- Ketua DPK APINDO Kotabaru, Putra: APINDO Menjadi Rumah Bersama Para Pengusaha
- Ketua DPRD Kotabaru Hadiri Pengukuhan DPK APINDO Kotabaru periode 2026–2031
- WALHI Sebut RSPO is Greenwashing! Buyers Diminta Hentikan Pembelian Dari Pemasok Terkait Karhutla
- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
Polda Kalsel Musnahkan 65,5 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Keterangan Gambar : Pemusnahan narkoba, Rabu (15/01/24).
Banjarbaru, Borneo Pos -- Polda Kalimantan Selatan menggelar Pemusnahan barang bukti narkoba di Lobby Polda Kalsel di Banjarbaru, Rabu (15/01/2025).
Sekitar 65,5211,15 gram sabu, 12,174 butir ekstasi, serta 576, 99 gram barang bukti yang akan di musnahkan.
Baca Lainnya :
- Alumni Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Polda Kalsel Gelar Lari Bahagia dan Baksos Ketahanan Pangan 0
- Sambang Nusa Presisi, Polda Kalsel Gelar Baksos Dan Tebar Bibit Ikan0
Acara dihadiri oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Wakapolda Kalsel Brigjen pol Golkar Pangarso Rahardjo, Kabinda Kalsel Brigjen Pol Nurullah, dan Kepala BNN Kalsel Brigjen Pol. Wisnu Andyana, serta elemen terkait.
Dalam acara, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan S.I.K., M.H., mengungkapkan hingga saat ini bandar terbesar Ferdy Pratama hingga saat ini belum bisa di tangkap. Dan pihak kepolisian akan terus memberantas peredaran sabu.
"Untuk bandar terbesar, hingga saat ini masih menjadi buronan oleh Polda Kalsel, dan Polda-Polda lain nya. Narkoba sendiri menawarkan keuntungan yang menakjubkan bagi bandar bandar,"ungkap Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.
Selanjutnya, dirinya menyebutkan Kalimantan Selatan hingga saat ini masih masih diminati bandar untuk peredaran narkoba.
"Setelah kita lihat dari penangkapan penangkapan yang ada Kalsel sendiri, merupakan pasar yang cukup menggiurkan untuk peredaran narkoba," jelasnya.
Dengan demikian Polda akan memperketat di wilayah masuk ke Indonesia khususnya Kalimantan Selatan dari peredaran narkoba.
Selanjutnya, menanggapi maraknya peredaran narkoba di Kalimantan Selatan, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalsel Brigjen Pol Wisnu Andyana, mengatakan BNN masih membuka rehabilitasi untuk pengguna narkoba yang ingin menghilangkan ketergantungan kepada semua jenis narkoba.
" Untuk korban ketergantungan dari narkoba, silahkan rehabilitasi ke BNN, dan jangan takut untuk korban tidak akan di jatuhi pidana, kecuali pemakai tersebut juga merangkap ikut memasarkan narkoba," pungkasnya. (ril/red)

Baca Lainnya :
- AKBP Doli M Tanjung Resmi Jabat Kapolres Kotabaru, Gantikan AKBP Tri Suhartanto0
- Sertijab Kapolres Kotabaru, Dari AKBP Tri Suhartanto Kepada AKBP Doli Martua Tanjung 0
Berita Hukum & Kriminal






.jpg)







