- Komitmen Awasi Keuangan Daerah, Bang Tungku: 24 Agustus 2026, Kami akan Demo DPRD Kotabaru
- Bupati Rusli didampingi Forkopimda Lepas Karnaval HUT ke - 81 RI di Kotabaru
- Siaran Pers WALHI Kalsel: 81 Tahun Kemerdekaan, Kalsel Belum Merdeka dari Asap dan Krisis Iklim
- Pemkab Kotabaru Apresiasi Penampilan dan Dedikasi Paskibraka 2026
- Pemkab Kotabaru Gelar Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI
- Usai Upacara HUT RI ke 81, Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru Kompak Kunjungi RSUD PJS
- HUT RI ke-81, Bupati Dan Wakil Bupati Kotabaru Teguhkan Semangat Menuju Kotabaru Hebat
- LPTQ Kotabaru Bina Talenta Qari dan Qariah, Targetkan Tiga Besar MTQ Kalsel
- Pemkab Kotabaru Gelar TAPTU dan Pawai Obor Meriahkan HUT RI ke-81
- HUT RI ke-81, Polresta Samarinda Bagikan 500 Bendera Merah Putih
OPINI | Mewujudkan Lumbung Pangan Daerah

Keterangan Gambar : Program Pangan Lestari di Pondok Pesantren Al-Muslimun Mandin, Jumat (29/2/2025).
Oleh : Muzakir Fachmi
Baca Lainnya :
- LSM BP3K-RI dan AKGUS Kompak Tindak Lanjuti Dugaan Korupsi Kadis PUPR Kotabaru, Suprapti Tri Astuti0
- Diduga Korupsi, LSM BP3K-RI Laporkan Kepala Dinas PUPR Ke Kejati Kalsel0
Ancaman krisis pangan yang telah melanda berbagai negara diprediksi akan terus melebar ke berbagai negara lainnya.
Kondisi ini terjadi tidak terlepas dari dampak kerusakan lingkungan yang semakin parah, perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan regenerasi petani yang tidak terprogram baik.
Kondisi ini juga dipastikan akan terjadi di Kotabaru. Mengingat selama ini tidak ada perencanaan terpadu dalam membangun ketahanan pangan di daerah ini. Dampaknya terlihat dari tingginya angka inflasi yang sering kali dirasakan masyarakat daerah ini.
Semua itu tidak terlepas dari tingginya tingkat ketergantungan daerah ini terhadap _supply_ komoditi pertanian dari daerah lain. Mulai dari bahan sayuran, buah-buahan bahkan beras pun harus didatangkan dari luar daerah. Tentu saja dengan biaya transportasi akan menjadi beban tambahan yang sangat mempengaruhi harga komoditi dipasaran. Sehingga tidak heran komoditi cabe bisa mencapai harga hingga Rp. 140 ribu/kilo di pasar Kotabaru.
Sayangnya, langkah yang diambil oleh pemkab Kotabaru untuk mengatasi lonjakan harga pangan seringkali hanya bersifat spontan dan partial. Mereka lebih senang membuat operasi pasar murah ketimbang membangun sistem dan strategi ketahanan pangan yang bersifat _sustainable_
Tidak ada pilihan bagi kita kecuali masyarakat harus membangun inisiatif sendiri. Oleh karena itu, kami menginisiasi untuk membangun program pangan lestari melalui jaringan pondok pesantren yang ada di Kotabaru. Langkah pertama adalah membangun Pangan Lestari Pesantren di Pondok Pesantren Al-Muslimun Mandin. Mulai dari pengembangan komoditi sayuran yang terdiri dari terong, tomat, pare, sawi dan cabe serta peternakan dengan pembukaan lahan diluasan kurang lebih 1/2 Ha dan cadangan pengembangan sekitar 5 Ha. Disamping itu, kami juga akan membangun rantai pasok pangan dengan membangun Jaringan Pesantren Sai-jaan di seluruh kabupaten Kotabaru.
Strategi pengembangan komoditas pangan ini tentu saja kami lakukan dengan penguatan kelembagaan dan pemberdayaan SDM yang baik sehingga kita bisa membangun kemandirian pangan.
Sudah saatnya pemkab Kotabaru untuk melakukan _reinventing_ ketahanan pangannya dengan komitmen yang lebih serius agar kita bisa menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di daerah ini. (red)


Baca Lainnya :
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0














