- LSM AKGUS Apresiasi PT. SDE, Buka Ruang Dialog Guna Selesaikan Persoalan Tanah Masyarakat
- Kendalikan Inflasi dan Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan, DPKP Kalsel Gelar Pangan Murah
- BPJS Kalwil Kalimantan Gandeng Pers Perkuat Loterasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja
- Suwanti Hadiri Rakornas di Sentul, Perkuat Sinergitas Pemerintah Pusat dan Daerah
- INKAI Kotabaru Gelar Ujian Kenaikan Tingkat Semester I Tahun 2026 Bagi 57 Karateka
- Dikenal Tegas dan Bijak, H. Isam Tunjukkan Sisi Penyayang Bersama Cucu
- LSM AKGUS Surati Kapolsek Kelumpang Barat Soal Dugaan Perampasan Tanah Masyarakat oleh PT. SDE
- Dorong ETPD, Pemkot Banjarbaru Gelar Bimtek Aplikasi SAPAT
- Tingkatkan Kapasitas, Disperin Kalsel Latih Petugas WASDAL Industri di 13 Kabupaten/Kota
- Perluas Akses Keadilan Warga Banua, Kemenkum RI Resmikan 2.015 Pos Bantuan Hukum di Kalsel
Budi, Kontraktor Pelaksana Jembatan Muara Orie Hampang : Pekerjaan Bisa Tepat Waktu

Keterangan Gambar : Proyek jembatan di Desa Muara Orie, KecaHqmoang, Kotabaru, Rabu (2/10/24)
Borneopos.com, Kotabaru - "Yang sudah terpasang, abutment dan parapet, saat itu di lokasi, pekerja sedang pabrikasi (membuat) bagesting," ujar pelaksana proyek di lokasi, Budi ketika dikonfirmasi, Rabu (2/10/2024).
Baca Lainnya :
- Seberangi Lautan, Bupati Kotabaru H Sayed Jafar Kukuhkan Kades Dan BPD Di Kelumpang Selatan0
- Bupati Kotabaru Saat Kukuhkan Kades dan BPD Di Sungai Durian : Terus Berkontribusi Membangunan Desa0
Abutment adalah bangunan bawah jembatan yang terletak pada kedua ujung pilar, pilar jembatan.
Parapet jembatan adalah pembatas keselamatan yang dipasang di tepi jembatan untuk melindungi kendaraan dan pejalan kaki.
"Ini sedang persiapan bagesting untuk plat, Sementara girder dalam perjalanan dari Bogor. Paling sepuluh hari perjalanan sudah sampai sini," katanya.
Girder atau gelagar jembatan merupakan balok yang akan mendukung semua beban yang bekerja pada jembatan kemudian meneruskannya ke struktur bawah jembatan.
Terkait adanya informasi bahwa pekerjaan jembatan di Desa Muara Orie, kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru, Kalsel itu tidak ada pekerjaan kurang lebih dua bulan, pihak pelaksana proyek mengatakan hal tersebut terkait termin.
"Itu menunggu termin, termin kesatu," ungkapnya.
Budi meyakinkan pekerjaan itu bisa terkejar (tepat waktu).
"Kalau gindernya sudah terpasang progres pejerjaan akan terangkat," ujarnya.
Proyek dari Dinas PUPR Kotabaru ini dikerjakan Cv Zavira Agung dengan anggaran Rp3,9 miliar, sedang waktu pelaksanaan pekerjaan hingga 14 November 2024. (rls/red)

Baca Lainnya :
- 28 Rumah Ludes Dijilat Sijago Merah Di Kotabaru, Kerugian Capai Milyaran Rupiah0
- Asri-Praya Ditarget Selesaikan Bangunan Tahap I Jembatan Pulau Laut Sepanjang 400 M,Selama 175 Hari0
Berita Kotabaru


.jpg)








