- Jelang Lebaran 2026, Pelindo Kotabaru Catat Kenaikan Penumpang Capai 107% dari Tahun Sebelumnya
- Tak ada Petugas di Puskesmas Batulicin Malam Hari, Warga Kesulitan Akses Kesehatan Saat Darurat
- PPPK dan PJLP se Kotabaru Sambut Gembira Kebijakan Bupati Beri THR
- SCG Bagikan Majalah CSR, Berisi Informasi Program Pemberdayaan
- Wali Kota Lisa Tegas Larang ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik
- Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Serangan terhadap Demokrasi
- 83 Ribu KDMP Siap Masuk Tahap Operasional
- 8 Kosmetik Kewanitaan Bermasalah, BPOM Cabut Izin Edarnya!
- HIPMI Kalsel Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim
- Jelang Mudik Lebaran 1447 H, PUPR Kalsel Genjot Perbaikan Jalan Provinsi
Era Media Online Berjaya Patut Disikapi Secara Bijak

Keterangan Gambar : (ilustrasi)
#OPINI#
Borneopos.com, Banten - Menulis itu seperti buang hajat, tak boleh ditunda, apalagi di tahan-tahan. Karena pada saatnya yang tepat, sulit untuk ditemukan momen yang bisa diulang.
Baca Lainnya :
Bahkan, lantaran keterlambatan saja, hasrat untuk menulis itu bisa hilang. Seperti kentut yang menguap dibawa angin tak bisa diharap bisa kembali peda bentuknya semula.
Kalau pun kemudian muncul semacam ide dan gagasan baru penggantinya, itu tetap tak sama seperti yang pernah muncul sebelumnya.
Maka itu, menuliskan ide atau gagasan itu persis seperti menyalurkan hajat yang tidak boleh ditunda-tunda atau digantikan dalam bentuk hajat yang lain, karena yang muncul kemudian adalah ide dan pemikiran yang berubah bersama waktu atau tempat yang ikut berubah atau berpindah.
Karena itu ide atau gagasan yang mampu diwujudkan dalam bentuk tulisan yang tersusun indah dan enak dibaca serta perlu diketahui oleh orang lain itu, menjadi semacam karunia yang mungkin tidak banyak dimiliki oleh orang lain.
Kecuali itu, menulis suatu peristiwa, kisah atau semacam biografi dan sejenis karya tulis yang lain termasuk fiksi adalah suatu kesaksian yang paling otentik sebagai bukti bahwa sang penulis pernah hidup.
Maka itu, karya tulis seseorang menjadi tanggung jawab pribadi, apapun bentuknya, tidak kecuali dalam bentuk berita atau laporan, apalagi ulasan ilmiah seperti opini maupun artikel.
Pada era kejayaan media online sekarang ini, yang secara tak langsung melibas media mainstream, bentuk dan warna racikannya pun patut disesuaikan agar memenuhi selera pembaca.
Minimal muatan nilai investigasi bisa diramu lebih kental, agar ketahanannya dari kesan basi dapat lebih kuat bertahan, sebab nilai beritanya dari sebuah tulisan, hanya sekedar untuk menjadi wadah pembungkus semata, agar supaya dapat memenuhi unsur sajian yang tidak lagi menjadi unggulan.
Disamping itu, nilai news atau berita perlu disadari semacam nilai yang dapat melemahkan sajian tulisan secara keseluruhan, dalam bentuk apapun, yang menjadi sajian media online.
Sebab keunggulan media online yang utama adalah keunggulan dalam kecepatan dalam bilangan menit, tidak seperti media lain yang dicetak.
Apalagi kemudian harus disandingkan dengan media audio visual atau audio type yang bisa dilakukan on air, seketika itu juga, saat peristiwa atau acara sedang berlangsung.
Banten, 1 Agustus 2024
Jacob Ereste
Baca Lainnya :












