- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
2026, Disdag Kalsel Fokus Peningkatan Ekspor dan Perluas Akses Pasar Luar Negeri

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan.
Kalsel, Borneopos.com - Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdag Kalsel) pada tahun anggaran 2026 memperoleh tambahan anggaran meskipun tidak signifikan. Tambahan tersebut akan difokuskan pada kegiatan prioritas, khususnya dalam rangka mendorong peningkatan ekspor daerah dan memperluas akses pasar luar negeri bagi pelaku usaha Kalimantan Selatan.
Baca Lainnya :
- Jelang Kunjungan Presiden, Gubernur Kalsel Pastikan Kesiapan Sekolah Rakyat0
- Mensos RI Tinjau Lokasi Banjir di Desa Keramat Kabupaten Banjar0
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan, mengatakan bahwa penguatan sektor ekspor menjadi salah satu perhatian utama sejalan dengan arahan Gubernur Kalimantan Selatan untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional.
“Di tahun 2026 ini, Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan memang mendapat tambahan anggaran sedikit. Namun kami arahkan betul pada kegiatan prioritas, yaitu bagaimana menggalakkan ekspor dari Kalimantan Selatan,” ujarnya di Banjarmasin, Senin (5/1/2026).
Salah satu rencana strategis yang tengah disiapkan adalah pembentukan Export Center Kalimantan Selatan, yang diharapkan dapat menjadi pusat layanan dan fasilitasi ekspor bagi pelaku usaha daerah.
“Kami berharap ke depan, dengan restu Pak Gubernur, Kalimantan Selatan memiliki yang namanya export center. Nantinya fasilitas ini bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha kita untuk memudahkan proses ekspor dan penjualan barang ke luar negeri,” jelas Gia sapaan akrabnya.
Saat ini, terdapat tujuh komunitas komoditas ekspor yang telah berjalan, di antaranya batu bara, karet, dan rotan. Selain itu, Disdag Kalsel juga mulai menggalakkan peluang ekspor dari sektor UMKM yang dinilai memiliki potensi besar.
“Sebenarnya komunitas ekspor kita ada tujuh dan itu sudah berjalan. Tetapi ada beberapa komunitas lain yang ingin kita dorong, terutama dari UMKM. Banyak produk yang sebenarnya punya peluang ekspor,” katanya.
Ia mencontohkan sejumlah komoditas nonkonvensional yang memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional, seperti sabut kelapa, belut, hingga lidi dari daun kelapa sawit.
“Contoh kecil saja, sabut kelapa itu sebenarnya bisa diekspor. Belut atau walut dulu dipandang sepele, ternyata di luar negeri keuntungannya sangat menggiurkan. Bahkan lidi dari daun kelapa sawit pun bisa diekspor. Ini yang akan kita berikan pemahaman kepada masyarakat,” tuturnya.
Terkait pendampingan UMKM, Ahmad Bagiawan mengakui bahwa pembinaan secara teknis masih banyak dilakukan oleh perangkat daerah lain. Peran Disdag Kalsel lebih difokuskan pada aspek hilir, yaitu pemasaran dan penjualan.
“UMKM itu identik dengan dinas lain yang membina. Kami di perdagangan ini lebih ke ujungnya, bagaimana menjualnya. Pembinaannya memang belum terlalu dalam,” ungkapnya.
Namun ke depan, dengan adanya tambahan anggaran, Disdag Kalsel berencana menggelar temu pelaku usaha untuk memberikan edukasi dan pengetahuan praktis mengenai ekspor.
“Anggarannya memang tidak besar, tapi kami berharap ilmu yang didapat pelaku usaha nanti manfaatnya sangat besar untuk mereka,” katanya. (Red/MC)
Baca Lainnya :
- Disdag Kalsel Dukung Koperasi Merah Putih Desa Indrasari, Harga Gas LPG 3 Kg Rp. 18.500 per Tabung0
- Lamban Dimulai, Proyek Multiyears Jembatan Semayap Senilai Rp. 9,2 M di Protes Warga0




.jpg)








