Kegiatan ini dihadiri oleh Dispora kabupaten/kota se-Kalsel, KONI Kalsel, KORMI, NPC, SOIna, Kwarda dan Hasnur Center.
Baca Lainnya :
- Seleksi Paskibraka Kalsel 2026 Diikuti 90 Peserta, Bakesbangpol: Proses Transparan0
- BMKG Rilis Prospek Cuaca Mingguan Kalsel, Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang0
Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, mengatakan rapat kerja ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam menjalankan program kepemudaan dan olahraga.
“Siang ini kita duduk bersama dengan teman-teman kabupaten/kota untuk membahas berbagai hal teknis, baik di bidang olahraga maupun kepemudaan. Kita ingin ada kejelasan pembagian peran, terutama dalam pembinaan usia dini,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan yang selama ini telah berjalan perlu terus diperkuat, meskipun dihadapkan pada kondisi keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah provinsi dan daerah.
Ia menegaskan bahwa kinerja provinsi sangat bergantung pada kontribusi kabupaten/kota. “Tidak mungkin provinsi bisa berjalan optimal jika kabupaten/kota cenderung pasif. Karena pada dasarnya, capaian provinsi merupakan akumulasi dari kinerja daerah,” tegasnya.
Dalam Rakernis tersebut juga dibahas pembentukan klaster-klaster pembinaan, baik di bidang olahraga maupun kewirausahaan pemuda. Klaster ini dirancang untuk memaksimalkan potensi wilayah, di antaranya kawasan Hulu Sungai yang dibagi menjadi dua klaster, wilayah Banjar–Banjarmasin–Tapin sebagai satu klaster, serta klaster wilayah tenggara yang meliputi Tanah Bumbu, Tanah Laut, dan Kotabaru.
Selain itu, Dispora Kalsel juga mendorong kabupaten/kota untuk segera menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) sebagai salah satu pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Penyusunan RAD dinilai penting agar program kepemudaan dan keolahragaan dapat berjalan terarah dan terukur.
“Kami akan memfasilitasi kabupaten/kota dalam penyusunan RAD, mulai dari mengidentifikasi kekurangan hingga mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi,” ungkapnya.
Melalui Rakernis ini, diharapkan terbangun kesamaan langkah, visi, dan gerak antara seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sektor kepemudaan dan olahraga di Kalimantan Selatan secara berkelanjutan.(red/mcksl)














