- Lokakarya Tari Topeng Srikandi Jadi Upaya Taman Budaya Kalsel Revitalisasi Topeng Banjar
- RSUD Ulin Perkuat Transformasi Pelayanan Kesehatan Lewat Forum Konsultasi Publik
- Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dilaksanakan di Kotabaru
- Setda Kotabaru Dorong ASN Cerdas Finansial di Era Digital
- Kotabaru Sambut Tim Penilai Lomba Desa Kalsel
- Tingkatkan Disiplin dan Loyalitas, Pemkab Kotabaru Gelar Apel Hari Kesadaran Nasional
- 30 Pemuda Kotabaru Ikuti Pelatihan Kepemimpinan dan Digitalisasi Usaha di Tanah Bumbu
- Disparpora dan IOSKI Kotabaru Gelar Pelatihan SKJ 2022 dan SAIH untuk Guru PJOK
- Polda Kalsel Ungkap 128,7 Kilogram Sabu, Pemprov Apresiasi Kinerja Aparat
- Dinas Pariwisata Kalsel Gelar Pelatihan SDM, Pokdarwis Didorong Jadi Garda Terdepan Pariwisata
Konstruksi Kedalaman Bor Pile Pondasi Mesjid Raya Berubah, Begini Penjelasan Dinas PUPR Kotabaru

Keterangan Gambar : Pondasi Mesjid Agung Husnul Khatimah (Mesjid Raya) Kotabaru, Senin (2/3/2025).
Borneopos.com, Kotabaru - Kedalaman bor pile (pondasi dalam) pada konstruksi pondasi Mesjid Agung Husnul Khatimah (Mesjid Raya) Kotabaru mengalami perubahan dari desain awal.
Baca Lainnya :
- Kondisi Terkini Pondasi Mesjid Husnul Khatimah Kotabaru Senilai Lebih Dari Rp.40 Milyar 0
- Pemkab Kotabaru Luncurkan Trayek Kotabaru-Sengayam, Gratis Selama Masa Uji Coba0
Hal ini sebelumnya, dikatakan oleh kontraktor pelaksana Budi, pada Jumat (24/1/25) lalu bahwa ada addendum kontrak, karena ada perubahan struktur dari perencanaan sehungga nilai kontrak awal berubah.
"Ada perubahan anggaran, sekitar 6 Miliar lebih, karena perubahan struktur bor pile, rencananya semua tiang di bor sampai kedalaman 20 meter, ternyata ada yang 8 meter tanahnya sudah keras, jadi dirubah oleh perencanaan kedalamannya," bebernya.
Saat awak media mengkonfirmasi terkait perubahan struktur kedalaman bor pile ke Dinas PUPR Kotabaru, Sekretaris, Dwi Handoko mengatakan bahwa kepala bidang yang menangani kegiatan sedang tugas ke luar kota.
"Kepala Bidang Bangunan Gedung dan Konstruksi lagu Dinas ke Jakarta, mendampingi ibu kepala Dinas, sedangkan PPTK lagi dinas ke Batulicin," ucapnya, Senin (2/6/2025) didampingi pengawas kegiatan.
Berita terkait:
https://borneopos.com/proyek-masjid-agung-husnul-khatimah-tahap-i-mulai-biaya-47-m-pelaksana-pt-alam-lintas-indonesia
https://borneopos.com/kondisi-terkini-pondasi-mesjid-husnul-khatimah-kotabaru-senilai-lebih-dari-rp40-milyar-
Lebih jauh Dwi Handoko menjelaskan bahwa perubahan kedalaman bor pile ini berdasarkan konsultasi dengan pihak Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Hal senada sampaikan oleh pengawas kegiatan, Dedy, bahwa perubahan kedalaman didasarkan pada perhitungan daya dukung pondasi serta persetujuan oleh pihak perencana (ULM).

"Perubahan bestek berdasarkan persetujuan pihak perencana, untuk detail jumlah kedalaman bor pile yang berubah dari desain awal 20 meter menjadi 12 meter, datanya ada dengan PPTK," ucapnya.
Saat dikonfirmasi terkait temuan BPK soal kedalaman bor pile dimaksud, Dedy menyampaikan bahwa memang ada temuan BPK soal kedalaman bor pile.
"Misalkan begini, kedalaman bor pile dilapangan 20 meter, ternyata BPK tidak mau menghitung 20 meter, tapi 19 meter, karena pengeboran di lakukan di tanah asli (tanah asal tanpa penggalian), seharusnya sebelum pengeboran dilakukan penggalian setebal pondasi, misalkan ketinggian pondasi 1 meter, baru dilakukan pengeboran, nah tersebutlah yang jadi temuan BPK, jadi kelebihan bayar," ungkapnya.
Selanjutnya Dedy juga mengatakan bahwa proyek ini sudah diserahkan akan oleh kontraktor pelaksana pada Februari 2025 lalu.
"Ini masa pemeliharaan, sampai 6 bulan kedepan," tutupnya. (red)

Baca Lainnya :
- Operator Excavator Dinas PUPR Kotabaru Tenggelam Di Sungai Jupi, Tim Gabungan Lakukan Pencarian0
- Pemkab Kotabaru Matangkan Persiapan Sambut HUT Ke-750














