- Pemprov Kalsel Sampaikan LKPJ 2025, Indikator Pembangunan Tunjukkan Tren Positif
- Pinky Manarul Alam Siap Bertarung di KNPI Barito Kuala, Berikut Rekam Jejaknya!
- KNPI Tanah Bumbu Apresiasi Musrenbang sebagai Wadah Aspirasi Pembangunan Daerah
- Menteri Lingkungan Hidup dan Rektor ULM Perkuat Sinergi Penanganan Sampah Berbasis Kampus
- Usai Cuti Bersama Idulfitri, Walikota Banjarbaru Lisa Ingatkan ASN Tingkatkan Etos Kerja
- Kepala UPT Wisata, Dian: 8.000 Wisatawan Berlibur Dengan Aman di Pantai Gedambaan
- Dalam 5 Hari, Wisata Air Terjun Tumpang Dua Kotabaru Layani 1.300 Wisatawan
- Hutan Meranti Kotabaru Dikunjungi Lebih 1.000 Wisatawan pada Musim Libur Lebaran 2026
- Mendes PDT Yandri Susanto: 100% Keuntungan KDMP Kembali ke Masyarakat Desa
- Silaturahmi Bupati Kotabaru di Kediaman H. Isam, Pererat Kebersamaan dan Bahas Masa Depan Daerah
Delapan Aksi Penurunan Stunting Oleh Pemkab Kotabaru, Simak Isinya!

Keterangan Gambar : Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis Mukhlis saat menyampaikan delapan aksi penurunan stunting pada penilaian kinerja terhadap 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting kabupaten kota se-Provinsi Kalsel di Ruang Rapat Abrani Sulaiman Banjarbaru, Selasa (10/06/2025).
Borneopos.com, Kotabaru - Pemerintah Kabupaten Kotabaru ikut serta dalam kegiatan penilaian kinerja terhadap 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting kabupaten kota se-Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang berlangsung di Ruang Rapat Abrani Sulaiman Banjarbaru, Selasa (10/06/2025).
Baca Lainnya :
- Bupati Kotabaru Sampaikan Dua RAPERDA Pada Rapat Paripurna DPRD0
- Hati-hati! Jalan Berlubang Di Pantai Baru Kotabaru Rawan Laka Lantas0
Penilaian Kinerja tersebut dibuka Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel melalui Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Muhammad Farhanie, menyampaikan kondisi stunting di Provinsi Kalsel saat ini masih membutuhkan keseriusan dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan di daerah, termasuk pemerintah provinsi/kabupaten/kota untuk mempercepat penurunan stunting sebagai tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi dan kolaborasi lintas sektor.
“Kalimantan Selatan termasuk salah satu daerah prioritas untuk percepatan penurunan angka stunting, karena kondisi stunting di daerah kita masih cukup tinggi, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia atau SSGI tahun 2024, prevalensi stunting angka 22,9 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata prevalensi nasional, yang sudah menyentuh angka 19,8 persen,” jelasnya.
“Kita harus bekerja lebih cepat, bekerja lebih maksimal dan bekerja dengan pola yang lebih terukur, agar stunting dibanua kita bisa lebih dipercepat penurunan stuntingnya, dan pencegahannya bisa lebih optimal,” tambahnya.
Kemudian dalam forum penilaian Kinerja TPPS, Kabupaten Kotabaru memberikan paparan terkait kinerja upaya TPPS Kabupaten Kotabaru selama periode tahun 2024, termasuk pelaksanaan 8 (delapan) aksi konvergensi stunting serta inovasi pendukung dalam upaya sinergis percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kotabaru.
Dalam penilaian tersebut paparan diberikan langsung oleh Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, sebagai wujud nyata pemerintah dalam membangun komitmen bersama untuk mempercepat menurunkan angka stunting.
Adapun dalam pemaparannya Wakil Bupati Syairi Mukhlis menjelaskan, Aksi 1 penentuan Desa Lokus Stunting Tahun 2024, ada 13 desa lokus yang ditetapkan untuk diintervensi tahun 2024, Aksi 2 pemetaan program anggaran stunting tahun 2024, Aksi 3 Rembug Stunting, Aksi 4 Regulasi yang mendukung percepatan penurunan stunting, Aksi 5 unsur pelaku percepatan penurunan stunting tingkat desa/kelurahan, Aksi 6 pemetaan kondisi desata cakupan intervensi, Aksi 7 pengukuran dan publikasi data stinting, Aksi 8 Review Kinerja Tahunan.
Penilaian kinerja 8 aksi konvergensi penurunan stunting, untuk mengukur keberhasilan 8 aksi konvergensi penurunan stunting di daerah Kabupaten/Kota yang merupakan proses penilaian kemajuan kinerja Kabupaten/Kota dalam melakukan upaya untuk memperbaiki dan melakukan intervensi percepatan penurunan stunting terintegrasi.
Hadir dalam mendampingi Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Minggu Basuki, Kepala Dinas PPPAPPKB, Sri Sulistyani, Kepaa Bapperida, Rurien Srihardjanti, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gusti Abdul Wakhid, Kepala Dinas Kesehatan Erwin Simanjuntak.(ril/red)

Baca Lainnya :
- Operator Excavator Dinas PUPR Kotabaru Tenggelam Di Sungai Jupi, Tim Gabungan Lakukan Pencarian0
- Jenazah Korban Serangan Buaya Ditemukan di Sungai Durian Kotabaru0







.jpg)






