- Tandatangani PKS, Pemkab Kotabaru Optimis Pelayanan Administrasi Kependudukan Semakin Meningkat
- Gubernur Muhidin Turun Langsung Padamkan Titik Api di Kawasan Rumah Sakit Sambang Lihum
- Pemprov Kalsel Perkuat Pengembangan Meratus UNESCO Global Geopark
- Pemprov Kalsel Terus Jaga Kestabilan Harga, Pantau Distrubusi Pangan di Daerah
- Ayo Bersantai Sambil Nikmati Live Musik di Bukit Mamake
- Bupati Rusli Sambangi Balai KSDA Kalsel, Bahas Soal Pengembangan Pelabuhan di Kotabaru
- Perkuat Keberagaman, Koalisi Beragama Berkeyakinan Gelar Seminar Nasional di Banjarmasin
- Uji Publik Roadmap Geopark di Kotabaru, Sejumlah Obyek Wisata Masuk Daftar
- Gubernur Kalsel Terima Penghargaan Adhi Bhakti Tani Nelayan Utama 2026
- Disparpora Kotabaru Lestarikan Budaya Suku Mandar Lewat Festival Katir Race Mini dan Pesta Rakyat
Dinkes Kalsel Pastikan Keamanan Pangan dalam Program MBG

Keterangan Gambar : Ambulan siaga di salah satu rumah sakit.
Banjarmasin, Borneopos.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), dr. Diauddin, angkat bicara terkait kejadian dugaan keracunan yang menimpa sejumlah anak penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan, Dinas Kesehatan bersama lintas sektor tengah melakukan langkah cepat untuk memastikan keamanan pangan dalam pelaksanaan program tersebut.
Baca Lainnya :
- Pemprov Kalsel Latih ASN Soal Etika dan Manajemen Bencana, Menuju *Kelsel Bekerja*0
- Polda Kalsel Raih Penghargaan Kompolnas Awards 2025, Kategori Polda Kelompok B Terbaik0
“Kita sudah melihat langsung situasinya dan bertemu dengan pengolah makanannya. Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada kendala berarti, namun tetap harus kita evaluasi,” ujarnya, Banjarmasin, Jumat (17/10/2025).
Menurutnya, sampel makanan maupun sampel dari anak-anak yang terdampak telah diambil untuk diuji di laboratorium kesehatan.
“Prosesnya sebenarnya cepat, tinggal menunggu hasil dari laboratorium yang berwenang. Setelah keluar, baru bisa kita pastikan penyebab pastinya,” jelasnya.
Selain pemeriksaan laboratorium, pihaknya juga akan menggelar inspeksi ke dapur-dapur pengolah makanan setelah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM/BGN).
“Tujuan kami hanya satu: memberi jaminan keamanan kepada masyarakat bahwa makanan yang diberikan aman dikonsumsi oleh anak-anak. Kita ingin memastikan betul-betul tidak ada lagi kejadian serupa,” tegasnya.
Diauddin juga mengimbau seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program MBG agar meningkatkan kewaspadaan dan disiplin terhadap prosedur pengolahan pangan.
“Pesan saya bukan hanya untuk pengelola dapur, tapi juga kepala sekolah dan guru. Semua harus ikut mengawasi. Jangan lalai. Cek makanan sebelum dibagikan agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.
Program Makan Bergizi Gratis disebutnya memiliki tujuan mulia untuk mendukung kesehatan anak-anak. Karena itu, pelaksanaannya harus dijaga agar tetap aman dan terpercaya. (red/MCKalsel)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250










