- KNPI Kalsel Akan Gelar Diskusi dan Bedah Film *Pesta Babi*
- Wali Kota Cup Muaythai Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda di HUT ke-500 Banjarmasin
- Mutasi Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Noviar Gantikan Brigjen Pol Golkar Pang
- Bupati Kotabaru Hadiri Tabligh Akbar Haul ke-6 H. Andi Arsyad Petta Tahang di Tanah Bumbu
- Calon Jamaah Haji Kotabaru Masuk Asrama Banjarbaru, Siap Bertolak ke Tanah Suci
- Goweser Banua Antusias Ikuti MTB Fun Enduro Dispora Kalsel
- Andi Rustianto Segera Dilantik Sebagai Ketua KNPI Kalsel 2026–2029, pada 20 Mei 2026
- Polres Sumba Timur Amankan Tiga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kawasan Taman Nasional Matalawa
- Polisi Ringkus Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Santri
- Menko Pangan Serap Aspirasi Petani Lampung, Perkuat Pupuk dan Harga Panen
2 Rekomendasi Inspektorat Kepada Kepala PUPR Kotabaru Terkait Proyek Jalan Tarjun-Serongga

Keterangan Gambar : Kepala Inspektorat Kotabaru Ahmad Fitriadi
Borneopos.com, Kotabaru - Masih segar diingatan warga Saijaan, proyek strategis daerah, peningkatan ruas jalan Tarjun - Serongga yang pembiayaannya menggunakan APBD Tahun 2023 senilai Rp.19.586.141.466 rupiah namun gagal di kerjakan oleh PT. Andromeda Putra Nusantara.
Baca Lainnya :
- Masyarakat Keluhkan Kinerja Dinas PUPR Kotabaru, Kepala Inspektorat Buka Suara0
- Kinerja Buruk Kadis PUPR Kotabaru0
Kegagalan proyek ini membuat Dinas PUPR memberikan sangsi adminiatratif kepada PT. Andromeda Putra Nusantara dengan memasukkannya ke dalam daftat hitam (Black List), yang ditayangkan secara nasional pada halaman resmi LPSE https://lpse.kotabarukab.go.id/eproc4 pada tanggal 4 Des 2023, dengan periode masa aktif sangsi mulai tanggal 27 Nov 2023 sampai 27 nov 2024.
Terhadap gagalnya proyek strategis daerah tersebut, beberapa awak media melakukan konfirmasi kepada Kepala Inspektrorat Kotabaru terkait update proses pemeriksaan.
"Terkait dengan pelaksanaan pekerjaan, kami Inspektorat telah melakukan pemeriksaan khusus (riksus) atas paket pekerjaan tersebut, dan hasilnya memang ada pembayaran uang muka sekitar 3,9 milyar, kemudian ada jaminan pelaksanaan sebesar 5 persen, jumlahnya sekitar 979 juta," ungkap Ahmad Fitriadi, Rabu (31/7/2024) di kantornya.
Selanjutnya Fitriadi menjelaskan bahwa baik uang muka maupun jaminan pelaksanaan sudah di claim oleh PPK di Dinas PUPR dan sudah disetor ke rekening umum daerah.
"Ya, uangnya sudah dimasukan atau dikembalikan ke rekening umum kas daerah, dan itu berarti sudah clear," terang Firriadi.
Melanjutkan penjelasannya, Fitriadi memaparkan ada rekomendasi dari Inspektorat terkait dengan pengembalian biaya pengawasan (konsultan pengawas).
"Rekomendasi hasil pemeriksaan (RHP) kami berkesimpulan bahwa penunjukan konsultan pengawasnya tidak sah, oleh karenanya semua transaksi pembayaran yang sudah dilakukan kepada konsultan pengawas tersebut wajib di tagih oleh PPK dan dikembalikan ke kas daerah" ujarnya.
Mengakhiri penjelasnnya, terhadap itu semua, Fitriadi kembali menyampaikan bahwa Inspektorat memberikan 2 rekomendasi (masih dalam proses) kepada Kepala Dinas PUPR :
1. Memberikan teguran secara tertulis pejabat pembuat komitmen (PPK) atas kelalaiannya dalam pengendalian kontrak pengadaan barang dan jasa.
2. PPK menagih pengembalian biaya pengawasan sesuai ketentuan kepada konsultan pengawas sebesar yang sudah dibayarkan, sekitar Rp. 242 juta rupiah. (red)
Baca Lainnya :
- Kinerja Buruk Kadis PUPR Kotabaru0
- Dinas PUPR Kotabaru Gagal Selesaikan Proyek Mesjid Apung, Meski Beri Perpanjang 90 Hari0













