- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
Duta Perlindungan Anak dan Perempuan Hj. Fatma Idiana : Stop Bullying

Keterangan Gambar : Hj.Fatma Idiana saat memberi edukasi kepada pelajar MAN Kotabaru, Senin (19/8/24)
Borneopos.com, Kotabaru - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kotabaru ikut melibatkan Forum Anak Daerah dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak "Stop Bullying" di Lingkungan Sekolah Madrasah Aliyah Negeri Kotabaru sekaligus Guna meningkatkan peran Forum Anak dalam Upaya pencegahan terhadap Bullying tersebut. Senin, (19/08/2024).
Baca Lainnya :
- 26 Agustus 2024, DPRD Kotabaru Rencanakan Pelantikan Anggota Dewan Periode 2024-20290
- Wakil Bupati Kotabaru Sampaikan Mengundurkan Diri Di Sidang Paripurna DPRD Kotabaru0
Sosialisasi yang diikuti oleh kurang lebih 100 peserta didik dari kelas XII di MAN Kotabaru ini bertujuan memberikan pengenalan hak-hak anak, serta bahaya kekerasan, sehingga setiap peserta dapat berperan serta secara aktif mencegah terjadinya kekerasan dilingkungan masing-masing, terutama dilingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut Raditya Candra dari SMAN 2 Kotabaru bersama Nadia Zulfa dan Rafa Nabila dari SMAN 1 Kotabaru yang juga sebagai salah satu anggota Forum Anak Daerah Kotabaru di bawah binaan DPPPAPPKB menjelaskan, apa itu Forum Anak Daerah kepada para peserta.

"Forum Anak Daerah adalah organisasi atau lembaga sosial yang digunakan sebagai wadah atau prantara partisipasi bagi anak yang belum berusia 18 tahun dimana anggotanya merupakan perwakilan dari kelompok anak yang dikelola anak-anak dan dibina oleh Pemerintah sebagai media untuk mendengar dan memenuhi aspirasi, suara, pendapat, dan kebutuhan anak dalam proses pembangunan," ucapnya.
Selain itu, Forum Anak Daerah juga memiliki tugas sebagai pelopor dan pelapor.
"Forum anak memiliki peran utama sebagai pelopor, dan pelopor yakni bermakna, pelopor adalah kontribusi aktif dari partisipasi dalam memenuhi hak dan perlindungan anak disekitar, sedangkan pelapor adalah menyampaikan apa yang dilihat, dipikirkan dan dirasakan terkait hambatan dalam memenuhi hak anak," Jelasnya.
Tambahnnya, Bullying merupakan masalah serius yang bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak yang berada di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekolah.
Pemerintah Daerah Kotabaru terus mengupayakan Kabupaten Kotabaru untuk menjadi Kabupaten/Kota Layak Anak dan Sekolah Ramah Anak.
Salah satunya dengan menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak, dan berpartisipasi dalam mencegah tindakan bullying terhadap siswa dan siswi MAN Kotabaru. Dimana Lingkungan sekolah merupakan lingkungan yang rentan terjadinya bullying.
Dan diakhir kegiatan juga dilakukan Tanya jawab dengan narasumber dari Dinas PPPAPPKB bersama Duta Perlindungan Perempuan dan Anak Hj. Fatma Idiana Sayed Jafar untuk menggali dan memahami lebih dalam tentang upaya yang dilaksanakan untuk mencegah tindakan bullying di sekokah yang memiliki dampak sangat besar terhadap perkembangan psikologi siswa.
Disela-sela kegiatan tersebut Duta Perlindungan Perempuan dan Anak Kotabaru Hj. Fatma Idiana Sayed Jafar mengatakan, agar para korban kekerasan untuk melapor
"jangan malu dan takut, mari kita sama-sama cengah kekerasan terhadap perempuan dan anak," Ungkapnya.
Salah satu petugas dari Dinas Pemberdayan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kotabaru Luthfi Sella, S. Ap menekankan, pentingnya bagi siswa untuk mengenali tindakan bullying dan tidak membiarkan hal tersebut terjadi di lingkungan sekitar.
"Dengan mengenali dan menghindari tindakan bullying, kita dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua," Ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dikenalkan tepuk hak anak kepada siswa siswi di sekolah tersebut. Antusias tergambar diwajah mereka ketika memperagakan tepuk hak anak yang diajarkan salah satu staf DPPPAPPKB Kotabaru.(rls/red)

Baca Lainnya :
- 28 Rumah Ludes Dijilat Sijago Merah Di Kotabaru, Kerugian Capai Milyaran Rupiah0
- Truck Bawa Beras Bulog 10 Ton Dari Banjamasin, Terbalik Di Kotabaru0
Berita Kotabaru













