- Ketua DPK APINDO Kotabaru, Putra: APINDO Menjadi Rumah Bersama Para Pengusaha
- Ketua DPRD Kotabaru Hadiri Pengukuhan DPK APINDO Kotabaru periode 2026–2031
- WALHI Sebut RSPO is Greenwashing! Buyers Diminta Hentikan Pembelian Dari Pemasok Terkait Karhutla
- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
GMPD Desak DPRD Banjarbaru Ganti Wakil Walikota

Keterangan Gambar : Orasi damai GMPD di depan Balai Kota Banjarbaru, Rabu (3/12/2025).
BANJARBARU, Borneopos.com – Aksi orasi Gerakan Masyarakat Peduli Demokrasi (GMPD) yang menuntut pertanggungjawaban pemerintah kota memanas setelah Ketua DPRD Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera, tiba di lokasi orasi damai, Rabu (3/12/2025).
Baca Lainnya :
Kedatangan Gusti Rizky terjadi sesaat setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Sirajoni meninggalkan lokasi demonstrasi, dan langsung menyentuh isu sensitif: ketidakhadiran dan kinerja Wakil Walikota.
Menanggapi sorotan publik dan tuntutan GMPD mengenai Wakil Walikota yang jarang terlihat, Gusti Rizky meminta agar masyarakat menghargai kondisi beliau.

"Kami meminta publik memahami dan menghargai beliau. Kondisi beliau yang tidak terlihat bukan karena tidak mau bekerja, tapi karena sedang sakit. Padahal, kinerja beliau sangat membantu masyarakat Banjarbaru," ujar Gusti Rizky, membela Wakil Walikota.
Namun, pembelaan dari legislatif tersebut langsung ditanggapi tegas oleh Ketua GMPD, Rachmadi. Menurut Rachmadi, alasan sakit tidak bisa terus menjadi pembenaran atas kekosongan tugas.
"Jika memang sakit dan tidak bisa bertugas, lebih baik diganti saja dengan sosok yang lebih baik dan mampu bertugas penuh," bantah Rachmadi. Ia menambahkan bahwa proses penggantian harus dilakukan dengan sangat selektif.
"Jangan asal pilih saja. Banjarbaru butuh pemimpin yang prima," tegas Bapak Rachmadi.
Ketua DPRD menyampaikan bahwa akan segera mengambil tindakan atas kendala tersebut dan akan menjadi bahan evaluasi kedepannya. (red/nita)

Baca Lainnya :
Berita BANJARBARU






.jpg)





