa Perkuat Sinergitas Dengan Menteri Ekraf RI
- Dongkrak Ekonomi Lokal, Banjarbaru Ramadhan Festival 2026 Siapkan 150 Booth UMKM Gratis
Meratus Resmi Berstatus UNESCO Global Geopark, Pemprov Kalsel Komitmen Pengelolaan Berkelanjutan

Keterangan Gambar : Panorama Geopark Meratus.
Banjarmasin, Borneopos.com - Penetapan Geopark Meratus sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) membawa kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi Kalimantan Selatan. Status bergengsi ini dipandang bukan sebagai tujuan akhir, tetapi sebagai pijakan awal untuk memperkuat pengelolaan kawasan Meratus secara berkelanjutan.
Baca Lainnya :
Hal ini disampaikan oleh Tenaga Ahli Gubernur Kalimantan Selatan sekaligus pencetus Geopark Meratus, Nurul Fajar Desira, dalam wawancara terkait pengembangan kawasan pasca-penetapan UGGp di Sekretariat Geopark Meratus Bappeda Provinsi Kalsel, Jum’at (18/7/2025).
Ia menegaskan, pengelolaan kawasan Meratus akan terus berorientasi pada tiga pilar utama UNESCO, yaitu konservasi, pendidikan, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
“Penetapan sebagai UNESCO Global Geopark ini adalah langkah awal bersama untuk menjaga kelestarian warisan geologi, alam, dan budaya, sekaligus mendorong manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat,” ujarnya.
Menurut Fajar, harapan besar Pemerintah Provinsi adalah agar status UGGp benar-benar membawa implikasi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Banua.
“Kami ingin masyarakat merasakan manfaat langsung melalui peningkatan ekonomi, misalnya lewat pengembangan produk lokal, jasa wisata berbasis alam dan budaya, hingga atraksi budaya yang lebih dikenal luas. Selain itu, masyarakat Banua diharapkan semakin mengenal nilai historis dan kebanggaan terhadap kekayaan alam dan budaya kita sendiri,” jelasnya.

Sejalan dengan pedoman UNESCO, pengelolaan kawasan Geopark Meratus ke depan tidak lepas dari evaluasi berkelanjutan. UNESCO dijadwalkan melakukan revalidasi pada tahun 2028 untuk menilai apakah pengelolaan kawasan berjalan sesuai standar. Hasil penilaian asesor tahun lalu pun menyisakan beberapa catatan penting yang kini menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama seluruh pemangku kepentingan baik di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota terus berkolaborasi dan berinovasi. Kami berupaya melaksanakan program yang tepat sasaran, seperti peningkatan infrastruktur dan fasilitas di situs-situs geopark, pengembangan riset biodiversitas hutan hujan tropis Meratus di Kahung dan Loksado, serta memperkuat program-program edukasi tentang nilai ilmiah Geopark Meratus,” terang Fajar.
Upaya-upaya tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Geopark Meratus tidak hanya sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai kawasan pendidikan dan konservasi yang memiliki dampak luas terhadap pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Fajar juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat, terutama generasi muda dan akademisi, dalam menjaga kelestarian kawasan Geopark Meratus. Menurutnya, pelibatan masyarakat merupakan salah satu kunci keberhasilan pengelolaan geopark.
“Tujuan utama geopark adalah untuk generasi mendatang. Karena itu kami melibatkan masyarakat sejak dini melalui program Geopark Goes to School dan Edutalk, yang menyasar sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Banyak siswa dan mahasiswa yang sudah melakukan studi dan riset di kawasan Meratus,” jelasnya.
Di tingkat tapak, lanjutnya, pengelolaan situs-situs geopark juga melibatkan site manager dan masyarakat yang bermukim di kawasan tersebut. Mereka memiliki peran penting sebagai penjaga warisan alam dan budaya yang dimiliki Banua.
Selain itu, Pemprov Kalsel juga membentuk Meratus Geopark Youth Forum sebagai wadah bagi generasi muda untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan berpartisipasi aktif dalam berbagai program pembangunan berkelanjutan, mitigasi bencana, hingga perlindungan lingkungan.
“Kami berharap seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, dapat lebih sadar terhadap isu-isu penting seperti keberlanjutan, pelestarian warisan geologi, budaya, hayati, dan lingkungan. Kolaborasi ini sangat penting demi memastikan Geopark Meratus tetap terjaga dan membawa manfaat nyata bagi Banua,” tutupnya.
Dengan komitmen kuat dari pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat, Geopark Meratus diharapkan terus berkembang sebagai kebanggaan Kalimantan Selatan yang tidak hanya dikenal di tingkat nasional tetapi juga dunia. (ril/MC Kalsel)

Baca Lainnya :
Berita KALSEL



.jpg)
.jpg)

1.jpg)





