- Tandatangani PKS, Pemkab Kotabaru Optimis Pelayanan Administrasi Kependudukan Semakin Meningkat
- Gubernur Muhidin Turun Langsung Padamkan Titik Api di Kawasan Rumah Sakit Sambang Lihum
- Pemprov Kalsel Perkuat Pengembangan Meratus UNESCO Global Geopark
- Pemprov Kalsel Terus Jaga Kestabilan Harga, Pantau Distrubusi Pangan di Daerah
- Ayo Bersantai Sambil Nikmati Live Musik di Bukit Mamake
- Bupati Rusli Sambangi Balai KSDA Kalsel, Bahas Soal Pengembangan Pelabuhan di Kotabaru
- Perkuat Keberagaman, Koalisi Beragama Berkeyakinan Gelar Seminar Nasional di Banjarmasin
- Uji Publik Roadmap Geopark di Kotabaru, Sejumlah Obyek Wisata Masuk Daftar
- Gubernur Kalsel Terima Penghargaan Adhi Bhakti Tani Nelayan Utama 2026
- Disparpora Kotabaru Lestarikan Budaya Suku Mandar Lewat Festival Katir Race Mini dan Pesta Rakyat
Tarif Air PDAM Kotabaru Naik Mulai Agustus 2025, Begini Tanggapan Warga!

Keterangan Gambar : Foto ilustrasi
Kotabaru, Borneopos.com - Rencana kenaikan tarif air bersih PDAM Kotabaru dari Rp. 2.500 perkubik menjadi Rp.3.000 dengan besaran kenaikan sebanyak Rp. 500 rupiah perkubik atau setara dengan 25%, yang akan berlaku sejak Agustus 2025 mendapat tanggapan beragam dari berbagai pihak.
Baca Lainnya :
- Bakti Pemuda Nusantara Kotabaru Hebat Resmi Ditutup, Kadispoarpora : Peserta 185 orang0
- TERTAWA, Pembuatan Sertifikat Tanah Wakap Gratis di Bumi Saijaan0
Salah satunya dari aktivis muda sekaligus pemerhati sosial dan pembangunan di Kotabaru, Ibnu Faozi menanggapi rencana kenaikan tarif dasar air bersih PDAM Kotabaru mengatakan masyarakat meyakini dan menaruh harapan besar bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Kotabaru yang dipimpin Bupati H. Muh. Rusli mampu menggelontorkan dana subsidi untuk menutupi kenaikan tarif PDAM itu.
"Komitmen Bupati sangat tinggi untuk membantu masyarakat Kotabaru, jadi tidak ada keraguan dalam hal membela masyarakat," ucap Ibnu saat berbincang dengan media ini di salah satu warteg, Kamis (31/7/2025).
Lebih jauh Ibnu mengatakan kenaikan tarif PDAM ini kan hanya untuk menutupi operasional PDAM? Dan pemerintah daerah yang berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat berkewajiban menanggung kebutuhan operasional tersebut.
"Jadi, saya berharap, pemerintah daerah yang memberi subsidi, bukan masyarakat yang membayar kenaikan tarif PDAM," usulnya.
Selain Ibnu, pemerhati sosial lainnya, Muzakir Fachmi yang kerap bersuara lantang membela kepentingan publik merespon dingin rencana kenaikan tarip air besih ini, ia mengatakan sebelum Pemkab memutuskan untuk menaikan harga air bersih, saya menyarankan agar dibongkar dulu biaya operasional mereka (PDAM), karena sekilas ada biaya-biaya yang tidak perlu
"Yang jadi pertanyaan saya, apakah rasio beban tugas dengan jumlah tenaga kerja sudah seimbang? karena ini bisa jadi biaya-biaya yang menimbulkan tidak efisien perusahaan," terangnya, Jumat (1/8/2025).
Selain itu, Muzakir menduga, ada biaya-biaya lain yang tidak perlu.
"Di sisi lain, kualitas air yang mereka distribusikan juga masih buruk," ucapnya
Mengakhiri penjelasannya, Muzakir mengatakan kenaikan tarif PDAM ini akan menambah beban masyarakat miskin di tengah beratnya ekonomi.
Untuk diketahui, rencana kenaikan tarif air bersih ini telah disosialisasikan PDAM Kotabaru ke masyarakat, pada, Kamis (17/7/2025) di Kantor Kecamatan Pulaulaut Utara. (Red)
Baca Lainnya :
- Operator Excavator Dinas PUPR Kotabaru Tenggelam Di Sungai Jupi, Tim Gabungan Lakukan Pencarian0
- Pemkab Kotabaru Matangkan Persiapan Sambut HUT Ke-750













