- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
- Pemprov kalsel Dorong Penyusunan RUU Kab/Kota untuk 4 Wilayah di Banua
Gerakan Aksi Damai Tangkal Penyebaran Paham Radikalisme dan Terorisme di Kalsel

Keterangan Gambar : Gerakan Aksi Damai Pencegahan Ancaman Faham Radikalisme dan Terorisme di Lapangan Dr. Murjani, Kota Banjarbaru, Minggu (14/12/2025).
Banjarbaru, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme dan terorisme, khususnya di kalangan generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Kegiatan Gerakan Aksi Damai Pencegahan Ancaman Faham Radikalisme dan Terorisme, yang dilaksanakan di Lapangan Dr. Murjani, Kota Banjarbaru, Minggu (14/12/2025).
Baca Lainnya :
- Tagana Kalsel Siapkan 6.000 Porsi Makan Setiap Hari di Kabupaten Aceh Tamiang0
- Disbunnak Kalsel Rangkul Pers Sosialisasikan Program Prioritas Pemerintah 2025-20290
Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 09.10 Wita ini dipimpin oleh Kasubbid Penanganan Konflik Kesbangpol Kalsel Israjuddin bersama Kasubbid Kewaspadaan Dini dan Intelijen Afreza Rahman, S.STP, dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, pegiat perdamaian, serta guru dan pelajar SMA/SMK.
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Selatan, Heriansyah menegaskan bahwa pendekatan aksi damai merupakan strategi penting dalam membangun ketahanan ideologi di lingkungan pendidikan.
“Gerakan aksi damai ini merupakan bentuk kontra-radikalisasi yang efektif dan relevan bagi pelajar. Pendekatan non-represif menjadi kunci untuk membangun kesadaran, memperkuat nilai kebangsaan, serta meningkatkan daya tangkal generasi muda terhadap pengaruh paham radikal dan ekstrem,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelibatan pelajar dalam kegiatan positif seperti ini juga berfungsi sebagai sarana deteksi dini terhadap potensi penyebaran ideologi ekstremisme di lingkungan sekolah.
“Pelajar harus kita jadikan subjek, bukan objek. Dengan ruang dialog dan edukasi yang tepat, mereka dapat menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat,” tegas Heriansyah.
Kegiatan ini turut dihadiri Kanit Cegah Satgaswil Densus 88 AT Kalsel IPDA Alim Sumartono, S.H, Panit III Subdit Kamneg Ditintelkam Polda Kalsel IPDA Mursid Chori Indra, Duta Damai FKPT Rohiyansyah, serta perwakilan Disdikbud Provinsi Kalsel, Diskominfo Provinsi Kalsel, dan Kesbangpol Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, serta Kabupaten Banjar.
Peserta kegiatan melibatkan perwakilan guru dan pelajar SMA/SMK dari Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, dengan jumlah sekitar 30 pelajar yang mengikuti kegiatan secara aktif.
Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan santai di kawasan car free day Lapangan Dr. Murjani, dilanjutkan dengan deklarasi aksi damai pencegahan radikalisme dan terorisme, serta diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol komitmen kolektif menjaga Kalimantan Selatan tetap aman, damai, dan toleran.
Melalui kegiatan ini, Kesbangpol Kalsel berharap sinergi lintas sektor dalam pencegahan radikalisme dan terorisme terus diperkuat, khususnya di lingkungan pendidikan, demi menjaga persatuan, stabilitas daerah, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (red/MC)


Baca Lainnya :
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0
- Asri-Praya Ditarget Selesaikan Bangunan Tahap I Jembatan Pulau Laut Sepanjang 400 M,Selama 175 Hari0




.jpg)








