- Byar Pret! Byar Pret! LBH Borneo Nusantara Resmi Gugat PLN di PTUN Banjarmasin
- Pelindo Kotabaru Perkuat Sinergi Maritim, Dukung Open Ship KRI Banjarmasin-592 di Pelabuhan Stagen
- Menko Polkam Apresiasi Penanganan Karhutla di Kalsel, BPBD Perkuat Lima Posko Lapangan
- Menko Polkam Optimistis Karhutla Kalsel Terkendali, Tekankan Sinergi dan Kepedulian Masyarakat
- Hasnuryadi Sulaiman: Sinergi Kuat Banua Hebat Jadi Fondasi Pembangunan dan Keamanan Kalsel
- FKG ULM Selaraskan Persepsi Instruktur Klinik melalui Workshop Clinical Teaching Berbasis OBE
- Ratusan Pesepakbola Ikut Seleksi Pembentukan Tim Peseban Jelang Piala Soeratin U-17 Kalsel
- Puluhan Warga Rantau Bakula Geruduk PT Merge Mining Industri Tuntut Hentikan Operasi
- Pemkab Kotabaru Resmi Tutup Turnamen Voli Perwosi Cup I 2026
- DPRD Kotabaru Komitmen Dukung Pembinaan Atlet Voli Lewat Perwosi Cup I 2026
Camat Pulau Laut Tengah Deklarasikan STOP BAB Sembarangan, Bersama Warga Desa Selaru
.jpg)
Keterangan Gambar : Camat Pulau Laut Tengah saat deklarasi, Rabu (18/2/25).
Kotabaru, Borneo Pos -- Tingkatkan kualitas kesehatan warganya, Camat Pulau Laut Tengah menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru menggelar Deklarasi "Open Defecation Free" (ODF) 100% pada Desa Selaru, Rabu (19/2/2025) di Kantor Desa Selaru Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kabupaten Kotabaru.
Baca Lainnya :
- Mustakim Anggota DPRD Fraksi PBB Turun ke Desa Kupilak, Jemput Aspirasi Petani dan Nelayan0
- Staf Ahli Bupati Kotabaru Hadiri Apel Pembukaan TMMD Ke-123 Tahun 20250
Deklarasi ODF merupakan sebuah pernyataan sikap Camat Pulau Laut Tengah, Kepala desa Selaru dan jajaran serta para ketua RT se Desa Selaru untuk stok buang air besar (BAB) sembarangan.
Diketahui bahwa, manfaat program ini diantaranya:
1. Penurunan Angka Penyakit: Dengan berkurangnya kontaminasi feses, angka penyakit seperti diare, cacingan, dan penyakit kulit.
2. Peningkatan Kualitas Hidup: Lingkungan yang bersih dan sehat memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat.
3. Peningkatan Kesadaran Sanitasi: Masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya sanitasi dan kebersihan, yang dapat berkelanjutan dalam jangka panjang.
Dalam penjelasannya kepada kru borneopos.com, Camat Pulau Laut Tengah, Muhammad Muhdi Akbar bahwa di Kecamatan Pulau Laut Tengah sudah tiga desa yang dinyatakan bebas ODF, antara lain Desa Sungup, Selaru dan Semisir.
"Untuk desa-desa lainnya, diharapkan sesegera mungkin, akan sampai pada level bebas ODF 100 persen," ucap Akbar disela-sela kegiatan, Rabu (19/2/2025).
Terkait dengan minimnya fasilitas Jamban (WC( umum yang ada di Desa Selaru, Akbar mengatakan bahwa dirinya akan berkomunikasi dengan Dinas terkait seperti Dinas Kesehatan dan PUPR terkait pengadaan fasilitas jamban umum.
"Kalau Desa memang tidak ada dananya untuk pembangunan fasilitas ini, jadi kami akan komunikasikan secara intensif dengan Dinas PUPR dan Dinas Kesehatan," tutupnya.
Senada dengan Akbar, Kepala Desa Selaru, Junaidi mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 25 unit jamban umum (WC umum) di Desa selaru, yang merupakan bantuan dari pihak perusahaan sekitar, melalui program CSR.
"Tahun 2025 ini, rencananya kami akan ada penambahan 4 WC umum, anggarannya melalui swadaya masyarakat," tutupnya.
Giat ODF ini diisi juga dengan penyuluhan kesehatan serta penandatanganan komitmen bersama untuk STOP BAB sembarangan di Wilayah Desa Selaru.
Tampak hadir dalam acara ini, Camat Pulau LautTengah, Kepala Desa, perangkat desa dan Ketua RT, perwakilan Dinas Kesehatan dan undangan lainnya. (red)


Baca Lainnya :
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0



.jpg)









