- KPK Ingatkan ASN tak Gunakan Kendaraan Dinas untuk Kepentingan Pribadi
- Posko THR Kemnaker Resmi Dibuka, 1.134 Aduan Telah Masuk
- Menteri HAM Desak Polri Segera Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
- KPK Ingatkan ASN Tolak Gratifikasi dan Permintaan THR
- Pemprov Kalsel Bahas Strategi Tekan Inflasi Jelang Idulfitri
- UPTD Sertifikasi Kompetensi SDM Kalsel Mulai Jalankan Uji Kompetensi dan Pengembangan ASN 2026
- MTQ Tingkat Kabupaten Kotabaru Akan di gelar 31 Maret Sampai 5 April, di Pulau Laut Selatan
- Polres Kotabaru Gelar Buka Puasa Bersama Forkopimda, Tokoh Agama, Jurnalis, LSM dan Anak Yatim
- Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Bupati Kotabaru Rotasi Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
- Tak Dapat Tiket dan Harus Menginap di Pelabuhan, Penumpang Dapat Buka Puasa dari Pelindo
Menteri HAM Desak Polri Segera Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Keterangan Gambar : Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memberikan paparan saat peluncuran program media pers dan pembangunan peradaban HAM di Jakarta, Rabu (11/3/2026). Kementerian HAM menginisiasi program tersebut untuk mendorong pemahaman HAM melalui peran strategis media sebagai bentuk kolaborasi dengan ekosistem pers.
Jakarta, Borneopos.com - Menteri Hak Asasi Manusia (MenHAM), Natalius Pigai, mengutuk keras tindak kekerasan berupa penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Baca Lainnya :
- KPK Ingatkan ASN Tolak Gratifikasi dan Permintaan THR0
- Pemprov Kalsel Bahas Strategi Tekan Inflasi Jelang Idulfitri0
Menanggapi hal itu, Natalius Pigai meminta, aparat kepolisian segera mengusut tuntas pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut.
Hal itu disampaikan MenHAM Pigai, melalui keterangan resmi, Jumat (13/3/2026). Ia menegaskan, negara memiliki kewajiban melindungi setiap warga negara dari berbagai bentuk kekerasan yang mengancam keselamatan maupun kehormatan individu. "Negara melarang segala bentuk kekerasan atau tindakan yang bertentangan dengan hukum yang menyerang individu atau kehormatan warga negara," ujarnya.
Menurut Natalius Pigai, respons cepat dari aparat penegak hukum sangat diperlukan untuk mengungkap pelaku dan memastikan proses penegakan hukum berjalan transparan serta akuntabel. "Reaksi cepat aparat penegak hukum sangat dibutuhkan saat ini," kata Menteri HAM.
Kementerian Hak Asasi Manusia berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut.
Hal itu untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjamin perlindungan hak asasi manusia bagi seluruh warga negara.
Sebelumnya, peristiwa penyiraman air keras dialami aktivis KontraS, Andrie Yunus, usai mengikuti kegiatan rekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Kamis (12/3/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima, korban mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuh akibat serangan tersebut dan saat ini masih menjalani perawatan medis.(red/mcIP)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250











