- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
Duka Di Hari Jadi ke-74 Kabupaten Kotabaru

Keterangan Gambar : Muzakir Fachmi (atas) Banjir di Jl. H. Agusalim (bawah)
#OPINI#
Borneo Pos, Kotabaru - Senyum sumringah dan keceriaan para pejabat tinggi di Kotabaru dalam peringatan hari jadi yang ke-74 berbanding terbalik dengan yang dirasakan masyarakatnya.
Baca Lainnya :
- DRPD Kotabaru Anugerahi Bupati dan Wakil Bupati Penghargaan Adi Pranata Pada HUT ke-740
- Syairi Mukhlis Pimpin Rapat Paripurna Pada Peringatan Harjad Kotabaru ke- 74 0
Bagaimana tidak, indikator keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan tidak mencerminkan keberhasilan yang bisa dirasakan masyarakat.
Masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran. Begitu juga dengan angka stunting dan kematian ibu hamil.
Data dinas kesehatan propinsi Kal-Sel yang diterbitkan tahun 2023 menunjukkan bahwa angka kematian ibu hamil di Kotabaru tahun 2022 berada di angka 212. Ini angka masih tergolong tinggi. Padahal target nasional angkanya harus berada di bawah 200.
Lemahnya realisasi dari Standard Pelayanan Minimal (SPM) pada sektor-sektor yang mendasar bagi kehidupan masyarakat Kotabaru menunjukkan betapa tidak efektif dan efisiennya penggunaan anggaran pembangunan di daerah ini.
Pagi tadi, saya sempat bertanya ke beberapa warga masyarakat tentang kesan mereka terhadap perayaan 74 tahun hari jadi Kotabaru.
Mereka menunjukkan ekspresi kekecewaan terhadap hasil yang didapat dari pembangunan selama ini. Mereka tidak merasakan dampak positif dari pembangunan yang dilakukan saat ini terhadap peningkatan kesejahteraan mereka.
Ditambah lagi, tepat pelaksanaan upacara hari jadi Kotabaru ke-74, masyarakat harus rela menerima limpahan air banjir di sekitar jalan H. Agus Salim setelah diguyur hujan lebat.
Tentu ini menambah kesusahan lagi karena air masuk ke rumah warga. Ini terjadi berulang karena tidak dibangunnya sistem drainase yang baik dan juga akibat penimbunan terhadap sungai karena dijadikan bangunan perumahan eks kebakaran tanpa memperhatikan faktor lingkungan dan kearifan lokal.
Terasa berat untuk turut mengucapkan selamat atas hari jadi Kotabaru ke-74 ini.
Penulis,
Muzakir Fachmi
Pemerhati lingkungan dan kebijakan publik Kotabaru

Jalan H. Hasan Basri

Jalan Veteran (Pal 1)

Jalan H. Agus Salim

Jalan Jamrud (samping Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Baca Lainnya :
- Peringati HUT Ke-74, Kotabaru Dikepung Banjir Lagi0
- Kapolres Kotabaru Lantik Kasat Lantas Baru, IPTU Dewi Febriani0
Berita Lingkungan


.jpg)











