- Gubernur Kalsel Muhidin Sambut Kajati Kalsel Baru, Sukarmadji Sumarinton
- Siring Laut Dipenuhi Pecinta Wayang Kulit, Kolaborasi Dewan Kesenian Kotabaru dan PEPADI
- Masuki HUT ke-51, Indocement Catat Laba Periode Berjalan Rp589,6 miliar atau naik 19,2%.
- Perkuat Sinergi, DPD KNPI Silaturahmi Dengan Bupati Hulu Sungai Selatan
- DPD KNPI Kalsel Gelar Rakerda, Susun Program Kerja Tiga Tahun ke Depan
- Byar Pret! Byar Pret! LBH Borneo Nusantara Resmi Gugat PLN di PTUN Banjarmasin
- Pelindo Kotabaru Perkuat Sinergi Maritim, Dukung Open Ship KRI Banjarmasin-592 di Pelabuhan Stagen
- Menko Polkam Apresiasi Penanganan Karhutla di Kalsel, BPBD Perkuat Lima Posko Lapangan
- Menko Polkam Optimistis Karhutla Kalsel Terkendali, Tekankan Sinergi dan Kepedulian Masyarakat
- Hasnuryadi Sulaiman: Sinergi Kuat Banua Hebat Jadi Fondasi Pembangunan dan Keamanan Kalsel
Menko Pangan Serap Aspirasi Petani Lampung, Perkuat Pupuk dan Harga Panen

Keterangan Gambar : Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kesejahteraan petani melalui perbaikan distribusi pupuk, penguatan harga hasil panen, serta percepatan pembangunan sarana dan prasarana pertanian. Komitmen itu disampaikan dalam Rembuk Tani Lampung, Jumat (8/5/2026), yang dihadiri unsur pemerintah pusat dan daerah, akademisi, aparat keamanan, serta ratusan petani dari berbagai wilayah di Lampung Selatan.
Jakarta, Borneopos.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kesejahteraan petani melalui perbaikan distribusi pupuk, penguatan harga hasil panen, serta percepatan pembangunan sarana dan prasarana pertanian.
Baca Lainnya :
- Badan Bahasa Gandeng Misionaris Jadi Duta Bahasa Indonesia di Dunia0
- Muhidin Ingin Pejabat Pemprov Kalsel Diisi SDM Profesional dan Kompeten0
Komitmen itu disampaikan dalam Rembuk Tani Lampung, Jumat (8/5/2026), yang dihadiri unsur pemerintah pusat dan daerah, akademisi, aparat keamanan, serta ratusan petani dari berbagai wilayah di Lampung Selatan.
Menko Pangan menyampaikan, pembangunan sektor pangantidak cukup hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga harus memastikan petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan hidup lebih sejahtera. "Pupuk yang mudah diperoleh, irigasi yang baik, dan harga panen yang menguntungkan akan membuat petani semakin bersemangat meningkatkan produksi," kata Zulkifli Hasan.
Pemerintah dalam dua tahun terakhir membenahi tata kelola pupuk agar lebih tepat sasaran dan mudah diakses petani. Perbaikan distribusi pupuk dinilai mulai memberi dampak pada peningkatan produksi pertanian nasional, dari sebelumnya sekitar 30 juta ton menjadi lebih dari 34 juta ton per tahun.
Selain itu, pemerintah juga terus menjaga harga panen, termasuk gabah yang saat ini berada di kisaran Rp6.500 per kilogram, serta komoditas lain seperti jagung dan singkong yang menunjukkan tren positif.
Dalam dialog tersebut, petani menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak di lapangan, mulai dari bibit unggul, alat dan mesin pertanian, perbaikan irigasi, bantuan sumur bor menghadapi musim kemarau, hingga penanganan hama penyakit jagung.
Menko Pangan meminta pemerintah daerah segera menyampaikan kebutuhan prioritas secara resmi agar dapat ditindaklanjuti bersama kementerian dan lembaga terkait.
Menko Pangan juga menyampaikan rencana pengembangan kawasan perkebunan untuk penelitian dan pembibitan unggul komoditas kelapa, kopi, kakao, dan komoditas perkebunan lain. "Bibit hasil pengembangan nantinya akan dibagikan kepada petani sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa, peningkatan produktivitas rakyat, serta upaya mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional," pungkas Zulkifli.(red/mcIP)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250


.jpg)
1.jpg)










