- Anggota DPRD Tanbu Andi Rustianto Ziarah ke Makam Keluarga di Pemakaman H. Andi Syamsuddin Aryad
- Pemkab Kotabaru Gelar Lomba Gema Takbir, Sambut 1 Syawal 1447 H
- Gubernur Muhidin: Idulfitri Momentum Perkuat Ibadah dan Sikapi Perbedaan dengan Bijak
- Perkuat APBN, Pemerintah Rencana Tambah Produksi Batu Bara Guna Tingkatkan Penerimaan Pajak
- UPT Pengelola Objek Wisata Kotabaru Siap Sambut Wisatawan di Musim Libur Lebaran 2026
- X Batasi Usia Pengguna di Indonesia Minimal 16 Tahun
- Guru Besar Universitas Indonesia, Rose Mini: Peran Orang Tua Kunci Sukses Implementasi PP Tunas
- Menkomdigi: Aturan Usia di PP Tunas Jadi Kunci Lindungi 70 Juta Anak Indonesia di Internet
- Raline Shah: Dampak Biologis Media Sosial bagi Anak seperti Racun yang Mengendalikan Tubuh
- Jelang Lebaran 2026, Pelindo Kotabaru Catat Kenaikan Penumpang Capai 107% dari Tahun Sebelumnya
Kunci Kemajuan Negara, Kepala Daerah Diimbau Dukung Pembangunan SDM Unggul dan Tangguh

Keterangan Gambar : Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, Selasa (25/2/2025).
Magelang, Borneo Pos – Sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci penting bagi kemajuan sebuah negara. Pasalnya, negara yang mempunyai SDM unggul bakal memiliki angka pertumbuhan gross domestic product (GDP) yang lebih cepat, dibanding hanya mengandalkan sumber daya alam (SDA). Karena itu, kepala daerah diimbau untuk turut mendukung berbagai program pembentukan SDM unggul dan tangguh.
Baca Lainnya :
- Pria Asal Simanindo Ditangkap Polres Samosir Lantaran Diduga Miliki Sabu0
- Klarifikasi Polres Samosir: Pemberitaan Media Online Soal Pemukulan Wanita oleh Polisi Hoax!0
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno saat menjadi pembicara pada Retret Pembekalan Kepala Daerah yang berlangsung di Lembah Tidar Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Selasa (25/2/2025).
“Betapa sebetulnya SDM unggul dan tangguh itu menjadi kunci utama bagi kemajuan negara dan juga kemajuan daerah,” jelasnya.
Hal ini menjadi perhatian penting lantaran Indonesia tengah mengalami bonus demografi yang ditandai dengan banyaknya penduduk usia produktif. Kondisi ini bakal berdampak bagi kemajuan negara, jika penduduk tersebut dikelola dengan baik. Namun akan menjadi kerugian, jika SDM tersebut tidak memiliki kompetensi yang memadai. Karena itu, SDM menjadi pilar penting dalam sasaran Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2025.
Menurutnya, SDM yang unggul dan tangguh memiliki sejumlah kriteria. Hal tu meliputi sehat secara fisik, moral, dan mental; berkualitas dari aspek pengetahuan dan keterampilan; serta relevan dan kontributif terhadap perkembangan teknologi maupun keterampilan baru.
Dia menjelaskan, SDM unggul dapat dibangun secara mandiri atau didatangkan dari daerah lain. Upaya ini harus didukung dengan berbagai aspek, seperti sistem pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, peningkatan keterampilan kerja, pengembangan bakat, serta membangun kota agar memberikan layanan prima.
“SDM unggul dan tangguh itu bukan hanya masalah sekolah dan masalah rumah sakit, tetapi juga masalah ekosistem kehidupan yang lebih komprehensif,” terangnya.
Dirinya mendorong agar para kepala daerah dapat mendukung quick win atau program percepatan tahun 2025 yang menyangkut pembentukan SDM unggul dan tangguh. Sebagai kepala daerah yang baru dilantik, memahami quick win menjadi penting untuk mendukung program Presiden dan Wakil Presiden.
Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan, sejarah menunjukkan bahwa kemajuan sebuah negara terjadi saat mengalami puncak bonus demografi. Karena itu, dirinya mendorong agar bonus demografi dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan, termasuk kepala daerah.
Dia menegaskan, sektor kesehatan berperan penting dalam mendukung kualitas bonus demografi. Saat ini, pemerintah memiliki banyak program di bidang kesehatan. Hal ini seperti program cek kesehatan gratis yang menyentuh seluruh penduduk Indonesia.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga memiliki kebijakan peningkatan kualitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Dia menekankan agar kepala daerah mendukung program tersebut, terutama terkait pemenuhan kebutuhan dokter spesialis. Kemenkes bekerja sama dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyediakan program beasiswa bagi para dokter di daerah agar menjadi dokter spesialis.
“Paksa supaya putra-putra daerah anak muda itu, Bapak/Ibu (kepala daerah) paksa supaya diizinkan jadi dokter spesialis. Beasiswa dari saya, sekolah nanti saya cari,” tandasnya. (ril/Puspen Kemendagri).
Baca Lainnya :
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0













