- Gegara Ucapan *Bau Kentut* MD Tusuk Kepala Temannya Pakai Sangkur
- KNPI Kal-Sel Apresiasi Kinerja Polda pada HUT Bhayangkara ke-80
- BPSDMD Kalsel Tingkatkan Kompetensi ASN Melalui Sertifikasi Level-1 Pengadaan Barang dan Jasa
- Museum Lambung Mangkurat Gelar Pekan Cinta Museum 2026, Perkuat Edukasi Sejarah dan Budaya
- Hari Bhayangkara ke-80, Gubernur Kalsel Tegaskan Sinergi Pemprov dan Polri Jaga Keamanan Daerah
- Lebih dari 90 Persen Indikator EPSS Terpenuhi, Diskominfo Kalsel Optimistis Raih Nilai Lebih Baik
- Diskominfo Kalsel Optimalkan Anggaran 2027, Fokus Jaga Kualitas Layanan Publik Berbasis Digital
- Pemprov Kalsel Optimalkan Lumbung Pangan untuk Jaga Ketersediaan Beras di Daerah
- Pemprov Kalsel Perkuat Keamanan Pangan, Pelaku Usaha PSAT Didorong Kantongi Sertifikasi
- Lagi! Indocement Tarjun Raih Penghargaan Nasional atas Dukungan Program Imunisasi di Indonesia
KNPI Kalsel Akan Gelar Diskusi dan Bedah Film *Pesta Babi*

Keterangan Gambar : Pamplet diskusi dan bedah film dokumenter Pesta Babi.
Banjarmasin, Borneopos.com — DPD KNPI Kalimantan Selatan berencana menggelar diskusi dan bedah film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita sebagai ruang kajian publik bagi pemuda.
Baca Lainnya :
- Wali Kota Cup Muaythai Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda di HUT ke-500 Banjarmasin0
- Mutasi Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Noviar Gantikan Brigjen Pol Golkar Pang0
Ketua DPD KNPI Kalsel, Andi Rustianto, menyampaikan bahwa KNPI Kalsel menolak penayangan film tersebut secara bebas kepada publik apabila belum melalui mekanisme sensor atau penilaian resmi dari lembaga berwenang.
Menurutnya, penolakan tersebut bukan untuk membungkam kritik, tetapi sebagai bentuk kehati-hatian agar setiap tayangan publik tetap sesuai aturan, tidak menimbulkan kegaduhan, serta tidak menggiring opini yang dapat memecah persatuan.
“KNPI menghormati kebebasan berekspresi, tetapi kebebasan itu harus tetap bertanggung jawab. Apalagi jika sebuah tayangan menyangkut isu sensitif, maka harus diuji secara objektif, berimbang, dan sesuai ketentuan hukum,” ujar Andi.
KNPI Kalsel menilai film tersebut perlu dibahas secara kritis dari aspek hukum, sosial, budaya, kebangsaan, dan dampaknya terhadap generasi muda.
“Diskusi ini bukan ruang provokasi, tetapi ruang edukasi. Pemuda harus mampu membaca isu dengan akal sehat, data, dan semangat menjaga persatuan bangsa,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, KNPI Kalsel berharap pemuda tidak hanya menjadi penonton opini, tetapi mampu menjadi generasi yang kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam menyikapi isu nasional.
Pemuda Bertumbuh, Banua Maju.
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita KALSEL














