BI Kalsel Paparkan Strategi, Investasi dan Hilirisasi Batubara untuk Capai Pertumbuhan 8,1 Per

Reported By Ronal 30 Apr 2026, 10:52:07 WIB KALSEL
BI Kalsel Paparkan Strategi, Investasi dan Hilirisasi Batubara untuk Capai Pertumbuhan 8,1 Per

Keterangan Gambar : Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, memaparkan strategi transformasi ekonomi daerah yang berfokus pada penguatan investasi dan hilirisasi sumber daya alam, khususnya batubara, dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) Transformasi Ekonomi Menuju 8,1 persen di kediaman pribadi Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Rabu (29/4/2026), mala




Kalsel, Borneopos.com - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, memaparkan strategi transformasi ekonomi daerah yang berfokus pada penguatan investasi dan hilirisasi sumber daya alam, khususnya batubara, dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) Transformasi Ekonomi Menuju 8,1 persen di kediaman pribadi Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Rabu (29/4/2026), malam.

Fadjar menjelaskan bahwa gagasan transformasi ekonomi tersebut merupakan hasil diskusi panjang lintas instansi vertikal, termasuk Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pusat Statistik (BPS), BPKP, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. 

Baca Lainnya :


Ia menyebutkan, proses perumusan dilakukan secara komprehensif untuk menghasilkan strategi yang paling realistis dan dapat dicapai (achievable) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


“Ini bukan ide yang muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil diskusi panjang berbagai pihak. Kami menyaring berbagai gagasan hingga mengerucut pada langkah yang paling memungkinkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan,” ujarnya.


Fadjar menegaskan bahwa salah satu kunci utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8,1 persen adalah melalui peningkatan investasi yang terarah. Berdasarkan struktur ekonomi Kalimantan Selatan, sektor batubara masih mendominasi dengan kontribusi hampir 30 persen terhadap perekonomian daerah serta sekitar 95 persen terhadap ekspor.


Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, strategi yang dinilai paling potensial adalah mendorong hilirisasi batubara guna meningkatkan nilai tambah. Bank Indonesia bersama akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) telah melakukan berbagai kajian terkait pengembangan industri turunan batubara sebagai upaya memperkuat struktur ekonomi daerah.


“Kita memanfaatkan keunggulan yang sudah ada. Batubara menjadi sektor dominan, sehingga hilirisasi menjadi langkah strategis agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah,” jelasnya.


Lebih lanjut, Fadjar menekankan bahwa konsep yang dipaparkan bukanlah kebijakan baru, melainkan penajaman dari berbagai dokumen perencanaan yang telah ada, seperti Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). 


Dalam dokumen tersebut, telah tercantum arah transformasi ekonomi, penguatan investasi, riset, inovasi, serta peningkatan produktivitas tenaga kerja untuk mendukung hilirisasi sumber daya alam.


Namun demikian, ia menilai masih diperlukan fokus yang lebih tajam dalam menentukan sektor atau program prioritas yang benar-benar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga mencapai target 8,1 persen.


“Kerangka besar dan roadmap sudah tersedia. Tantangannya adalah menentukan langkah mana yang paling berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sehingga target 8,1 persen dapat dicapai secara optimal,” ungkapnya.


Kegiatan HLM ini turut dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, serta instansi vertikal dan seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. 


Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan kebijakan dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam percepatan transformasi ekonomi daerah berbasis potensiunggulan.(red/mcksl)





Baca Lainnya :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment