- Pemkab Kotabaru Gelar Lomba Gema Takbir, Sambut 1 Syawal 1447 H
- Gubernur Muhidin: Idulfitri Momentum Perkuat Ibadah dan Sikapi Perbedaan dengan Bijak
- Perkuat APBN, Pemerintah Rencana Tambah Produksi Batu Bara Guna Tingkatkan Penerimaan Pajak
- UPT Pengelola Objek Wisata Kotabaru Siap Sambut Wisatawan di Musim Libur Lebaran 2026
- X Batasi Usia Pengguna di Indonesia Minimal 16 Tahun
- Guru Besar Universitas Indonesia, Rose Mini: Peran Orang Tua Kunci Sukses Implementasi PP Tunas
- Menkomdigi: Aturan Usia di PP Tunas Jadi Kunci Lindungi 70 Juta Anak Indonesia di Internet
- Raline Shah: Dampak Biologis Media Sosial bagi Anak seperti Racun yang Mengendalikan Tubuh
- Jelang Lebaran 2026, Pelindo Kotabaru Catat Kenaikan Penumpang Capai 107% dari Tahun Sebelumnya
- Tak ada Petugas di Puskesmas Batulicin Malam Hari, Warga Kesulitan Akses Kesehatan Saat Darurat
Sebuku Coal Group Konsisten Dampingi Petani di Desa Megasari, Laos Jadi Sumber Cuan Signifikan

Keterangan Gambar : Tim CSR Sebuku Coal Group saat mendampingi petani panen laos di Desa Megasari Kotabaru.
Kotabaru, Borneopos.com - Program pemberdayaan pertanian yang dijalankan CSR Sebuku Coal Group terus menunjukkan hasil positif. Pada Minggu (4/1), Kelompok Tani Megasari Jaya melaksanakan panen rutin laos di Desa Megasari dengan hasil mencapai 10 hingga 20 kilogram setiap minggunya.
Baca Lainnya :
- 2026, Disdag Kalsel Fokus Peningkatan Ekspor dan Perluas Akses Pasar Luar Negeri0
- Tarik Minat Wisatawan, Pengelola Wisata Tumpang Dua Gelar Pertunjukan Reog dan Kuda Lumping0
Kegiatan panen ini turut diikuti oleh Akhdiat dan Ali Akbar selaku tim CSR Sebuku Coal Group. Kehadiran tim CSR bertujuan untuk melihat langsung progres serta perkembangan usaha pertanian yang telah dijalankan oleh kelompok tani selama ini.
Para anggota kelompok menyampaikan bahwa hasil panen laos tersebut dijual dengan harga sekitar Rp10.000 per kilogram, sehingga dalam sebulan kegiatan ini mampu memberikan tambahan pemasukan yang cukup signifikan bagi para anggota.
“Alhamdulillah, setiap minggu kami bisa panen sekitar 10 sampai 20 kilogram. Hasilnya kami jual dan ini sangat membantu ekonomi keluarga,” ungkap salah satu anggota Kelompok Tani Megasari Jaya.
Program budidaya laos ini menjadi salah satu contoh hasil pertanian warga dan selanjutnya secara berkelanjutan menerima pendampingan CSR Sebuku Coal Group terutama dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa binaan, khususnya melalui penguatan sektor pertanian berbasis potensi lokal.(*)
Baca Lainnya :
- Opini | UMKM Mama Khas Banjar MEMILIH MATI0
- PT. SSC Bantu Tangani Stunting di Pulau Laut Timur melalui Program Intervensi Gizi Anak0
Berita Kotabaru



.jpg)









