- Direktur RSUD Kotabaru Angkat Bicara Soal Pasien Meningal Dunia Usai Menerima Obat Suntik/Infus
- Pelindo Kotabaru Perkuat Budaya Sadar Risiko Melalui Pelatihan Risk Awareness
- Kunjungan PB FASI Jadi Momentum Promosi Wisata Dan Dorong Pengembangan Olahraga Dirgantara Kotabaru
- 20 Klien Disabilitas Angkatan VIII Tahun 2026 Lulus Program Rehabilitasi Sosial di PRSPD
- Kampung Putra Bulu, Destinasi Wisata Berbasis BUMDes yang Memberdayakan Pemuda Lokal
- Gubernur Muhidin Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel
- Pemprov Kalsel Komitmen Tingkatkan Tata Kelola Aset Pasca Raih WTP ke-13
- Ribuan Goweser Taklukkan Jalur Ekstrem Kiram, Hadiah Umrah Jadi Magnet Utama
- Dinsos Kalsel Lepas 20 Klien Program Rehabilitasi Sosial Angkatan VIII PRSPD Iskaya Banaran
- Pemprov Kalsel Siapkan 5 Lima Langkah Strategis Tingkatkan Kinerja GWPP
GMPD Desak DPRD Banjarbaru Ganti Wakil Walikota

Keterangan Gambar : Orasi damai GMPD di depan Balai Kota Banjarbaru, Rabu (3/12/2025).
BANJARBARU, Borneopos.com – Aksi orasi Gerakan Masyarakat Peduli Demokrasi (GMPD) yang menuntut pertanggungjawaban pemerintah kota memanas setelah Ketua DPRD Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera, tiba di lokasi orasi damai, Rabu (3/12/2025).
Baca Lainnya :
Kedatangan Gusti Rizky terjadi sesaat setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Sirajoni meninggalkan lokasi demonstrasi, dan langsung menyentuh isu sensitif: ketidakhadiran dan kinerja Wakil Walikota.
Menanggapi sorotan publik dan tuntutan GMPD mengenai Wakil Walikota yang jarang terlihat, Gusti Rizky meminta agar masyarakat menghargai kondisi beliau.

"Kami meminta publik memahami dan menghargai beliau. Kondisi beliau yang tidak terlihat bukan karena tidak mau bekerja, tapi karena sedang sakit. Padahal, kinerja beliau sangat membantu masyarakat Banjarbaru," ujar Gusti Rizky, membela Wakil Walikota.
Namun, pembelaan dari legislatif tersebut langsung ditanggapi tegas oleh Ketua GMPD, Rachmadi. Menurut Rachmadi, alasan sakit tidak bisa terus menjadi pembenaran atas kekosongan tugas.
"Jika memang sakit dan tidak bisa bertugas, lebih baik diganti saja dengan sosok yang lebih baik dan mampu bertugas penuh," bantah Rachmadi. Ia menambahkan bahwa proses penggantian harus dilakukan dengan sangat selektif.
"Jangan asal pilih saja. Banjarbaru butuh pemimpin yang prima," tegas Bapak Rachmadi.
Ketua DPRD menyampaikan bahwa akan segera mengambil tindakan atas kendala tersebut dan akan menjadi bahan evaluasi kedepannya. (red/nita)

Baca Lainnya :

.jpg)












