- Dinsos Kalsel Siaga Bencana, Dukung Realisasi Bendungan Riam Kiwa untuk Tekan Risiko Banjir
- Dinsos Kalsel Kawal Janji Kampanye Gubernur di Bidang Sosial, Fokus Perbaikan Data dan Layanan PPKS
- Pastikan Transportasi Berjalan Lancar Jelang Lebaran, Komisi II DPRD Gelar Rapat
- Safari Ramadhan ke-4 di Sampanahan, Pemkab Kotabaru Serap Aspirasi Masyaraka
- Pesantren Ramadhan 1447 H: Upaya Pemko Banjarbaru Cetak Generasi Cerdas dan Religius
- Kadisdikbud Kalsel Tegaskan Prinsip, No One Left Behind dalam Safari Ramadan di Balangan
- Kunjungi Tabalong, Disdikbud Kalsel Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Buka Puasa Bersama, Disdikbud Kalsel Perkokoh Sinergi Majukan Pendidikan dan Kebudayaan
- Pernyataan Sikap AJI: Presiden Bunuh Media Lewat Amerika
- Pemko Banjarbaru Dukung Sensus Ekonomi 2026, Wujudkan Pembangunan Tepat Sasaran
Sijago Merah mengamuk di Blok G Pasar Kemakmuran Kotabaru, Puluhan Kios Ludes

Keterangan Gambar : Situasi kebakaran di Blok G Pasar Kemakmuran Kotabaru, Senin (28/9/2025).
Kotabaru, Borneopos.com – Puluhan kios di Blok G Pasar Kemakmuran, Kelurahan Kotabaru Hulu, Kecamatan Pulau Laut Utara, ludes terbakar pada Senin (29/9/2025) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materil diperkirakan sangat besar dan masih dalam proses pendataan.
Baca Lainnya :
- Meski Tak Tersentuh Bantuan Modal Usaha Dari Pemerintah,Siti Gigih Berjualan Topang Ekonomi Keluarga0
- Opini | UMKM Mama Khas Banjar MEMILIH MATI0
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 22.00 Wita. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, api pertama kali terlihat membara dari sebuah Toko Sembako di Blok G. Salah seorang saksi, Purwandi, yang sedang berjaga malam, langsung menyadari adanya asap dan memastikan bahwa kios tersebut telah terbakar.
"Saat melihat ada api, saya segera menghubungi pihak pemadam kebakaran dan berupaya memutus aliran listrik di area pasar untuk mencegah api meluas," ucapnya, seperti tertuang dalam laporan resmi Polsek Pulau Laut Utara.
Upaya pemadaman yang melibatkan gabungan petugas Damkar, BPBD, Satuan Samapta Polres Kotabaru, dan himpunan balakar (pemadam kebakaran sukarela) akhirnya berhasil menguasai kobaran api sekitar pukul 01.00 Wita.
Kebakaran ini menghanguskan puluhan kios yang terdiri dari berbagai jenis usaha, antara lain toko sembako, toko mebel, tukang cukur, tukang jait, dan warung makan. Keberagaman usaha ini menunjukkan dampak ekonomi yang luas dari insiden tersebut.
Jajaran Polres Kotabaru langsung mengambil sejumlah langkah setelah menerima laporan. Tim dari Satuan Intelkam mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi, sementara Satuan Lantas mengalihkan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Untuk mengamankan TKP, Satuan Samapta membanru proses pemadaman dan memasang garis polisi dan Satuan Reskrim mulai mengamankan barang bukti untuk penyelidikan.
Beberapa barang bukti yang telah diamankan antara lain potongan kayu dan kabel yang terbakar, serta satu unit kilometer listrik.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan intensif oleh Satuan Reskrim Polres Kotabaru. Kapolsek Pulau Laut Utara AKP Marjoko, dalam laporannya menyatakan bahwa perkembangan situasi akan terus dilaporkan.
Sementara itu, identitas para pemilik kios dan besaran kerugian materil yang tepat masih menunggu pendataan lebih lanjut dari Dinas Koperasi dan UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kabupaten Kotabaru. Proses ini penting untuk menentukan langkah penanganan dan pemulihan selanjutnya bagi para pedagang yang kehilangan mata pencaharian.
Pengamatan Borneopos.com pada Selasa (30/9/2025) sekira pukul 08.30 wita di lokasi tampak puluhan pedagang membersihkan dan mengakses reruntuhan tempat dagangannya serta mengumpulkan sebagian barang yang mungkin masih bisa di gunakan.
"Kami mengumpulkan barang-barang yang mungkin saja masih bisa di pergunakan," ucap salah satu pedagang yang kiosnya hangus terbakar.
Dilokasi kebakaran, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Melinda Ratna Agustina mengatakan akan mengerahkan armada untuk membantu memberikan sampah serta puing-puing bekas kebakaran agar tidak mengganggu warga yang mau ke pasar.
"Pagi ini, kami ada giat bersih-bersih di sungai Baharu, tapi karena di pasar Kemakmuran ada musibah kebakaran ini, maka kami geser sebagaian armada pengangkut sampah untuk membantu membersihkan di sini," ucapnya. (*)



Baca Lainnya :
- Meski Tak Tersentuh Bantuan Modal Usaha Dari Pemerintah,Siti Gigih Berjualan Topang Ekonomi Keluarga0
- Opini | UMKM Mama Khas Banjar MEMILIH MATI0
Berita Kotabaru













