- Mendagri: WFH untuk ASN Berlaku Mulai 1 April, Simak Jabatan dan Unit yang Tetap Berkantor
- Efisiensi BBM Imbas Perang, Pemerintah Tetapkan WFH Untuk ASN Setiap Jumat
- Sekretaris KNPI Kalsel, Andi Rustianto: Pemuda Kreatif Bukan Tren, Tapi Fondasi Masa Depan
- Pemprov Kalsel Serahkan 14 LKPD Unaudited, Ditarget Rampung dalam 60 Hari
- Sosialisasi P4GN, Sinergi Pemda dan Ormas Diperkuat
- Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tidak Naik!
- Bersama Ormas, Pemprov Kalsel Tegaskan Lawan Narkoba
- Pemkab Kotabaru Hadiri Pisah Sambut Komandan Lanal Kotabaru
- Perkuat Harmoni dan Peran Pemuda, DPRD dan Kejari Kotabaru Sosialisasikan Dua Perda Strategis
- Wujudkan Akuntabilitas dan Tertib Pengelolaan Keuangan Daerah, Bupati Kotabaru Serahkan LKPD Unaudit
Bersama Ormas, Pemprov Kalsel Tegaskan Lawan Narkoba

Keterangan Gambar : Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Banjarbaru, Selasa (31/3/2026).
Kalsel, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat perlindungan masyarakat dari ancaman narkoba melalui kolaborasi aktif bersama organisasi kemasyarakatan (ormas).
Baca Lainnya :
- Pemkab Kotabaru Hadiri Pisah Sambut Komandan Lanal Kotabaru0
- Perkuat Harmoni dan Peran Pemuda, DPRD dan Kejari Kotabaru Sosialisasikan Dua Perda Strategis0
Hal ini ditegaskan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan, Heriansyah, saat membuka Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Banjarbaru, Selasa (31/3/2026).
Heriansyah menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih aman, produktif, dan berdaya saing.
“Penyalahgunaan narkotika harus kita cegah bersama karena dampaknya sangat luas terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam membangun ketahanan sosial masyarakat yang lebih kuat, sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif akan bahaya narkoba.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan ormas, masyarakat diharapkan mendapatkan manfaat langsung berupa peningkatan edukasi, deteksi dini, serta penguatan peran komunitas dalam menjaga lingkungan masing-masing.
Kolaborasi ini juga membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas dalam gerakan P4GN, sehingga upaya pencegahan menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.
Heriansyah menjelaskan, pemerintah daerah hadir sebagai fasilitator kebijakan yang mendukung upaya pencegahan, sementara BNN berperan dalam pelaksanaan program strategis.
Di sisi lain, ormas menjadi ujung tombak di masyarakat dalam menyebarluaskan informasi, membangun kesadaran, dan melakukan kontrol sosial. Sinergi ini diyakini mampu menciptakan ekosistem sosial yang lebih tangguh terhadap ancaman narkoba.
Dampak positif pada sosialisasi, terlihat dari meningkatnya pemahaman peserta terhadap regulasi P4GN serta pentingnya pendekatan rehabilitatif bagi korban penyalahgunaan narkotika.
Dengan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi ragu untuk melaporkan kasus penyalahgunaan karena adanya jaminan penanganan yang lebih humanis dan berorientasi pemulihan.
Selain itu, forum sosialisasi ini menjadi wadah strategis bagi peserta untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, dan membangun jejaring kerja sama lintas sektor.
“Kepedulian kita hari ini adalah investasi bagi masa depan bangsa yang lebih sehat, aman, dan sejahtera,” Tutupnya.(red/mcksl)

Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250










