- BBM Subsidi Untuk Warga Yang Barhak, Lapor Ke BPH MIGAS, 0812 3000 0136 Jika Ada Pelanggaran!
- Abu Suwandi Terima Masukan Kader HMI, Janji Bawa Usulan Ke Gedung DPRD Kotabaru
- Nahkodai KNPI Kalsel, Andi Rustianto Terima Dukungan Dari Wamen PDT dan Ketua DPRD Kalsel
- Komisi II DPR RI Sampaikan Selamat Kepada Andi Rustianto, Ketua Terpilih DPD KNPI Kalsel 2026-2029
- KNPI Kalsel Akan Gelar Diskusi dan Bedah Film *Pesta Babi*
- Wali Kota Cup Muaythai Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda di HUT ke-500 Banjarmasin
- Mutasi Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Noviar Gantikan Brigjen Pol Golkar Pang
- Bupati Kotabaru Hadiri Tabligh Akbar Haul ke-6 H. Andi Arsyad Petta Tahang di Tanah Bumbu
- Calon Jamaah Haji Kotabaru Masuk Asrama Banjarbaru, Siap Bertolak ke Tanah Suci
- Goweser Banua Antusias Ikuti MTB Fun Enduro Dispora Kalsel
Pemkab Kotabaru Gelar Rakor Kabupaten Sehat 2025, Perkuat Sinergi Menuju Daerah Sehat dan Mandiri

Keterangan Gambar : Rakor Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tahun 2025, Selasa (8/7/2025).
Borneopos.com, Kotabaru - Pemerintah Kabupaten Kotabaru menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tahun 2025 sebagai daerah yang sehat, nyaman dan layak huni.
Baca Lainnya :
- DPRD Kotabaru Gelar Paripurna Peyampaian Bupati Soal Nota Keuangan Dan RAPBD 20250
- Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Kotabaru Cek Lokasi Percontohan Tambak0
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Zona Partisipasi, dihadiri oleh Forkopimda,Tenaga Ahli Kabupaten Koyabaru,Asisten,Staf Ahli,Kepada SKPD,Camat,Lurah,Kepala desa Sekabupaten kotabaru serta narasumber dari provinsi Kalsel.
Rakor dibuka secara resmi oleh Bupati Kotabaru Muhammad Rusli melalui Wakil Bupati Syairi Mukhlis, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang bersih,sehat,aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat kotabaru.
“Rakor ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antar sektor. Kabupaten/kota sehat bukan hanya sekedar label atau pengahrgaan, melainkan komitmen nyata bersama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,”ujarnya, Selasa (8/7/2025).
Menurutnya, pembangunan sektor kesehatan tidak bisa berjalan sendiri. Keberhasilan program KKS sangat bergantung pada partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari instansi pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat.
“Koordinasi lintas sektor, pelibatan forum KKS dan integritas dalam perencanaan pembangunan daerah adalah kunci utama dalam mencapai keberhasilan,” jelasnya.
Wakil bupati juga menyampaikan bahwa prinsip transformasi pelayanan publik,digitalisasi tata kelola pemerintahan,serta reformasi birokrasi yang beroriantasi pada pelayanan masyarakat akan terus didorong sebagai bagian dari gerakan kabupaten/kota sehat.Hal ini sejalan dengan visi kabupaten kotabaru sebagai daerah maju,sejahtera dan berkelanjutan.
“Tahun ini, kita menargetkan peningkatan pada tatanan-tatanan prioritas seperti kawasan pemukiman, pasar, sekolah, kawasan industri dan perkantoran sehat. Mari kita manfaatkan rakor ini untuk berbagi praktik baik dan menyusun strategi inovatif guna mewujudkan kotabaru yang sehat,tangguh dan inklusif,”imbuhnya.
Diakhir sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam menyukseskan program KKS dikotabaru.
“Semoga kerja keras dan komitmen kita semua membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat kotabaru yang kita cintai,”tutupnya.
Ditambah, Arya Noor Abdi selaku Pantia Penyelenggara Rakor KKS menambahkan tujuan dari penyelenggaraan program kabupaten/kota sehat (KKS) adalah terwujudnya kondisi kabupaten/kota yang bersih,nyaman,aman dan sehat untuk dihuni penduduk,yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dengan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah.
Dalam penyelenggaraan program kabupaten/kota sehat (KKS) diberikan pengahrgaan Swastisaba oleh pemerintah pusat setiap 2 tahun sekali pada bulan november dalam rangka peringatan hari kesehatan nasional meliputi kategori Padapa untuk kab/kota sehat kualifikasi pemantapan,kategori Wiwerda untuk Kab/kota sehat kualifikasi pembinaan dan kategori wistara untuk kab/kota sehat kualifikasi pengembangan.
Penilaian dilaksanakan kepada kabupaten/kota yang diusulkan oleh provinsi (kabupaten terpilih ditingkat kabupaten),terhadap capaian indikator dari 9 tatanan.
“Ditingkat kabupaten provinsi kalimantan selatan,kitabaru termasuk dalam salahsatu dari 3 kabupaten yang belum pernah mengikuti penilaian untuk program kabupaten/kota sehat,selain Barito dan Hulu Sungai Utara,”ucapnya.
Kabupaten kotabaru akan mencoba mengikuti pada penilaian kabupaten sehat ditahun depan (tahun 2027).Sehingga perlu kesiapan yang lebih baik untuk pokus dalam penilaian program tersebut,tambahnya.
Dilanjutkan dengan pembacaan dan penandatanganan komitmen Deklarasi ODF untuk 7 kecamatan pembagian sertifikat desa ODF oleh Wakil Bupati bersama Forkopimda dan Seluruh tamu undangan yang hadir. (ril/red)

Baca Lainnya :
- Operator Excavator Dinas PUPR Kotabaru Tenggelam Di Sungai Jupi, Tim Gabungan Lakukan Pencarian0
- Pemkab Kotabaru Matangkan Persiapan Sambut HUT Ke-750













