Anggaran Terbatas, BPBD Kotabaru Terapkan Strategi Kolaborasi Pentahelix Untuk Tangani Bencana

Reported By Pimred Borneo Pos 19 Okt 2026, 13:24:39 WIB Kotabaru
Anggaran Terbatas, BPBD Kotabaru Terapkan Strategi Kolaborasi Pentahelix Untuk Tangani Bencana

Keterangan Gambar : Kalaksa BPBD Kotabaru, Melinda Ratna Agustina.




Kotabaru, Borneopos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotabaru memperkuat strategi kolaborasi pentahelix untuk mengoptimalkan penanganan bencana.


Baca Lainnya :

Strategi ini melibatkan akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat, serta didukung keterlibatan relawan dalam penanganan bencana di lapangan.


Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kotabaru, Hj. Melinda Ratna Agustina, menjelaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu langkah untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, terutama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mitigasi bencana kekeringan.


“Dengan keterbatasan anggaran kebencanaan yang dialami seluruh pemerintah daerah di Indonesia, Kabupaten Kotabaru melalui BPBD melakukan strategi kolaborasi pentahelix dalam penanggulangan bencana,” ujar Melinda, Minggu (18/10/2026).


Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar penanganan bencana dapat berjalan lebih optimal meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran, personel, dan peralatan.


Kolaborasi tersebut memberikan ruang bagi akademisi untuk berkontribusi melalui penelitian dan edukasi kebencanaan. Sementara itu, dunia usaha diharapkan dapat memberikan dukungan sesuai kemampuan dan perannya dalam membantu penanganan bencana.


Media juga berperan dalam menyebarluaskan informasi kebencanaan kepada masyarakat. Adapun partisipasi masyarakat dibutuhkan untuk memperkuat upaya pencegahan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.


“Penanggulangan bencana tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Karena itu, diperlukan kerja sama dan dukungan dari berbagai unsur agar penanganan di lapangan dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.


Dalam penanganan karhutla, BPBD turut mengandalkan keterlibatan relawan, termasuk Barisan Pemadam Kebakaran (Balakar). Keberadaan relawan membantu mempercepat respons terhadap kebakaran, terutama di tengah luasnya wilayah Kabupaten Kotabaru.


Namun, keterbatasan sarana operasional masih menjadi tantangan. Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung mobilitas relawan ketika melakukan pemadaman.


Melinda menjelaskan bahwa BPBD telah menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan untuk membantu memenuhi kebutuhan operasional tersebut. Perusahaan yang disebut turut memberikan dukungan antara lain Pelindo, Pertamina, serta perusahaan-perusahaan lainnya di Kabupaten Kotabaru.


“Kami berupaya menjalin komunikasi dengan pihak perusahaan agar kebutuhan operasional relawan dapat terbantu. Dukungan ini sangat berarti untuk menunjang kegiatan penanganan kebakaran di lapangan,” ungkapnya.


Dalam pengelolaan bantuan, BPBD juga menerapkan mekanisme pertanggungjawaban untuk memastikan penggunaannya dapat dipantau. Pembelian BBM dilengkapi bukti transaksi serta dokumentasi kegiatan yang memuat koordinat, waktu, dan tanggal pelaksanaan.


“Setiap penggunaan bantuan harus disertai bukti yang jelas, termasuk nota pembelian dan dokumentasi kegiatan. Hal ini penting agar bantuan yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Melinda.


Ia menambahkan, informasi mengenai bantuan yang diterima dan penggunaannya juga disampaikan melalui media sosial sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi kepada masyarakat.


Selain menangani karhutla, BPBD Kotabaru juga menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kekeringan di sejumlah desa. Upaya tersebut mencakup pengajuan anggaran operasional kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta koordinasi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.


“Upaya-upaya lain masih dalam progres sehingga belum dapat dilaporkan, seperti pengajuan anggaran ke BNPB untuk operasional dan mitigasi bencana kekeringan di seluruh desa,” kata Melinda.


Untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih, BPBD juga berkoordinasi dengan PDAM terkait dukungan armada tangki air. Penyaluran diharapkan dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan, termasuk kawasan permukiman dengan akses jalan sempit yang sulit dilalui kendaraan besar.


Melinda berharap koordinasi dan dukungan dari berbagai pihak dapat terus diperkuat agar penanganan bencana di Kabupaten Kotabaru semakin optimal.


“Kami selalu memohon doa dan arahan dari para pimpinan agar upaya penanggulangan bencana ini dapat berjalan dengan baik. Langkah-langkah yang masih dalam proses akan terus diupayakan sesuai kebutuhan di lapangan,” tuturnya. (red/prdh)






Baca Lainnya :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment