- LSM AKGUS Apresiasi PT. SDE, Buka Ruang Dialog Guna Selesaikan Persoalan Tanah Masyarakat
- Kendalikan Inflasi dan Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan, DPKP Kalsel Gelar Pangan Murah
- BPJS Kalwil Kalimantan Gandeng Pers Perkuat Loterasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja
- Suwanti Hadiri Rakornas di Sentul, Perkuat Sinergitas Pemerintah Pusat dan Daerah
- INKAI Kotabaru Gelar Ujian Kenaikan Tingkat Semester I Tahun 2026 Bagi 57 Karateka
- Dikenal Tegas dan Bijak, H. Isam Tunjukkan Sisi Penyayang Bersama Cucu
- LSM AKGUS Surati Kapolsek Kelumpang Barat Soal Dugaan Perampasan Tanah Masyarakat oleh PT. SDE
- Dorong ETPD, Pemkot Banjarbaru Gelar Bimtek Aplikasi SAPAT
- Tingkatkan Kapasitas, Disperin Kalsel Latih Petugas WASDAL Industri di 13 Kabupaten/Kota
- Perluas Akses Keadilan Warga Banua, Kemenkum RI Resmikan 2.015 Pos Bantuan Hukum di Kalsel
Jenazah Korban Serangan Buaya Ditemukan di Sungai Durian Kotabaru

Keterangan Gambar : Jenazah Korban, saat di tangani oleh pihak medis, Selasa (20/5/2025)
Borneopos.com, Kotabaru – Setelah dua hari hilang diterkam buaya, mayat SM (34) akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di perairan Sungai Manunggul, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, pada Selasa (20/5/2025) pagi.
Baca Lainnya :
- Bupati Kotabaru Sambut Kunjungan Silaturahmi Basarnas Kalsel0
- Pemkab Kotabaru Akan Gelar Tabliq Akbar Sambut Harjad Ke-750
Menurut laporan saksi, korban yang berprofesi sebagai petani itu hilang setelah diterkam buaya saat berenang menuju perahunya di Dermaga Kudung Sungai Manunggul KM.1 pada Minggu (18/5/2025) lalu, sekitar pukul 17.00 WITA.
Saat kejadian, SM baru saja membantu melepas mata pancing milik seorang warga yang tersangkut di dasar sungai. Setelah berhasil melepaskannya, ia kembali ke air untuk berenang menuju perahunya. Namun, sebelum sampai, seekor buaya tiba-tiba menyeretnya ke dasar sungai.
Warga setempat bersama Tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, BPBD, TNI, Polsek Sungai Durian, dan Muspika setempat langsung melakukan pencarian. Mayat korban baru ditemukan dua hari kemudian, mengambang sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.
Kondisi jenazah SM menunjukkan tanda-tanda serangan buaya, termasuk luka di sekujur tubuh, perdarahan dari telinga, hidung, dan mata, serta perut yang membengkak.
Jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Sungai Durian untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Sungai Durian IPTU Tri Wibawa, S.H.,M.M. menyatakan operasi pencarian resmi berakhir setelah jenazah korban ditemukan. Apel penutupan dilakukan di lokasi kejadian sebelum seluruh tim kembali ke pos masing-masing.
Kejadian ini kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya buaya di perairan Kalimantan Selatan. Pihak berwenang meminta warga meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai yang menjadi habitat reptil buas tersebut. (Sumber: Humas Polres Kotabaru)


Baca Lainnya :
- Laporan Dugaan Korupsi Kadis PUPR Kini Ditangani Kejari Kotabaru, Muslim: BP3K RI Akan Kawal0
- Eka Saprudin, Mantab Camat Pulau Laut Selatan Kini Jadi Pj Sekda Kotabaru0
Berita Kotabaru


.jpg)








