- Karhutla Dekati Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api
- BPKAD Kotabaru Gelar Sosialisasi Perda Tentang Pengelolaan BMD dan Bimtek E-BMD
- Pemprov Kalsel dan MUI Bersinergi, Dorong Penguatan Kerukunan Umat di Banua
- Api Masih Membara di Bawah Gambut, Muhidin Bagi Tugas Satgas Agar Lebih Terarah
- Disperkim Kalsel Gandeng Perbankan Cari Skema Pembiayaan Rumah Khusus Korban Bencana
- Indocement Tarjun Salurkan Bantuan Air Bersih di Tengah Kemarau Extrim
- Wisata Hutan Mangrove Desa Langadai, Benteng Penjaga Abrasi
- Bupati Kotabaru Dorong Penguatan Sinyal dan Pembangunan BTS di Wilayah Blankspot
- Layanan Bercerita Anak Dispersip Kotabaru Hadir Di Pulau Laut Tengah
- Pemkab Kotabaru Launching Gebyar Panutan Pajak 2026
2026, Disdag Kalsel Fokus Peningkatan Ekspor dan Perluas Akses Pasar Luar Negeri

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan.
Kalsel, Borneopos.com - Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdag Kalsel) pada tahun anggaran 2026 memperoleh tambahan anggaran meskipun tidak signifikan. Tambahan tersebut akan difokuskan pada kegiatan prioritas, khususnya dalam rangka mendorong peningkatan ekspor daerah dan memperluas akses pasar luar negeri bagi pelaku usaha Kalimantan Selatan.
Baca Lainnya :
- Jelang Kunjungan Presiden, Gubernur Kalsel Pastikan Kesiapan Sekolah Rakyat0
- Mensos RI Tinjau Lokasi Banjir di Desa Keramat Kabupaten Banjar0
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan, mengatakan bahwa penguatan sektor ekspor menjadi salah satu perhatian utama sejalan dengan arahan Gubernur Kalimantan Selatan untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional.
“Di tahun 2026 ini, Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan memang mendapat tambahan anggaran sedikit. Namun kami arahkan betul pada kegiatan prioritas, yaitu bagaimana menggalakkan ekspor dari Kalimantan Selatan,” ujarnya di Banjarmasin, Senin (5/1/2026).
Salah satu rencana strategis yang tengah disiapkan adalah pembentukan Export Center Kalimantan Selatan, yang diharapkan dapat menjadi pusat layanan dan fasilitasi ekspor bagi pelaku usaha daerah.
“Kami berharap ke depan, dengan restu Pak Gubernur, Kalimantan Selatan memiliki yang namanya export center. Nantinya fasilitas ini bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha kita untuk memudahkan proses ekspor dan penjualan barang ke luar negeri,” jelas Gia sapaan akrabnya.
Saat ini, terdapat tujuh komunitas komoditas ekspor yang telah berjalan, di antaranya batu bara, karet, dan rotan. Selain itu, Disdag Kalsel juga mulai menggalakkan peluang ekspor dari sektor UMKM yang dinilai memiliki potensi besar.
“Sebenarnya komunitas ekspor kita ada tujuh dan itu sudah berjalan. Tetapi ada beberapa komunitas lain yang ingin kita dorong, terutama dari UMKM. Banyak produk yang sebenarnya punya peluang ekspor,” katanya.
Ia mencontohkan sejumlah komoditas nonkonvensional yang memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional, seperti sabut kelapa, belut, hingga lidi dari daun kelapa sawit.
“Contoh kecil saja, sabut kelapa itu sebenarnya bisa diekspor. Belut atau walut dulu dipandang sepele, ternyata di luar negeri keuntungannya sangat menggiurkan. Bahkan lidi dari daun kelapa sawit pun bisa diekspor. Ini yang akan kita berikan pemahaman kepada masyarakat,” tuturnya.
Terkait pendampingan UMKM, Ahmad Bagiawan mengakui bahwa pembinaan secara teknis masih banyak dilakukan oleh perangkat daerah lain. Peran Disdag Kalsel lebih difokuskan pada aspek hilir, yaitu pemasaran dan penjualan.
“UMKM itu identik dengan dinas lain yang membina. Kami di perdagangan ini lebih ke ujungnya, bagaimana menjualnya. Pembinaannya memang belum terlalu dalam,” ungkapnya.
Namun ke depan, dengan adanya tambahan anggaran, Disdag Kalsel berencana menggelar temu pelaku usaha untuk memberikan edukasi dan pengetahuan praktis mengenai ekspor.
“Anggarannya memang tidak besar, tapi kami berharap ilmu yang didapat pelaku usaha nanti manfaatnya sangat besar untuk mereka,” katanya. (Red/MC)
Baca Lainnya :
- Disdag Kalsel Dukung Koperasi Merah Putih Desa Indrasari, Harga Gas LPG 3 Kg Rp. 18.500 per Tabung0
- Lamban Dimulai, Proyek Multiyears Jembatan Semayap Senilai Rp. 9,2 M di Protes Warga0











