- Karhutla Dekati Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api
- BPKAD Kotabaru Gelar Sosialisasi Perda Tentang Pengelolaan BMD dan Bimtek E-BMD
- Pemprov Kalsel dan MUI Bersinergi, Dorong Penguatan Kerukunan Umat di Banua
- Api Masih Membara di Bawah Gambut, Muhidin Bagi Tugas Satgas Agar Lebih Terarah
- Disperkim Kalsel Gandeng Perbankan Cari Skema Pembiayaan Rumah Khusus Korban Bencana
- Indocement Tarjun Salurkan Bantuan Air Bersih di Tengah Kemarau Extrim
- Wisata Hutan Mangrove Desa Langadai, Benteng Penjaga Abrasi
- Bupati Kotabaru Dorong Penguatan Sinyal dan Pembangunan BTS di Wilayah Blankspot
- Layanan Bercerita Anak Dispersip Kotabaru Hadir Di Pulau Laut Tengah
- Pemkab Kotabaru Launching Gebyar Panutan Pajak 2026
Pemprov Kalsel dan MUI Bersinergi, Dorong Penguatan Kerukunan Umat di Banua

Keterangan Gambar : Monitoring dan Evaluasi MUI dan Pemprov Kalsel soal Kerukunan Umat beragama di Banua.
Kalsel, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam membina kehidupan keumatan serta menjaga kerukunan di Banua.
Baca Lainnya :
- Api Masih Membara di Bawah Gambut, Muhidin Bagi Tugas Satgas Agar Lebih Terarah0
- Disperkim Kalsel Gandeng Perbankan Cari Skema Pembiayaan Rumah Khusus Korban Bencana0
Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rusma Khazairin, saat menghadiri Pembukaan Monitoring dan Evaluasi MUI Provinsi Kalimantan Selatan di Aula MUI Provinsi Kalsel, Kompleks Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Kamis (17/9/2026).
Dalam sambutannya, Rusma menyampaikan selamat datang kepada Tim Monitoring dan Evaluasi MUI Pusat yang hadir di Kalimantan Selatan. Ia menegaskan, keselarasan antara ulama dan umara merupakan salah satu landasan penting dalam pembangunan daerah.
“Bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, keselarasan ulama dan umara adalah landasan pembangunan di Kalimantan Selatan. MUI menjadi pilar penting dalam membina umat, menguatkan nilai-nilai keislaman, dan menjaga kerukunan umat beragama di Banua kita,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi umat saat ini semakin beragam seiring pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi. Kemudahan memperoleh informasi melalui ruang digital, di sisi lain, juga menghadirkan tantangan yang perlu disikapi secara bijak.
Mulai dari informasi keagamaan yang belum tentu sahih, paham yang menyimpang, hingga konten yang berpotensi memecah belah masyarakat menjadi perhatian yang perlu dihadapi bersama.
“Masyarakat kita, terutama generasi muda, setiap hari berhadapan dengan banjir informasi dan beragam pengaruh dari ruang digital. Di sinilah peran ulama menjadi sangat penting,” jelasnya.
Sebagai wadah musyawarah para ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim, MUI diharapkan terus memberikan bimbingan dan pemahaman keagamaan yang menyejukkan. Dengan demikian, masyarakat dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan pegangan terhadap nilai dan ajaran agama.
Rusma menilai, pelaksanaan monitoring dan evaluasi MUI Pusat menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana program kerja MUI Provinsi Kalimantan Selatan telah berjalan. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mengidentifikasi berbagai program yang telah terlaksana dengan baik sekaligus bagian yang masih memerlukan penguatan.
“Melalui kegiatan ini, kita dapat melihat sejauh mana program kerja MUI Provinsi Kalimantan Selatan telah berjalan, apa saja yang sudah baik, dan bagian mana yang masih perlu diperkuat. Tujuannya agar MUI di daerah semakin siap menjawab tantangan umat yang terus berkembang,” katanya.
Ia berharap hasil monitoring dan evaluasi tersebut dapat menjadi bahan perbaikan bersama, tidak hanya bagi MUI Provinsi, tetapi juga MUI Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, lanjutnya, siap menampung dan merumuskan rekomendasi yang menjadi ranah dukungan pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi ulama dan umara di Banua.
“Kita ingin kehidupan keislaman di Kalimantan Selatan terus tumbuh dengan kuat, tetapi pada saat yang sama juga mampu menghadirkan kedamaian dan kemaslahatan bagi seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, Rusma berharap monitoring dan evaluasi tidak hanya berorientasi pada aspek administratif maupun pelaksanaan program kerja. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menyatukan pandangan, mendengarkan berbagai masukan, serta merumuskan langkah yang lebih baik dalam meningkatkan khidmat MUI kepada umat.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai ruang untuk menyatukan pandangan, mendengarkan masukan, dan mencari langkah yang lebih baik dalam meningkatkan khidmat MUI kepada umat, khususnya di Banua kita Kalimantan Selatan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, sinergi antara MUI di berbagai tingkatan dan pemerintah daerah diharapkan semakin kuat, sehingga peran kelembagaan MUI dalam memberikan pembinaan, bimbingan keagamaan, serta menjaga kemaslahatan dan kerukunan masyarakat dapat terus ditingkatkan.(red/mcksl)




Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250










