- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
- Pemprov kalsel Dorong Penyusunan RUU Kab/Kota untuk 4 Wilayah di Banua
- Ditengah Lesunya Ekonomi, Warga Kotabaru Harus Beli Air Bersih Rp. 120 Ribu per Tandon
- Pemkab Kotabaru Promosikan Wisata Alam Mamake Lewat Trail Run Tahura Sebatung
Pengurus MUI Kalsel 2026–2031 Dikukuhkan, Wagub Kalsel Tekankan Penguatan Pendidikan Berakhlak

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis, secara resmi mengukuhkan kepengurusan MUI Provinsi Kalimantan Selatan masa khidmat 2026–2031. Kegiatan berlangsung di Mahligai Pancasila dan dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) I MUI Kalsel Tahun 2026.
Kalsel, Borneopos.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis, secara resmi mengukuhkan kepengurusan MUI Provinsi Kalimantan Selatan masa khidmat 2026–2031. Kegiatan berlangsung di Mahligai Pancasila dan dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) I MUI Kalsel Tahun 2026.
Baca Lainnya :
- Antisipasi Kemarau 2026, BPTPH Kalsel Perkuat Pengendalian Hama dan Irigasi0
- Rakernis Dispora Kalsel Perkuat Sinergi Daerah, Fokus Pembinaan Berkelanjutan0
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman, unsur Forkopimda, kepala daerah, serta jajaran pengurus MUI dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.
Dalam sambutannya, Hasnuryadi menyampaikan harapannya agar MUI dapat terus menjalankan peran strategis dalam membina umat, khususnya dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia.
“Kami siap bersinergi dan berjalan bersama untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, KH Cholil Nafis menyoroti tantangan yang dihadapi ulama di era digital. Ia menyebutkan bahwa perkembangan teknologi dan tingginya penggunaan perangkat digital di masyarakat menjadi peluang sekaligus tantangan dalam penyampaian dakwah.
“Ulama perlu memahami teknologi agar dakwah dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui media digital,” ungkapnya, Rabu (22/4/2026).
Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara ulama dan pemerintah. Menurutnya, kolaborasi yang baik antara keduanya akan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
“Sinergi antara ulama dan umara harus terus dijaga. Jika keduanya berjalan bersama, maka kemaslahatan umat akan lebih mudah terwujud,” tegasnya.
Ketua MUI Kalimantan Selatan yang baru dikukuhkan, KH Ahmad Syairazi, menyampaikan bahwa amanah yang diembannya merupakan tanggung jawab besar, tidak hanya secara organisasi, tetapi juga secara moral dan spiritual.
Ia menjelaskan, MUI memiliki dua peran utama, yakni sebagai pelayan umat melalui pembinaan dan perlindungan masyarakat, serta sebagai mitra strategis pemerintah dalam memberikan masukan terhadap berbagai kebijakan, selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama.
Dengan kepengurusan baru ini, diharapkan MUI Kalimantan Selatan dapat semakin optimal dalam menjalankan fungsi keumatan serta memperkuat peran dalam pembangunan daerah berbasis nilai-nilai keagamaan.(red/mcksl)

Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250




.jpg)








