- Ketua DPK APINDO Kotabaru, Putra: APINDO Menjadi Rumah Bersama Para Pengusaha
- Ketua DPRD Kotabaru Hadiri Pengukuhan DPK APINDO Kotabaru periode 2026–2031
- WALHI Sebut RSPO is Greenwashing! Buyers Diminta Hentikan Pembelian Dari Pemasok Terkait Karhutla
- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
BPBD Kotabaru Latih Warga Desa Gedambaan Soal Pencegahan dan Mitigasi Bencana

Keterangan Gambar : Seorang peserta pelatihan mencoba memadamkan tabung gas yang terbakar, didampingi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kotabaru, Donald Ohara Sinaga, Kamis (10/7/2025)
Borneopos.com, Kotabaru - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotabaru mengadakan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana di Desa Gedambaan.
Baca Lainnya :
- Pedagang Makanan di Kotabaru Keluhkan Harga Cabai Meroket, Capai 110 Ribu Per Kilogram0
- Camat Sigam Promosikan Wisata Kotabaru ke Linmas Balangan Saat Studi Tiru di Desa Gedambaan0
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Desa Tangguh Bencana (Destana), yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kesiapsiagaan, dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana. Pelatihan dihadiri oleh Kepala Desa Gedambaan, Bhabinkamtibmas, para ketua RT, dan warga setempat.
Materi teori dan praktik disampaikan langsung oleh Dinas Pemadam Kebakaran melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Donald Ohara Sinaga. Materi meliputi pengenalan segitiga api, definisi kebakaran sebagai api yang tidak terkendali, serta beberapa poin penting lainnya. Donald juga membuka ruang diskusi bagi warga untuk menyampaikan pengalamannya.
"Kita sama-sama sharing, jika ada ilmu yang kita tidak tau. Yang kami praktekkan, bisa jadi ada yang lebih efektif dari vapak, Ibu sekalian. Karena pengalaman adalah guru yang terbaik," tutur Donald, Kamis (10/7/2025).

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kotabaru, Lathifu Arsyiono, menjelaskan bahwa Desa Gedambaan merupakan desa kedua setelah Desa Tirawan di Kecamatan Pulau Laut Sigam yang mendapatkan pelatihan Destana.
Selain karena lokasinya dekat dengan kawasan pariwisata, masyarakatnya juga dinilai responsif dan kooperatif. Ditambah lagi, wilayah ini tergolong rawan bencana seperti angin putih beliung, kebakaran lahan, dan gelombang pasang.
Lathifu menyampaikan bahwa kegiatan Destana akan dilakukan secara berkala.
"Kami setiap tiga atau enam bulan sekali akan selalu melakukan kegiatan Desa Tangguh Bencana sambil mengevaluasi sejauh mana desa ini dapat melakukan pengurangan risiko," ujarnya.
Harapan disampaikan agar masyarakat semakin mandiri dan tanggap dalam menghadapi situasi darurat. Hal senada juga disampaikan oleh Suprana Wahadi, Bhabinkamtibmas Desa Gedambaan, serta Anang Sunarya, Ketua Kelompok Destana. Keduanya berharap BPBD dapat lebih rutin melakukan pelatihan, melihat antusiasme warga yang tinggi dalam sesi tanya jawab maupun praktik pemadaman api. (Ali)



Baca Lainnya :
- Operator Excavator Dinas PUPR Kotabaru Tenggelam Di Sungai Jupi, Tim Gabungan Lakukan Pencarian0
- Pemkab Kotabaru Matangkan Persiapan Sambut HUT Ke-750
Berita Kotabaru


.jpg)








