- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
Pemprov Kalsel Perkuat Sinergi Lintas Sektoral untuk Tingkatkan Kerukunan Umat Beragama

Keterangan Gambar : Pemprov Kalsel Perkuat Sinergi Lintas Sektoral untuk Tingkatkan Kerukunan Umat Beragama
Kalsel, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan harmonis melalui sinergi lintas sektoral sebagai fondasi pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Lainnya :
- Diskominfo Kalsel Sosialisasikan Aplikasi E-Absen dan E-Performance kepada Admin SMA dan SMK0
- Dispora Kalsel Tingkatkan Profesionalisme Wasit dan Juri Tiga Cabor Melalui Pelatihan Bersertifikat 0
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Adi Santoso, saat membuka Sarasehan dan Dialog Umat Beragama Provinsi Kalimantan Selatan di Ruang Rapat H. Maksid, Kompleks Perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Rabu (29/7/2026).
Sekdaprov menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai ruang dialog untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Kami menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan sarasehan ini sebagai ruang dialog, bertukar gagasan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan harmonis,” ujar Adi Santoso.
Ia mengatakan Kalimantan Selatan merupakan daerah yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial. Menurutnya, keberagaman tersebut telah menjadi identitas sekaligus kekuatan masyarakat Banua yang harus terus dijaga melalui semangat kebersamaan.
Lebih lanjut, tema sarasehan tahun ini, “Sinergi Lintas Sektoral: Memperkuat Komitmen Kebangsaan dan Harmoni Sosial demi Peningkatan Indeks Kerukunan Umat Beragama Provinsi Kalimantan Selatan”, dinilai sangat relevan karena kerukunan tidak dapat diwujudkan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing.
Dalam sambutan tersebut dijelaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab menghadirkan kebijakan yang adil dan inklusif, tokoh agama menanamkan nilai-nilai toleransi, dunia pendidikan membentuk karakter generasi muda yang menghargai perbedaan, sementara aparat keamanan menjaga stabilitas agar kehidupan masyarakat tetap harmonis.
“Apabila setiap unsur berjalan sendiri-sendiri, maka hasil yang dicapai tentu tidak akan optimal. Sebaliknya, ketika seluruh elemen bergerak dalam satu visi, saling menguatkan, dan saling melengkapi, maka kerukunan akan menjadi kekuatan nyata yang mampu menopang pembangunan daerah secara berkelanjutan,” katanya.
Sekdaprov juga berharap forum tersebut mampu menghasilkan berbagai rekomendasi yang implementatif, mulai dari penguatan koordinasi antarlembaga, peningkatan edukasi moderasi beragama, penguatan literasi digital masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi, hingga memperkuat deteksi dini terhadap potensi konflik sosial. Seluruh upaya tersebut, menurutnya, hanya akan berhasil apabila komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi terus dibangun secara berkelanjutan.
Sejalan dengan visi Kalimantan Selatan Bekerja (Berkelanjutan, Berbudaya, Religi, dan Sejahtera), Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis sebagai modal utama mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami meyakini bahwa keberagaman bukanlah tantangan yang harus dihindari, melainkan kekuatan yang harus dikelola melalui semangat persatuan, saling menghormati, saling menghargai, dan kerja sama yang erat. Mari jadikan forum ini sebagai momentum memperkuat sinergi lintas sektoral, karena menjaga kerukunan umat beragama merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara yang mencintai bangsa dan Banua,” tutupnya.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250




.jpg)








