- Disdag Kalsel Gelar FGD Fasilitasi Penerbitan SKA
- Menhub Lepas Kloter Perdana Haji 2026
- Bareskrim Tetapkan Bandar Narkoba Masuk DPO
- Komdigi Dorong Media Angkat Kisah Koperasi Desa
- Gubernur Kalsel Hadiri Pemusnahan Uang Palsu
- Pengurus MUI Kalsel 2026–2031 Dikukuhkan, Wagub Kalsel Tekankan Penguatan Pendidikan Berakhlak
- Antisipasi Kemarau 2026, BPTPH Kalsel Perkuat Pengendalian Hama dan Irigasi
- Rakernis Dispora Kalsel Perkuat Sinergi Daerah, Fokus Pembinaan Berkelanjutan
- Seleksi Paskibraka Kalsel 2026 Diikuti 90 Peserta, Bakesbangpol: Proses Transparan
- BMKG Rilis Prospek Cuaca Mingguan Kalsel, Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang
Disdag Kalsel Gelar FGD Fasilitasi Penerbitan SKA

Keterangan Gambar : Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Fasilitasi Penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) Tahun 2026 sebagai upaya mendorong kelancaran aktivitas ekspor pelaku usaha di daerah.
Kalsel, Borneopos.com - Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Fasilitasi Penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) Tahun 2026 sebagai upaya mendorong kelancaran aktivitas ekspor pelaku usaha di daerah.
Baca Lainnya :
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Bea Cukai Wilayah Kalimantan Selatan serta Kementerian Perdagangan RI, khususnya bidang perdagangan luar negeri, dan diikuti para pelaku usaha eksportir di Kalimantan Selatan.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam merealisasikan visi pembangunan ekonomi, sejalan dengan arahan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin.
“Ini adalah bagian dari mewujudkan janji Pak Gubernur, khususnya dalam peningkatan ekonomi dan penguatan sektor usaha. Kami di Dinas Perdagangan berupaya agar ekonomi masyarakat terus meningkat melalui dukungan kepada pelaku usaha,” jelasnya di Banjarmasin, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, pihaknya juga terus melakukan pendampingan dan mencari solusi atas setiap kendala yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.
“Kami sudah mendapatkan arahan langsung dari Pak Gubernur Muhidin, bagaimana pelaku usaha bisa menjalankan kegiatannya dengan lancar, tanpa kendala. Kalau ada masalah, kita cari tahu dan kita carikan solusinya,” tambahnya.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa FGD ini menjadi forum diskusi strategis untuk memberikan pemahaman sekaligus solusi atas berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha dalam proses penerbitan SKA.
“Jadi hari ini adalah FGD kepada para pelaku usaha eksportir di Kalimantan Selatan. Kita datangkan narasumber dari Bea Cukai Wilayah Kalimantan Selatan dan juga dari Kementerian Perdagangan, bidang luar negeri. Tujuannya tidak lain untuk mempermudah pelaku usaha agar penerbitan SKA-nya bisa berjalan lancar,” ujarnya
Ia menegaskan, SKA atau Certificate of Origin (COO) merupakan salah satu dokumen penting yang menjadi syarat utama dalam kegiatan ekspor ke luar negeri, sehingga kelancaran proses penerbitannya sangat menentukan daya saing produk daerah di pasar global.
Melalui FGD ini diharapkan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha semakin kuat sehingga mampu mendorong peningkatan ekspor daerah yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan.
“Harapan kita tentu untuk meningkatkan ekonomi daerah. Salah satu penyumbangnya adalah para pelaku usaha ini, karena mereka juga berkontribusi melalui pajak dan bea cukai yang nantinya menjadi bagian dari pendapatan daerah,” tutupnya.(red/mcksl)



Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250










